comprehensive Industrial Relation
Peraturan Pemerintah dibidang ketenagakerjaan dari WA / SMSktu ke WA / SMSktu terus dikeluarkan sesui dengan tuntutan keadaan. Adanya peraturan pemerintah yang selalu diperbaiki keadaan ketenaga-kerjaan di Indonesia akan bertambah baik dalam arti adanya kejelasan dan kepastian hukum.

Sebaliknya dengan dikeluarkannya kebijakan aturan normatif yang tidak jelas dapat menimbulkan multi tafsir, baik oleh Pengusaha maupun Pekerja, dan dapat menimbulkan potensi konflik antara pengusaha dan pkerja.

Perkembangan Hubungan Industrial deWA / SMSsa ini banyak tantangannya. Perubahan keadaan karena globalisasi, reformasi yang meliputi kebebasan berserikat, pelaksanaan HAM, supremasi hukum, otonomi daerah, penerapan standar ketenagakerjaan internasional, infra struktur dan iklim investasi, ikut mengubah pola hubungan industrial, khususnya perubahan perilaku dan sikap yang menyangkut banyak aspek seperti sosial, budaya, ekonomi, politik dan upaya peningkatan kesejahteraan.

Menghadapi kenyataan ini, para praktisi Hubungan Industrial dituntut untuk lebih sinergis dan cepat beradaptasi dengan kondisi nasional dan lingkungan dengan mengacu pada peraturan perundang-undangan yang berlaku, untuk menciptakan adanya Hubungan Industrial yang kondusif untuk peningkatan produktivitas perusahaan.

Pertanyaan selanjutnya bagaimana hal tersebud dapat diwujudkan? Kecakapan para pelaku sangat menentukan .

pokok bahasan
 1. Stake holders perusahaan
 2. Peran dan fungsi Personnel /HR: Support, Service, Advice, dan Control
 3. Type dari Industri
 4. Management cycle dan HR
 5. Strategic Planning untuk Industrial Relations/ Hubungan Industrial
 6. Alat dari Hubungan Industrial
 7. Undang-undang No. 21/ 2000, 13/ 2003, 4/2004 dan Peraturan Pemerintah
 8. Hubungan Kerja
 9. Outsourcing
10. Prosedur menangani Keluh kesah
11. Tindakan disiplin dan manfaatnya
12. PHK dan jenis perselisihan
13. Pengaruh Kompensasi terhadap Hubungan Industrial
14. Badan Kerjasama bipartite
15. Peraturan Perusahaan dan Perjanjian Kerja Bersama
16. Employee Communication
17. Serikat Buruh/Pekerja: bermanfaat atau merepotkan Perusahaan? Bagaimana Apindo
      dan Peran Depnaker/Disnaker?
18. Menyusun Sarana untuk membangun Hubungan Industrial yang baik
19. Keranjang Issues dan Concerns dalam hubungan Industrial


peserta
Staff Industrial Relations/Hubungan Industrial, HR Manager, Aktivis SP, Operation Manager, Engineering, Maintenance, Finance & Accounting.

tujuan
1. Mengenal fungsi Industrial Relation
2. Peran Manajer dalam Industrial Relation
3. Latar belakang keberadaan Serikat Pekerja
4. Tantangan-tantangan dibalik keberadaan Serikat Pekerja
5. Fungsi Perjanjian Kerja Bersama (Collective Labor Agreement)
6. Mengelola hubungan industrial agar diperoleh hasil Win-Win Solution

instruktur
Sih Hartono, SE. MM
Adalah praktisi HRD yang sudah belasan tahun menggeluti bidang Human Resources Management dan pernah menjabat sebagai senior manager HR & GA di suatu perusahaan sWA / SMSsta nasional, dengan jumlah karyaWA / SMSn diatas limabelas ribu orang, memiliki pengalaman sebagai profesional HR di beberapa industri selama lebih dari 15 tahun. Beberapa Skills dan expertise beliau diantaranya : HR Management, Personell dan GA, HR Budgeting, Designing Job Grading, Salary Structure dan Industrial Relation. Dengan pengalaman dan expertise yang ia miliki dibuktikan dengan pengalamannya sebagai trainer dan HR consultant untuk berbagai perusahaan seperti ASTRA Training Center, Mulia Industrindo Tbk, Lembaga Pengembangan Tenaga Kerja, PT. Narumi Indonesia, PT. Toyobesq PPI, PT Lintec Indonesia, PT. Mulia Industrindo Tbk. Dll.