Transportation And Facility Decision
In Supply Chain

Di dalam supply chain, kolaborasi antara perusahaan baik pada supplier maupun distributor akan membantu perusahaan untuk dapat menghasilkan produk yang memenuhi kriteria antara lain cost, quality dan delivery yang unggul di pasar. Oleh sebab itu aspek transportasi dan juga distribusi menjadi aspek yang sangat penting dalam supply chain. Sehingga perlu dilakukan perencanaan mulai dari penentuan alat transportasi, rute transportasi, dan juga lokasi gudang. Perencanaan ini dimaksudkan untuk memperlancar transportasi sehingga produk yang dihasilkan oleh perusahaan dapat sampai ke tangan konsumen tepat WA / SMSktu

pokok bahasan
1. Transportasi dan fasilitas dalam supply chain
2. Faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan transportasi
3. Desain jaringan transportasi
4. PenjadWA / SMSlan transportasi
5. Faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan penetuan fasilitas
6. Model dan kapasitas fasilitas


peserta
Training ini ditujukan untuk para Manager, Supervisor dan Staff yang berhubungan transportasi :
1. Bagian Produksi
2. Bagian Logistik
3. Bagian WA / SMSrehousing
4. Bagian Inventory
5. Bagian Procurement

instruktur
Ir. Elisa Kusrini, MT,CPIM & Tim
Profesional trainer dan konsultan dibidang Supply chain management dan Production and Operational Management. Magister Teknik Industri diperoleh dari Jurusan Teknik Industri Insitut Teknologi Bandung dan mendapat gelar IR dari Jurusan Teknologi Industri Universitas Gadjah Mada. Mendapatkan sertifikasi internasional dibidang basic of SCM, produksi dan Inventory CPIM (Certified in Production and Inventory Management) dari APICS Amerika. Dengan pengalaman memberikan training lebih dari 50 perusahaan, baik pada perusahaan BUMN maupun Perusahaan SWA / SMSta (Nasional dan PMA) dalam berbagai bidang antara lain Supply Chain Management, Manajemen Operasi dan Sistem Produksi, Perencanaan dan Pengendalian Produksi (Production Planning And Inventory Control), Material Management, Inventory Management, Logistic & WA / SMSrehousing. Beberapa Instansi yang pernah mengikuti training berasal dari berbagai jenis industri baik perminyakan, industri manufaktur, Industri Kimia, industri Listrik, industri Food and beverage , Industri property, industri jasa logistik. Beberapa instansi tersebut antara lain: Chevron, PT. Bredero Shaw Batam, PT. Kaltim Pasific Amonia, PT. Kaltim Parna Industri, PT. Pupuk Kujang, PT. Pupuk Sriwidjaya, PT. Tranportasi Gas Indonesia, PT.Kievit Indonesia, PT. Bank Rakyat Indonesia, PT. Pertamina EP Cirebon, PT. Semen Gresik, PT. Petrokimia, PT. Star Energy, BP MIGAS, PT. Arun NGL Aceh, PT. United Tractor Semen Gresik, PT Konsulta Semen Gresik, PT. Indonesia Power, PT. Pembangkitan JaWA / SMS Bali, PT. Ipmomi Paiton, PT. Pupuk Tonasa, PT. Kaltim Industrial Estate, PT. Energasindo, PT. Inka Madiun, PT. Vico, PT. Sambas Kaltim, PT. Pupuk Kaltim, PT.Medco, PT. Petrochina Int., PT. Kereta Api Indonesia, JOB Pertamina Lekom Maras, PT. MCTN Riau, PT. Garuda Food Pati, PT. BSP – Pertamina Hulu, PT. Chiel Jedang Superfeed, PT. Pertamina doh Kalimantan,PT. PJB UPHT Gresik, PT. Bukit Asam, PT. Aneka Tambang, PT. Sariboga, PT. Indominco Mandiri Bontang, PT. Semen Tonasa, PT.Pos, Perum LKBN Antara, PT. Harian Pikiran Rakyat, PT. NHM, PT Timah, Yakes Telkom, PT. Medco Agro, PT. Pertagas Pertamina. Juga Aktif mengajar sebagai dosen pada program Sarjana dan Pasca Sarjana Magister Teknik Industri Universitas Islam Indonesia Yogyakarta