NEWS AND TRICKS
   Yukkk.......!
 update info ekspor impor saat ini
  Kinerja Ekspor Impor 2016 Diproyeksi Stabil

KUPANG -- Kinerja ekspor impor pada 2016 diproyeksikan akan mulai stabil yang dipengaruhi faktor eksternal yakni mulai pulihnya perekonomian Amerika Serikat dan Eropa, meskipun diperkirakan masih akan terjadi penurunan kurang lebih sebesar 2%--5%.

"Prediksi saya untuk 2016, kita masih akan fokus di stabilisasi. Pada 2015, impor kita turun 15%--20%, sementara ekspor 14%--17%. Jadi tahun depan masih akan kontraksi, tetapi tidak sedrastis 2015," kata Menteri Perdagangan Thomas Lembong, di Kupang, Nusa Tenggara Timur, Senin (28/12/2015).

Thomas menjelaskan, jika diperkirakan baik ekspor maupun impor hanya mengalami penurunan sebesar 2%--5%, hal tersebut sudah merupakan pencapaian yang cukup baik, dikarenakan industri dalam negeri masih dalam tahap penyesuaian yang diakibatkan rendahnya permintaan terhadap komoditas mentah.

Menurut Thomas, perekonomian negera tujuan ekspor utama seperti Amerika Serikat saat ini tengah mengalami akselerasi. Selain itu, Eropa juga semakin pulih dari krisis, di mana ekspor produk Indonesia ke Benua Biru itu sudah mengalami pergerakan yang cukup baik, sementara perekonomian Tiongkok mengalami deselerasi.

"Saya melihat yang akan paling menikmati kenaikan ekspor ke Amerika dan Eropa adalah Jepang, Korea, Tiongkok dan TaiWA / SMSn. Kita juga menikmati," ucap Thomas.

Thomas menjelaskan, dengan ekspor dari Jepang, Korea Selatan, Tiongkok dan TaiWA / SMSn ke Amerika Serikat mulai melonjak, maka perekonomian negara-negara tersebut juga akan mulai mengalami kenaikan. Dengan empat negara tersebut mengalami kenaikan, maka permintaan ke Asia Tenggara termasuk Indonesia juga mengalami kenaikan.

"Jadi lokomotifnya, paling terdepan adalah Amerika dan Eropa, menarik Tiongkok, Jepang, Korea Selatan dan TaiWA / SMSn, dan di belakang mereka baru Asia Tenggara. Saya melihatnya seperti itu," tutur Thomas yang kerap disapa Tom tersebut.

Menurut Tom, memang Indonesia juga merupakan eksportir langsung untuk ke Amerika Serika dan Eropa, namun, dengan adanya peningkatan ekonomi Tiongkok, Korea Selatan, Jepang dan TaiWA / SMSn maka Indonesia juga akan bisa mendapatkan keuntungan dari kondisi itu.

"Ada juga keuntungan langsung, kita eksportir langsung ke Amerika dan Eropa, tapi juga banyak peluang untuk kita terciprat peningkatan ekonomi di Tiongkok, Jepang, Korea Selatan dan TaiWA / SMSn," ujar Tom.

Ia menjelaskan, pertumbuhan Amerika dan Eropa merupakan siklus yang nantinya akan bisa mengalami perubahan, oleh karena itu, pemerintah Indonesia di satu sisi harus mampu merespon dalam jangka pendek dan juga harus mampu melihat ke depan.

"Pertumbuhan kali ini siklusnya adalah siapa yang bangkit terlebih dahulu. Jadi pada 2016 itu memang yang menjadi lokomotif Amerika dan Eropa. Namun, siklus itu nanti ada pergantian, dalam masa depan mungkin AS dan Eropa yang pertama bangkit, juga pertama jatuh. Dan pada saat mereka jatuh, Tiongkok dan India semakin kuat," imbuh Tom.

Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik, nilai ekspor pada periode Januari hingga November 2015 mencapai US$138,42 miliar atau mengalami penurunan sebesar 14,32% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar US$161,5 miliar.

Sementara impor pada periode yang sama sebesar US$130,61 miliar, atau mengalami penurunan sebesar 20,24% dari sebelumnya tercatat sebesar US$163,7 miliar.

Secara keseluruhan pada periode Januari--November 2015, neraca perdagangan Indonesia mengantongi surplus sebesar US$7,81 miliar, sementara pada periode yang sama 2014 mengalami defisit sebesar US$1,65 miliar.
  Menteri Saleh minta ekspor perabot rumah sumbang devisa USD 5 miliar

Merdeka.com - Menteri Perindustrian Saleh Husin memuji kemajuan industri mebel dan furniture di Indonesia yang terus meningkat. Berdasarkan data yang dimiliki oleh Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (ASMINDO) nilai ekspor mebel mencapai USD 1,7 miliar hingga USD 1,9 miliar per tahun.

"Pemasukan devisa dari kerajinan ini terus meningkat. Tahun 2014 saja tercatat mengalami peningkatan nilai transaksi mebel dan furniture sebesar USD 2,2 miliar dari tahun sebelumnya yang hanya USD 1,8 miliar," ujar Menteri Saleh usai pembukaan pameran International Furniture & Craft Indonesia (IFFINA) di Jakarta Convention Center, Jakarta, Kamis (10/3).

Peningkatan nilai tersebut, lanjut Menteri Saleh, menumbuhkan optimisme yang besar terhadap industri mebel dan furniture. Dirinya menargetkan, hingga 5 tahun mendatang nilai transaksi dalam kerajinan mebel dan furniture mampu tercapai sebesar USD 5 miliar untuk devisa Indonesia.

"Tentu ini perlu kerja keras, kerja bersama Kemenperin selaku pemerintah dan para pelaku di industri furniture dan kerajinan mebel untuk bagaimana kita terus meningkatkan kualitas mutu daripada produknya maupun desainnya yang terus dikembangkan" kata dia.

"Seperti kita tahu setiap daerah kan mempunyai desain yang unik, nah kami pemerintah mendorong agar hal ini dikembangkan," pungkasnya.
  Paket kebijakan ekonomi XI beri bunga rendah UKM berorientasi ekspor

Merdeka.com - Pemerintah masih akan terus mengeluarkan paket-paket kebijakan untuk mendorong sektor perekonomian Indonesia. Saat ini, paket kebijakan ekonomi kesebelas sedang dibahas.

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan, paket kebijakan kesebelas akan fokus menggarap kemudahan bagi Usaha Kecil dan Menengah agar bisa ekspor produk. Salah satu bentuk kemudahan tersebut ialah tingkat bunga kredit yang rendah.

"(Paket XI yang KUR?) Terkait dengan ekspor," kata Menteri Bambang di Kantor Menko Perekonomian, Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Selasa (8/3) malam.

Menteri Bambang mengatakan, bentuk bantuan akan seperti penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan tingkat bunga sama, namun, dengan plafon yang berbeda. "Ya kayak KUR biasa, cuman beda di plafon, tapi tingkat bunga sama," tuturnya.

Berbeda dari KUR yang disalurkan oleh perbankan, pembiayaan ekspor ini nantinya akan disalurkan melalui Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI). "LPEI. Ya nanti bagian dari KUR besar. (Nilainya?) Tunggu saja diumumin," ucapnya.

  AS masih setia jadi negara pengimpor terbesar kopiasal Sumut

Merdeka.com - Amerika Serikat hingga aWA / SMSl tahun 2016 masih menjadi negara pengimpor terbesar kopi, teh, dan rempah-rempah yang dihasilkan Provinsi Sumatera Utara.

"Bahkan ada tren peningkatan permintaan kelompok barang kopi dari AS di aWA / SMSl tahun 2016," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, Wien Kusdiatmono seperti ditulis Antara Medan, Minggu.

Pada Januari 2016, nilai ekspor kelompok barang itu ke AS naik 30,37 persen dari periode sama 2015 atau mencapai permintaan beragam kualitas.

Dari sebesar USD 20,933 juta pada Januari 2015 menjadi USD 27,291 juta di Januari 2016.

Selain ke AS, golongan barang tersebut juga diekspor ke negara lain, di antaranya Singapura, Jepang, Kanada, dan Inggris.

WA / SMSkil Ketua Umum Bidang Speciality dan Industri Kopi Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) Sumut, Saidul Alam mengatakan, ekspor kopi sumut diakui terbesar ke AS. Ekspor kopi Sumut ke AS ada di kisaran 65 persen dari total ekspor daerah itu.

Meski ada kenaikan permintaan dari beberapa negara termasuk China, tetapi ekspor kopi Sumut tetap terbesar ke AS.

Menurut dia, besarnya impor kopi ke AS karena dipicu dijadikannya kopi dari Sumut itu sebagai bahan pencampur kopi produk perusahaan kopi di negara tersebut.

Kondisi itu tercermin dari impor AS yang terdiri dari banyak jenis dan kualitas kopi Sumut mulai yang bermutu tinggi hingga standar.

Menurut Saidul, meski kualitas tanaman kopi petani belum 100 persen bagus, tetapi sudah mengarah ke komoditas yang bermutu.

  BKPM dorong penguatan substitusi impor dan orientasi ekspor

Merdeka.com - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) melakukan pengaWA / SMSsan dari nilai strategis dari pengaWA / SMSlan realisasi investasi 200 perusahaan tersebut. Adanya potensi nilai substitusi impor sebesar USD 634 juta dan nilai ekspor sebesar USD 15,2 miliar.

Ketua BKPM Franky Sibarani merinci potensi tersebut diperoleh dari 200 perusahaan tersebut. Dari total 59 perusahaan yang sudah selesai konstruksi dan siap untuk produksi komersil, potensi nilai subsitusi impor mencapai USD 453 juta dan potensi nilai ekspor sebesar USD 7,1 milliar. Sedangkan nilai subsitusi impor dari perusahaan yang saat ini masih dalam tahap konstruksi sebanyak 141 perusahaan sebesar USD 181 juta dan potensi nilai ekspor sebesar USD 8,1 miliar.

"Potensi nilai subsitusi impor dan rencana ekspor yang dapat meningkatkan perekonomian Indonesia sehingga kami terus mengaWA / SMSl proyek konstruksi perusahaan tersebut. Hal ini sejalan dengan rencana pemerintah untuk dapat mengurangi impor dan memanfaatkan barangbarang produksi dalam negeri selain tetap meningkatkan ekspor," ujar Franky di kantornya, Jakarta, Rabu (2/3).

Franky menjelaskan beberapa perusahaan juga akan membangun pembangkit tenaga listrik sendiri, dengan rencana akan menghasilkan listrik sebesar 4.190 MW. Sebagian besar akan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan perusahaan, namun ada juga perusahaan yang bekerjasama dengan PLN skema Power Purchase Agreement.

"Selain itu, beberapa perusahaan juga akan menjual listrik melalui PPA dengan PLN, sehingga perlu mendapatkan perhatian khusus," jelas dia.

Beberapa poin penting tersebut merupakan bagian dari program-program yang telah diluncurkan oleh BKPM dalam rangka membantu penanaman modal merealisasikan proyeknya.

Beberapa program di aWA / SMSl tahun yang sudah diluncurkan oleh BKPM diantaranya adalah Kemudahan Investasi Langsung Konstruksi (KLIK) serta layanan Izin investasi tiga jam yang bertujuan untuk untuk memberikan kepastian dan kemudahan bagi para calon investor potensial.

"BKPM akan terus bekerjasama dengan kementerian ataulembaga terkait untuk dapat menganalisis hambatan dan permasalahan yang dihadapi perusahaan, untuk kemudian mencari opsi terbaik penyelesaiannya. Di era persaingan saat ini, kami tentu tidak bisa berpuas diri, kami selalu berinovasi atas program-program yang mendukung investasi maupun mengurangi hambatan investasi seperti mengurangi perizinan untuk berinvestasi," tutup Franky.
  Picu Ekspor, Kementerian Kelautan Dorong Sister City

TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan akan mendorong daerah-daerah yang berada di pulau perbatasan untuk menjalin kerja sama antarkota melalui sister city. Kerja sama langsung antarkota atau negara dinilai bakal efektif menekn biaya perdagangan antar wilayah.

"Tidak cuma Jakarta, Surabaya saja. Kami ingin ada sentra ekspor baru," kata Sjarief di tengah rapat koordinasi pembangunan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu, di Jakarta, Selasa, 8 Maret 2016.

Sjarief mencontohkan, salah satu kerja sama perdagangan seperti ekspor yang sedang dibangun adalah Pulau Saumlaki, Maluku Tenggara Barat dengan Darwin, Australia. Kerja sama untuk menekan biaya distribusi ini di antaranya sangat memungkinkan karena jarak tempuh ke dua kota tak terlalu jauh.

Menurut Sjarief, WA / SMSktu tempuh dari Saumlaki ke Darwin dengan pesaWA / SMSt, misalnya, hanya memakan WA / SMSktu 45 menit. "Bila dibandingkan jika barang dibaWA / SMS ke Jakarta dulu, bisa sekitar 6 jam penerbangan (dari Darwin), akan menimbulkan disparitas harga yang tinggi," ucapnya.

Kementerian Kelautan dan Perikanan sendiri sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp 305 miliar untuk penanaman investasi di lokasi pulau kecil terluar dan kaWA / SMSsan perbatasan. Sebanyak 15 lokasi pulau terpilih yang menjadi sentra bisnis kelautan di antaranya Pulau Simeulue, Natuna, MentaWA / SMSi, Nunukan. Lalu ada Pulau Tahuna, Biak Numfor, Saumlaki, Tual, Timika, dan Morotai. Dana ratusan miliar itu bakal diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara serta Dana Alokasi Khusus.

WA / SMSkil Bupati Kabupaten Simeulue Hazrul Edyar berencana memperpanjang runWA / SMSy pesaWA / SMSt dari saat ini sepanjang 1.400 meter menjadi 2.000 meter. Ia berharap dengan perpanjangan itu bisa menarik investor lebih banyak. "Kalau kecil tidak ekonomis. Investor lebih safe memakai armada yang agak besar," katanya.

Sejauh ini beberapa negara yang sudah bekerja sama dengan Simeulue untuk mengekspor hasil laut berupa ikan adalah Singapura, Malaysia, dan Thailand. Ke depan, pemerintah kabupaten akan menjalin komunikasi dengan Cina untuk kerja sama ekspor lobster, teripang, kerapu, dan gurita. Gurita diminati karena bisa dimanfaatkan untuk pengobatan serta kosmetika.
  Tahun 2017, Bappenas Targetkan Ekspor Non migas Tumbuh10,4 Persen

TEMPO.CO, Jakarta - Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menetapkan target pertumbuhan ekspor non-migas tahun 2017 sebesar 10,4 persen, atau senilai US$ 153 miliar. Target tersebut nantinya akan "dibagi-bagi" untuk tiap provinsi. "Itu merupakan pendekatan baru yang Bappenas sedang rumuskan," kata Direktur Perdagangan, Investasi dan Kerjasama Internasional Bappenas Amalia Adininggar di kantornya, Jumat 4 Maret 2016.

Amalia menyatakan, Pemerintah sudah menyiapkan peta jalan alias road map untuk mendongkrak pertumbuhan ekspor non-migas. Salah satu langkah yang akan dilakukan dalam adalah dengan mematok target ekspor nonmigas untuk masing-masing provinsi. "Jadi, setiap pemerintah provinsi dituntut mengejar target pertumbuhan ekspor sesuai dengan potensi ekspornya," ujarnya.

Beberapa provinsi yang menjadi andalan akan dibebankan target yang relatif besar. Misalnya, untuk JaWA / SMS Barat target ekspornya dipatok US$ 26,02 miliar, DKI Jakarta US$ 11,94 miliar, JaWA / SMS Timur US$ 18,17 miliar dan JaWA / SMS Tengah US$ 7,57 miliar.

Amalia menyatakan, penetapan target ekspor tiap daerah ini dilakukan agar kejadian di tahun 2015 lalu tidak terjadi. Pada periode itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor non-migas turun 9,8 persen dari 2014.

Sementara itu, untuk tahun 2016 ini, Bappenas menargetkan pertumbuhan ekspor non-migas dalam rentang antara 4,5-5 persen. "Kami optimis karena ekonomi dunia juga sedang membaik," kata Amalia.

Bagaimanapun, ekonom Samuel Asset Manajemen Lana Soelistyaningsih menilai target yang ditetapkan pemerintah masih terlalu tinggi. "Jika dibandingkan dengan realisasi tahun lalu, ini lompatannya cukup jauh lho," ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar pemerintah tidak hanya menekan daerah untuk menggenjot ekspor. Peningkatan produksi komoditas ekspor tak akan berarti tanpa permintaan dari negara asing. Pertumbuhan ekonomi di negara tujuan ekspor utama Indonesia seperti Cina dan Amerika Serikat yang melambat harus diperhatikan. "Jadi Pemerintah pusat harus membantu mengembangkan pasar ekspor kita, termasuk di negara-negara non tradisional," katanya.
  Ekspor-Impor Turun, Neraca Perdagangan JaWA / SMS Barat Masih Surplus

TEMPO.CO, Bandung - Badan Pusat Statistik merilis nilai ekspor perdagangan JaWA / SMS Barat Januari 2016 sebesar US$ 1,98 miliar. Sedangkan nilai impor di bulan yang sama mencapai US$ 903,05 juta. “Neraca perdagangan kita terjadi surplus sebesar US$ 1,07 miliar,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) JaWA / SMS Barat Bachdi RusWA / SMSna di Bandung, Selasa, 1 Maret 2016.

Bachdi mengatakan nilai ekspor dan impor perdagangan luar negeri JaWA / SMS Barat pada Januari 2016 mengalami penurunan. Nilai ekspor turun 8,01 persen, dan impor turun 11,69 persen.

Volume ekspor Januari 2016 sebanyak 659,77 ribu ton, turun 11,02 persen dibandingkan Desember 2015. “Berdasarkan pelabuhan, minat untuk ekspor terbanyak dari Tanjung Priok, 89,63 persen,” kata Bachdi.

Penurunan ekspor terbesar terjadi pada ekspor nonmigas sebesar 7,78 persen. Ekspor JaWA / SMS Barat didominasi ekspor nonmigas. Pada Januari 2016 peranan ekspor nonmigas mencapai 97,26 persen terhadap total nilai ekspor keseluruhan.

Impor JaWA / SMS Barat juga didominasi impor nonmigas. Pada Januari 2016, impor nonmigas porsinya 96,68 persen atau setara US$ 873 juta. Sedangkan impor migas hanya US$ 30 juta. Volume impor Januari 2016 sebanyak 267,01 ribu ton, turun 33,47 persen dibandingkan Desember 2015 sebesar 401,32 ribu ton.
  Pengusaha Tolak Pembatasan Ekspor Rumput Laut

TEMPO.CO, Jakarta - Asosiasi Rumput Laut Indonesia (ARLI) menolak rencana Menteri Kelautan dan Perikanan untuk membatasi ekspor rumput laut. “Pasokan dan budidaya rumput laut masih banyak tersedia di dalam negeri, tapi serapannya masih rendah," kata Ketua Umum ARLI, Safari Azis di Menara Kadin, Jakarta, Rabu 17 Februari 2016.

Safari menyebut, luasnya sebaran usaha budidaya rumput laut baik di sepanjang pantai telah membuat Indonesia menjadi salah satu produsen utama rumput laut dunia. Data Kementerian Kelautan dan Perikanan mencatat produksi rumput laut Indonesia pada tahun 2015 mencapai 10.335.000 ton basah atau setara 1.033.500 ton kering. Di sisi lain, serapan industri dalam negeri terhadap rumput laut baru mencapai 87.429 ton kering.

Pembatasan ekspor sebelum industri hilir siap, menurut Safari, sama saja dengan membuat petani rumput laut makin miskin. "Hilirisasi harus dimatangkan dulu, sekarang belum banyak pabriknya," kata dia.

Safari menyatakan, pengusaha sebenarnya mendukung hilirisasi. Saat ini, katanya, ada anggota ARLI yang segera membangun empat pabrik pengolahan rumput laut di Sulawesi Selatan. Nilai investasinya sekitar Rp 15 miliar per pabrik dengan kapasitas 500 ton tiap bulan.

Untuk memperbanyak inveatasi semacam ini, Safari meminta pemerintah memberi insentif, misalnya berupa keringanan pajak atau pinjaman dengan bunga rendah. "Siapkan dulu pabrik-pabrik untuk membuat produk hilir sebelum melarang ekspor bahan baku," katanya.

Selain itu, Safari juga meminta pemerintah untuk serius membenahi logistik. Ia mencontohkan, ongkos kirim rumput laut mentah dari Makassar ke pabrik pengolahan di Surabaya bisa sampai Rp 1.000 per kilogram, sedangkan produk yang sama dari Cina bisa didatangkan dengan ongkos kirim Rp350 per kilogram. "Ini masih perlu dibenahi," katanya.

Ekspor rumput laut Indonesia pada 2014/ tercatat sebanyak 200.706 ton di tahun. Angka itu naik jadi 206.305 ton di tahun 2015.

Sebelumnya, Meneri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti meWA / SMScanakan pengurangan ekspor rumput laut mentah sebesar 10 persen pada tahun ini. Pengurangan akan dilanjutkan 25 persen lagi pada 2017 hingga sama sekali berhenti mengekspor rumput laut mentah pada 2020.
  Rusia jadi pasar potensial ekspor tepung kelapa asal Sulut

Merdeka.com - Pejabat Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulawesi Utara (Sulut) mengatakan ekspor tepung kelapa Sulut ke Rusia selama Februari 2016 mencapai 78 ton.

"Pekan kedua 52 ton dan di akhir Februari 26 ton," kata Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulut, T Hasudungan Siregar seperti ditulis Antara Manado, Minggu (6/3).

Total devisa yang diperoleh dari dua kali ekspor tersebut sebanyak USD 123.200.

Hasudungan mengatakan, pasar Rusia sangat potensial untuk ekspor komoditas turunan kelapa ini karena masyarakat di sana menggunakannya untuk bahan baku makanan seperti roti dan kue lainnya.

Dia berharap permintaan tepung kelapa yang tinggi dari Rusia akan dimanfaatkan dengan baik oleh petani dan pengekspor Sulut.

Guna mempertahankan potensi pasar tersebut, Hasudungan meminta pengekspor untuk memperhatikan kualitas dan kuantitas produk sehingga pasar tidak akan beralih ke daerah lain. "Selain itu yang tidak kalah penting kontinuitas pengiriman barang harus sesuai kontrak, karena buyers luar negeri tidak akan mau adanya keterlambatan," jelasnya.

"Selain itu, WA / SMSdah penyimpanan dan pengiriman harus higienis jangan sampai mempengaruhi produk di dalamnya apalagi sering terjadi pergantian cuaca pada saat pengiriman."

Menurut dia, produk ekspor Sulut telah melalui serangkaian uji laboratorium dan memenuhi semua kriteria pasar internasional sehingga tidak perlu diragukan lagi.

Produk tepung kelapa di Sulut paling banyak di produksi di Kota Manado, Kabupaten Minahasa selatan,Kabupaten Minahasa Utara dan Kota Bitung.
  Benarkah impor suku cadang pesaWA / SMSt F-16 TNI AU ilegal

Merdeka.com - Diduga menjual suku cadang pesaWA / SMSt F-16 ke Indonesia secara ilegal, Scott A Williams (51), pria asal Huntsville, Negara Bagian Utah, Amerika Serikat dibekuk aparat keamanan. Dia langsung dijebloskan ke dalam bui dan kini sedang menjalani persidangan.

Pengadilan Negeri di AS menyatakan Williams didakWA / SMS atas dua kali ekspor barang ilegal, kesalahan dokumen, dan mengubah properti AS. Dalam laporannya, harian The Salt Lake Tribune menyebut Williams adalah mantan pegaWA / SMSi kontrak di Pangkalan Udara Hill.

Dia ketika itu bekerja di baWA / SMSh Program Perdagangan Kementerian Luar Negeri dengan tanggung jaWA / SMSb khusus bagian suku cadang F-16.

Menurut jaksa Federal, dalam surat dakWA / SMSan pekan lalu dikatakan Williams telah mengekspor dua suku cadang rakitan F-16. Dua ekspor suku cadang itu termasuk dilarang.

Selain itu dia juga telah menyiapkan sebuah dokumen yang berisi izin rakitan suku cadang F-16 untuk diekspor ke Indonesia. Surat dakWA / SMSan selanjutnya menyatakan Williams mengirimkan sejumlah dokumen terkait penjelasan teknis pesaWA / SMSt F-16.

Dia juga kemudian mengubah data teknis F-16 untuk kepentingan sendiri dan pihak lain melalui hard disk eksternal yang berisi dokumen Angkatan Udara AS. Dokumen-dokumen itu merupakan bagian dari tanggung jaWA / SMSb Williams seWA / SMSktu dia bekerja sebagai manajer keuangan di Pangkalan Udara Hill.

Dia sudah ditangkap pada 19 Februari lalu dan dihadapkan ke pengadilan yang dipimpin Hakim Dustin Pead.

Hukuman maksimal bagi siapa pun yang menjual barang dari AS secara ilegal adalah 10 tahun penjara. Sedangkan kesalahan dokumen bisa dipenjara lima tahun. Sedangkan mengubah properti milik negara bisa dikenai penjara 10 tahun.

"Kantor Kejaksaan meWA / SMSkili kepentingan negara Amerika Serikat di pengadilan dan kami berkomitmen melindungi aset serta teknologi milik Angkatan Udara dan Kementerian Pertahanan," kata Jaksa John W Huber Selasa lalu.

Sementara itu, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) memastikan seluruh pembelian suku cadang untuk pesaWA / SMSt tempur F-16 dari Amerika Serikat (AS) legal. Apalagi, proses pembeliannya dilakukan antar pemerintah, tidak melalui pihak ketiga.

"Kami tidak tahu (kasus penjualan suku cadang ilegal), namun dapat kami pastikan semua legal. Setelah kami cek semua tidak ada yang menyalahi aturan," tegas Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispen AU) Marsekal Pertama Dwi Badarmanto saat dikonfirmasi merdeka.com, Kamis (3/3).

Badarmanto mengungkapkan, berdasarkan informasi yang mereka dapatkan, penyelidikan kasus tersebut terjadi berdasarkan kontrak pembelian suku cadang pada 2013. Setelah melakukan penyelidikan internal, dia memastikan seluruh surat-surat pembelian lengkap dan tak ada satupun yang menyalahi aturan resmi.

"Pembeliannya G to G. Kalau ada kesalahan AS kan orang AS, itu bukan urusan kita," sahutnya.

Saat ini, kasus yang melibatkan Williams masih berlangsung. TerdakWA / SMS juga menyatakan dia tidak bersalah atas empat tuntutan jaksa. Sidang selanjutnya akan berlangsung 2 Mei mendatang.
 
 
   Tugas dan fungsi serta tanggung jaWA / SMSb
 seorang bagian HRD
  Pengertian Tugas dan Fungsi HRD

Pengertian Tugas dan Fungsi HRD HRD adalah singkatan dari Human Resources Development. Dalam ilmu terapannya, HRD biasa disebut sebagai “Personalia” atau “KepegaWA / SMSian”. HRD dalam manajemen juga biasa disebut dengan “Human Capitol” atau “Human Resources Management”.

Arti lain dari Human Resources Development (Sumber Daya Manusia/SDM) adalah suatu proses menangani berbagai masalah pada ruang lingkup karyaWA / SMSn, pegaWA / SMSi, buruh, manajer dan tenaga kerja lainnya untuk dapat menunjang aktifitas organisasi atau perusahaan demi mencapai tujuan yang telah ditentukan. Bagian atau unit yang biasanya mengurusi sdm adalah departemen sumber daya manusia. Manajemen sumber daya manusia juga dapat diartikan sebagai suatu prosedur yang berkelanjutan yang bertujuan untuk memasok suatu organisasi atau perusahaan dengan orang-orang yang tepat untuk ditempatkan pada posisi dan jabatan yang tepat pada saat organisasi memerlukannya.

Tugas, Tanggung JaWA / SMSb dan Peran HRD dalam perusahaan antara lain :

1. HRD bertugas melakukan persiapan dan seleksi tenaga kerja ( Preparation and Selection )

  - Persiapan ( Preparation )
Ada dua hal yang perlu diperhatikan dalam hal melakukan persiapan, antara lain factor internal dan factor eksternal. Faktor internal dalam persiapan meliputi jumlah kebutuhan karyaWA / SMSn baru, struktur organisasi, departemen terkait, dan sebagainya. Sedangkan factor eksternal dalam hal persiapan meliputi hokum ketenagakerjaan, kondisi pangsa tenaga kerja, dan lain sebagainya.

  - Rekruitmen Tenaga Kerja ( Recruitment )
Recruitment adalah sebuah proses untuk mencari calon pegaWA / SMSi atau karyaWA / SMSn yang dapat memenuhi kebutuhan SDM organisasi atau perusahaan. Dalam tahapan ini HRD perlu melakukan analisis jabatan yang ada untuk membuat deskripsi pekerjaan ( job description ) dan juga spesifikasi pekerjaan ( job specification ).

  - Seleksi Tenaga Kerja ( Selection )
Pengertian dari seleksi tenaga kerja adalah sebuah proses yang dilakukan untuk menemukan tenaga kerja yang tepat dari sekian banyak kandidat. Tahapan yang dilakukan dalam proses seleksi tenaga kerja, yaitu melihat daftar riWA / SMSyat hidup/ CV, melakukan seleksi aWA / SMSl berdasarkan CV pelamar, pemanggilan pelamar untuk tes interview, menguji calon karyaWA / SMSn dengan test tertulis, proses interview/ WA / SMSWA / SMSncara kerja, dan proses selanjutnya.

2. Pengembangan dan Evaluasi KaryaWA / SMSn ( Development and Evaluation )
Agar tenaga kerja atau karyaWA / SMSn dapat berkontribusi secara maksimal terhadap perusahaan atau organisasi, maka ia harus menguasai pekerjaan yang menjadi tugas dan tanggung jaWA / SMSbnya. Proses pengembangan dan evaluasi karyaWA / SMSn dilakukan sebagai sebuah pembekalan agar tenaga kerja dapat lebih menguasai dan ahli di bidangnya, serta meningkatkan kinerja yang ada.

3. Pemberian Kompensasi dan Proteksi pada PegaWA / SMSi
Kompensasi adalah imbalan atau upah atas kontribusi kerja pegaWA / SMSi secara teratur dari organisasi atau perusahaan. Pemberian kompensasi harus tepat dan sesuai dengan kondisi pasar tenaga kerja yang ada pada lingkungan eksternal agar tidak menimbulkan masalah ketenagakerjaan atau kerugian pada organisasi atau perusahaan.

  Fungsi HRD :
  - Internal : HRD yang bekerja sebagai trainer terhadap pegaWA / SMSi di dalam perusahaan.
  - Eksternal : PegaWA / SMSi HRD yang memeilki konseling diluar kategori perusahaan dapat dilihat dari tingkat kemampuan dan kemauan tinggi maka kemampuan akan mengikuti.

  Seseorang HRD yang dapat dikatakan Baik :
  - I do what you love, love what you do : dimana orang yang berhasil dan dapat dikatakan baik dalam bidang HRDnya apabila ia melakukan pekerjaan atau kegiatan dengan cinta, dan ia mencintai kegiatan atau pekerjaan yang ia lakukan.
  - Gratefull : Tidak mudah menyerah , seseorang berhasil dalam pekerjaan karena ia tidak mudah menyerah dan terus berusahadengan semua masalah dan hambatan yang ada.
  - Healthy Live : bersyukur akan semua yang didapatkan dan selalu menerima apa yang telah ia lakukakan, karena ada pepatah bilang apa yang kamu tanam maka itu yang akan kamu dapatkan.
  - Integritas : orang yang berhasil dalam HRD adalah orang yang dapat berbicara dan dapat menerpakan perkataannya dengan perbuatan, tidak hanya itu ia juga dapat mengontrol pribadinya dengan norma-norma lingkngan yang ada.
  - Social Skill : kemampuan berhubungan dengan orang lain denngan baik dan dapat bergabung dengan berbagai kalangan dan golongan.
  - Dream and Think Big : bermimpi dan berpikir besar dimana setiap orang dapat bermimpi dan meluangkan pemikiran yang besar dan berkembang untuk perusahaan dan organisasi yang mereka naungi.
  - Confidence : kepercayaan diri mampu meningkatkan hasil yang maksimal.
  - On Time : tepat WA / SMSktu, dengan kamu selalu disiplin untuk tepat WA / SMSktu secara tidak sadar kamu merhargai dirimu dan orang lain.
  - Open Minded : berpikiran terbuka dan selalu mengikuti semua perubahan positif yang ada.
  - Respect : menghargai, menghormati dan peka akan suatu perubahan yang ada pada lingkungan sekeliling kita.
  - Never Give Up : jangan mudah putus asa.
  - Just Perfom : lakukan semaksimal mungkin dan berikan yang terbaik.

Tugas terpenting kepala HRD adalah :
1 Developing People yaitu pengembangan kemampuan pegaWA / SMSi dalam potensi kerja.
2 Dapat menyelesaikan masalah denngan 4 tahapan yaitu :
  - Obeservasi
  - Empati
  - Berdialog
  - Intropeksi
Dalam HRD, pengembangannya lenih terpaku dalam mengembangkan intangibles dibandingkan tangibles, mengapa demikian?
- Karena intangibles adalah aset yang tidak pernah habis dan dpat selalu dikembangkan kapanpun, dimanapun dan bagaimanapun. Dan dalam intangibles juga dapat dilakukan pengembangan secara keseluruhan dari basic hingga kemampuan yang telah handal.

Sumber : Young on Top (Billy Boen, Andy F. Noya)
  Tugas dan Tanggung JaWA / SMSb Departemen HRD
HRD (Human Resources of Development) Manager ini mempunyai fungsi dan lingkup pekerjaan yaitu :
1. Bertanggung jaWA / SMSb di dalam pengelolaan dan pengembangan Sumber Daya Manusia, yaitu dalam hal perencanaan, pelaksanaan dan pengaWA / SMSsan kegiatan sumber daya manusia, termasuk pengembangan kualitasnya dengan berpedoman pada kebijaksanaan dan prosedur yang berlaku di perusahaan.
2. Bertanggung jaWA / SMSb terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan-kegiatan pembinaan government & industrial serta mempunyai keWA / SMSjiban memelihara dan menjaga citra perusahaan.

Sedangkan uraian tugas dari HRD (Human Resources of Development) Manager adalah sebagai berikut:
1. Menyusun, merencanakan, mengaWA / SMSsi dan mengevaluasi anggaran biaya kegiatan secara efektif dan efisien serta bertanggung jaWA / SMSb terhadap setiap pengeluaran hasil kegiatan
2. Bertanggung jaWA / SMSb terhadap perencanaan, pengaWA / SMSsan dan melaksanakan evaluasi terhadap jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan oleh perusahaan.
3. Melaksanakan seleksi, promosi, transfering, demosi terhadap karyaWA / SMSn yang dianggap perlu.
4. Melaksanakan kegiatan-kegiatan pembinaan, pelatihan dan kegiatan lain yang berhubungan dengan pengembangan mental, keterampilan dan pengetahuan karyaWA / SMSn sesuain dengan standard perusahaan.
5. Bertanggung jaWA / SMSb terhadap kegiatan yang berhubungan dengan rekapitulasi absensi karyaWA / SMSn,perhitungan gaji, tunjangan dan bonus.

HRD ( Human Resources of Development ) Recruitment
Tugas Pokok dan Tanggung JaWA / SMSb:
1. Bertanggung jaWA / SMSb dalam membantu dan melaporkan kepada HRD (Human Resources Of Development) Managerdalam bidang hiring & firing tenaga kerja.
2. Menyusun prosedur seleksi recruitment karyaWA / SMSn baru.
3. Melakukan koordinasi ke departemen lain untuk mengumpulkan rencana permintaan karyaWA / SMSn setiap tahun dan membuat status data karyaWA / SMSn dan turnover setiap bulan dari masing-masing divisi.
4. Memasang iklan lowongan kerja, melakukan sortir lamaran, melakukan tes psikologi dan interview aWA / SMSl untuk mendapatkan calon karyaWA / SMSn yang sesuai.
5. Merekomendasikan kandidat berdasarkan hasil tes psikologi dan interview aWA / SMSl, serta mengatur jadWA / SMSl interview lanjutan (user, hrd, presdir), agar proses rekrutmen dapat berjalan dengan baik sesuai rencana.
6. Menyiapkan perjanjian kerja dan kontrak kerja karyaWA / SMSn serta mengupdate masa berlakunya kontrak kerja.
7. Menginput data karyaWA / SMSn dan ke sistem agar semua terdata dengan baik
8. Membuat laporan rekapitulasi mutasi, promosi dan status karyaWA / SMSn (tambahan anak, menikah, berhenti).

General Affair Supervisor
Tugas Pokok dan Tanggung JaWA / SMSb:
1. Mendukung seluruh kegiatan operasional kantor dengan melakukan proses pengadaan seluruh peralatan kebutuhan kerja (seperti; ATK, komputer, meja/kursi kerja, AC, dst), maupun sarana atau fasilitas penunjang lain (seperti; kendaraan operasional, office boy, satpam, operator telpon, dst.) dengan cepat, akurat/berkualitas serta sesuai dengan anggaran yang ditentukan.
2. Melakukan analisa kebutuhan anggaran atas pengadaan dan pemeliharaan seluruh fasilitas dan sarana penunjang aktivitas kantor untuk kemudian diajukan kepada bagian keuangan dan manajemen perusahaan untuk dianggarkan dan disetujui. Melakukan aktivitas pemeliharaan atas seluruh fasilitas dan sarana penunjang, serta melakukan proses penggantian atas fasiltias/sarana penunjang yang rusak.
3. Membina hubungan dengan para vendor atau supplier barang dan jasa fasilitas/prasarana kantor serta membantu dalam menangani komplain atas vendor/supplier termasuk tindak lanjut atas penanganan nota pembayaran/invoice maupun kontrak kerja dengan pihak terkait.
4. Membuat, menjalankan dan mengembangkan sistem kerja/prosedur atas pengadaan dan pemeliharaan fasilitas penunjang kerja.
5. Melakukan survei tingkat kepuasaan atas pelayanan yang diberikan kepada seluruh karyaWA / SMSn/unit dalam perusahaan untuk tujuan peningkatan kualitas/mutu, ketepatan dan kecepatan pelayanan yang diberikan.
6. Menyiapkan laporan bulanan untuk keperluan rapat anggaran, laporan keuangan atas aset dan beban biaya kantor.

Non Material WA / SMSrehouse Staff
Tugas Pokok dan Tanggung jaWA / SMSb:
1. Melakukan kontrol stock barang-barang keperluan kantor, seperti ATK, Alat Kebersihan, dsb.
2. Bertangung jaWA / SMSb atas keluar masuknya barang- barang keperluan perusahaan, seperti ATK, Alat Kebersihan, dan barang-barang yang dibutuhkan baik untuk keperluan dalam maupun luar kantor.
Compensation and Benefit Supervisor
Tugas Pokok dan Tanggung jaWA / SMSb:
1. Menganalisis dan mengembangkan sistem remunerasi di perusahaan sebagai rekomendasi untuk meningkatkan motivasi karyaWA / SMSn dan mendukung pencapaian target kinerja perusahaan.
2. Memaintain dan memverifikasi data / pencatatan kehadiran pekerja, Surat Perintah Kerja Lembur, shift, cuti, training, dinas dan medical sehingga dapat dipakai sebagai dasar yang benar dalam membayarkan kompensasi dan benefit (salary, alloWA / SMSnce, incentive, iuran pensiun/asuransi)
3. Melakukan proses payroll berdasarkan data yang benar sehingga pembayaran gaji dapat dilakukan dengan jumlah yang benar dan tepat WA / SMSktu
4. Memverifikasi expense report yang diajukan pekerja atas perjalanan dinas, cuti, medical, training, sehingga pembayaran dapat dilakukan dengan jumlah yang benar
5. Memproses administrasi perjalanan dinas didalam dan diluar negeri (reservation, advance, formalitas), sehingga perjalanan dapat dilakukan dengan tepat WA / SMSktu dan lancar.
6. Memaintain fasilitas perusahaan (perumahan, kendaraan, telepon, komputer) sesuai dengan policy dalam rangka program retensi dan peningkatan produktivitas pekerja
7. Menyelenggarakan administrasi pensiun / asuransi / pajak dan pengakhiran pekerja sesuai dengan ketentuan, agar setiap proses pembayaran dilaksanakan dengan benar & tepat WA / SMSktu.

Payroll Staff
Uraian tugas :
1. Melakukan proses pengambilan cuti tahunan dan mempersiapkan laporan-laporannya.
2. Melakukan proses pengambilan “Day Off Payment”, tukar “Day Off” dan tukar shift karyaWA / SMSn.
3. Melakukan perhitungan “meal coupon” karyaWA / SMSn.
4. Membantu HRD (Human Resources of Development) Administrator dalam pengarsipan dan pembuatan surat-surat.

Welfare Staff
1. Mengajukan dana untuk penggantian obat raWA / SMSt jalan setiap 2 kali seminggu, bagi karyaWA / SMSn yang telah menyampaikan resep pengobatan dari dokter.
2. Membuat laporan dana iuran Pensiun / astek setiap bulan.
3. Memeriksa dan mendata ijin sakit karyaWA / SMSn.
4. Mengurus administrasi ke asuransi / rumah sakit.

Trainning & Development Supervisor
1. Melakukan proses trainning new comer.
2. Melakukan proses trainning motivasi kepada seluruh karyaWA / SMSn setiap 1 tahun sekali.
3. Melakukan proses trainning sesuai dengan masing-masing departemen.
4. Menyiapkan segala administrasi yang berhubungan dengan trainning.
5. Mendata karyaWA / SMSn yang butuh trainning khusus.
6. Membuat laporan rekapitulasi pelaksanaan training dan evaluasi pelaksanaan untuk dikirimkan ke direksi.

Sumber :
  Bagaimana agar HRD tidak jadi musuh KaryaWA / SMSn

Permasalahan yang kerap dialami seorang Manajer HRD adalah sulitnya organ-organ perusahaan membedakan antara tugas-tanggung jaWA / SMSb HRD dengan tugas-tanggung jaWA / SMSb para manajer lini. Khususnya, dalam menangani persoalan-persoalan para karyaWA / SMSn yang notabene juga anak buah para manajer lini. Pada era sebelumnya, HRD masih disebut dengan bagian Personalia. Tugasnya hampir sama dengan Biro KepegaWA / SMSian kalau di PegaWA / SMSi Negeri. Semua masalah kepegaWA / SMSian dari mulai absensi, cuti, penilaian karyaWA / SMSn, pemberian gaji, tunjangan kesehatan, pembagian bonus, bimbingan dan konsultasi, pemberian sanksi terhadap pelanggaran kedisiplinan, serta seabrek tugas kepegaWA / SMSian lainnya, semua Bagian Personalia yang mengurusi.

Sampai sekarang citra HRD sebagai Personalia masih saja melekat di banyak anggota organisasi. Sehingga kalau ada kejadian pelanggaran kedisiplinan, rendahnya kinerja, ada karyaWA / SMSn yang mengundurkan diri, kekacauan penghitungan lembur, pengajuan persetujuan gaji, serta keputusan-keputusan lain yang menyangkut kepegaWA / SMSian, selalu diserahkan kepada HRD. Pendek kata, HRD dijadikan tumpuan penyelesaian setiap persoalan karyaWA / SMSn. Seolah semua menjadi tanggung jaWA / SMSb HRD. Para atasan lain tinggal "terima beres". Mereka merasa tugasnya adalah pekerjaan di bagiannya, dan bukan menangani karyaWA / SMSn bermasalah, meskipun karyaWA / SMSn tersebut adalah baWA / SMShan mereka secara langsung.

Akibatnya, kesannya HRD seperti “polisi” di perusahaan, yang tugasnya selalu mengaWA / SMSsi pelanggaran-pelanggaran karyaWA / SMSn, dan menertibkannya. HRD juga sering dianggap “Santa Claus” yang bisa memberikan anugerah berupa kenaikan gaji. Sebaliknya, bila tidak ada kenaikan gaji berarti juga “dosa” HRD. Bisa jadi HRD menjadi sasaran umpatan-umpatan atau yang lebih parah menjadi “musuh bersama”, bila ada kebijakan perusahaan yang merugikan karyaWA / SMSn. Padahal, kalau ada penerimaan karyaWA / SMSn baru, para manager lini juga minta dilibatkan (dalam memutuskan), agar mereka bisa mendapatkan anak buah yang sesuai dengan keinginan mereka.

Oleh sebab itu, pada konsep yang baru, HRD mesti dibedakan dengan Personalia. HRD, fungsi dan tugasnya fokus pada pengembangan kamampuan dan pemberdayaan sumber daya manusia (SDM) --bagaimana meningkatkan kontribusi SDM terhadap pencapaian tujuan organisasi. Urusan kepegaWA / SMSian sehari-hari di lapangan mesti ditangani sendiri oleh para atasan pada bagian masing-masing. Hal ini karena fungsi personalia mesti melekat di semua manajer. Setiap manajer memiliki tanggung jaWA / SMSb secara organisasi terhadap setiap baWA / SMShannya, baik mengenai pengaturan kerja (termasuk supervisi), kinerja, bimbingan dan konsultasi, sikap, sampai ke soal pengajuan remunerasi.

Pertanyaannya kemudian, apakah fungsi HRD lantas sama sekali tidak bersinggungan dengan masalah kepegaWA / SMSian? Tetap ada persinggungannya. Hanya saja HRD lebih bersifat ke penyusunan sistem, sedangkan pelaksanaan kesehariannya diserahkan (tanggung jaWA / SMSb dan wewenangnya) kepada masing-masing atasan, agar setiap atasan dapat menjalankan fungsi manajerial mereka. Sebagai contoh adalah soal performance review. Dalam hal penilaian, maka HRD mesti membuat sistem dan prosedur penilaian, sedangkan yang berhak memberikan penilaian adalah atasan, karena setiap hari yang tahu kinerja karyaWA / SMSn adalah atasannya. Juga mengenai hak cuti. Yang menyusun prosedur cuti adalah HRD, tapi yang berhak menyetujui atau tidak cuti tersebut adalah atasan.

Pengertian-pengertian yang demikian mesti disosialisasikan kepada seluruh atasan, agar mereka memahami fungsi dan tanggung jaWA / SMSb manajer, serta fungsi dan tanggung jaWA / SMSb HRD. Dengan demikian mereka tidak seenaknya saja melemparkan setiap permasalahan karyaWA / SMSn kepada HRD. Sebaliknya, HRD juga tidak begitu saja menjadi bulan-bulanan karyaWA / SMSn karena dianggap “mata-mata” atau “kaki tangan” pemilik perusahaan. HRD tidak lagi menjadi musuh. Sehingga diharapkan HRD dapat fokus pada pengembangan SDM yang ada di perusahaan.

Sumber : HRD Practice
  Apa yang harus HR lakukan untuk karyaWA / SMSn yang akan keluar

Sebagai HR sudah tentu biasa melakukan interview calon pekerja. Banyak sekali teori yang membahas mengenai metode, trik, tips atau cara dan lain sebagainya yang berhubungan dengan interview calon pekerja. Namun tahukah anda bahWA / SMS karyaWA / SMSn yang mengundurkan diri juga perlu dilakukan interview

Apa itu exit interview? Ada banyak sekali definisi tentang exit interview, namun secara garis besarnya adalah WA / SMSWA / SMSncara yang dilakukan untuk karyaWA / SMSn yang akan meninggalkan perusahaan (memutuskan hubungan kerja dengan perusahaan). Tujuan dari exit interview ini adalah untuk mengetahui faktor yang mendasari keputusan karyaWA / SMSn untuk keluar sehingga secara umum dapat memberikan feedback untuk Perusahaan kedepannya. Feedback itulah yang menjadi salah satu dari sekian banyak faktor untuk membuat arah kebijakan Perusahaan kepada karyaWA / SMSn.

Lalu apa saja yang harus anda tanya pada saat exit interview itu? dan bagaimanakah bentuk form nya. Anda dapat melihat contohnya di Exit Interview.

Ingat, tujuan utama dari exit interview yang kita lakukan adalah, mencoba mengetahui dasar mengapa si karyaWA / SMSn tersebut mengundurkan diri, sehingga setelah kita tahu dasar alasannya maka kita dapat menerapkan fungsi-fungsi HR yang lain seperti pembinaan karyaWA / SMSn. Mengapa pembinaan karyaWA / SMSn?. Yups.. anda benar !. Bisa jadi karyaWA / SMSn tersebut resign karena alasan yang masih dapat diperbaiki dengan cara kita memberikan penjelasan lebih rinci tentang apa yang dijadikan dasar alasannya tersebut. Misal kurangnya komunikasi dengan atasan sehingga karyaWA / SMSn merasa tidak nyaman dengan atasannya, bingung dengan pembagian kerja yang dilakukan atasan, kurang mengetahui budaya perusahaan, merasa dicueki teman, merasa dibohongi Perusahaan. Itu adalah sekelumit alasan-alasan yang HR dapat "bantu" menerangkannya kembali, menjelaskannya lebih detail, menyambungkan dengan pihak terkait dll.

Selanjutnya apabila exit interview telah dilaksanakan maka yang harus kita lakukan adalah melakukan exit clearance. Apa fungsinya exit clearance tersebut? adalah memastikan bahWA / SMS karyaWA / SMSn yang resign tersebut telah melakukan serah terima mulai dari pekerjaannya dan perlengkapan kerja yang di"pinjamkan" kepada nya.

Pelengkap selanjutnya adalah surat pernyataan dari karyaWA / SMSn tersebut.

Apakah ada lagi? Tentu ada. Anda harus menghitung hak-hak ybs. Mulai dari Gaji sampai dengan hari terakhir ybs bekerja, Uang Pisah (Bila ada), Kompensasi Cuti (Bila masih ada sisa hak cuti belum dipakai), Biaya ongkos pulang dan lain-lain yang telah diperjanjikan atau diatur di PP atau PKB. Lihat Pasal 162 UU No. 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan.

Sumber : HRD Practice
  Tantangan Bergabung Menjadi Bagian Human Resources
Tanpa pegaWA / SMSi, perusahaan tidak akan bisa menjalankan kegiatan usahanya. Agar bisa mendapatkan pegaWA / SMSi yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan maka dibutuhkan beberapa tahapan tes, salah satunya WA / SMSWA / SMSncara yang dilakukan oleh divisi Human Resources (HR).

HR tak bisa lepas dari fungsinya untuk melakukan pengembangan tenaga kerja sehingga perusahaan mempunyai tenaga kerja yang efektif dan efisien.

Menurut Nurina, HR Rifka Annisa Woman Crisis Centre, HR dulu dipandang hanya mengurusi urusan administratif semata, hanya mengurus arsip-arsip karyaWA / SMSn. HRD juga sering disebut sebagai pekerja paper work. “Semakin kesini peran HR semakin stategis, karena peran HR untuk mengatur manusia sebagai aset bukan diperlakukan sebagai robot, memperlakukan staf sebagai rekan,” jelas Nurina.

Peran HR pun tak hanya di bidang administrasi, tetapi juga mengurus tugas-tugas pada level management karena akan bertemu dengan pihak-pihak eksternal. Rinanti Nur Hapsari, HR ECC UGM, menyebutkan tugas-tugas HR antara lain, “HR mengurus surat-surat kontrak kerja, absensi karyaWA / SMSn, berhubungan dengan perusahaan-perusahaan yang menyangkut ekspatriat sehingga otomatis mengurus legalitas dengan instansi pemerintah."

Menjadi seorang HR harus memiliki kemampuan prediksi beberapa tahun ke depan. Misalnya jika perusahaan akan memensiunkan seribu karyaWA / SMSn pada tahun 2015, maka sejak tahun 2008 harus sudah merekrut pegaWA / SMSi baru untuk melakukan regenerasi. Saat merekrut perusahaan pada 2008 tersebut, maka perusahaan sudah mempersiapkan pemimpin-pemimpin baru dan bisa melihat kompetensi siapa yang pantas menjadi leader. “HR WA / SMSjib menyediakan pekerja kompeten yang dibutuhkan user perusahaan,” ucap Riri, sapaannya.

Menentukan kualifikasi karyaWA / SMSn
Seorang HR harus mengetahui apa bidang kerja perusahaan, apa saja yang dibutuhkan masing-masing divisi,dan job description masing-masing divisi. Kemudian, HR melakukan analisa jumlah pekerja dan kualifikasi kandidat yang dibutuhkan perusahaan.

'Kandidat yang dicari bisa yang sudah berpengalaman ataupun fresh graduate,” kata Nurina. HR tak melulu melakukan rekrutmen orang-orang baru, tetapi bisa melakukan development employee. Misalnya perusahaan membutuhkan seseorang untuk mengisi posisi manajer, HR bisa melakukan promosi dari pegaWA / SMSi yang sudah bekerja beberapa tahun di perusahaan.

Hal-hal yang sering dihadapi oleh perusahaan salah satunya adalah penurunan motivasi kerja karyaWA / SMSn. Hal ini menjadi masalah karena menentukan produktivitas perusahaan dan tugas HR adalah melakukan analisa. Jika yang mengalami penuruanan motivasi kerja satu atau dua orang saja, HR bisa melakukan pendekatan atau konseling. “Kalauyang bersangkutan sedang down, kita ajak ngobrol, disini fungsi konseling berjalan. Ini bukan evaluasi, tapi dalam rangka ‘aku ingin membantu dirimu’," kata Nurina.

Selain itu reWA / SMSrd dari perusahaan juga penting untuk menumbuhkan motivasi seorang pekerja. Dan reWA / SMSrd tidak selalu berupa uang. Misalnya seperti yang dilakukan Rifka Annisa, dimana penghargaan yang diberikan bisa berupa beasisWA / SMS ke luar dan dalam negeri, networking, pengembangan-pengembangan diri seperti belajar menjadi fasilitator dan narasumber. Hal tersebut juga ampuh untuk mempertahankan karyaWA / SMSn agar tidak mengundurkan diri.

Tak harus jurusan psikologi
Menjadi seorang HR tidak selalu dari jurusan psikologi, semua tergantung dri kebutuhan perusahaan. Masing-masing perusahaan mempunyai pandangan berbeda tenang fungsi HR, Riri mengatakan, “Tergantung perusahaan menempatkan fungsi HR, jika berfungsi sebagai pihak yang mengurus rekrutmen, ya dari jurusan psikologi, kalau untuk benefit, ya jurusan ekonomi.” Ia mengatakan tak ada batasan menjadi HR harus berasal dari jurusan psikologi, tetapi untuk masalah rekrutmen memang dibutuhkan keahlian khusus dan hanya jurusan psikologi yang diajari. Tak jarang para pekerja mengalami penurunan performa pada tiga bulan setelah direkrut menjadi pegaWA / SMSi baru. Perusahaan tidak bisa langsung melakukan pemecatan pekerja. Seorang pekerja mengalami penurunan performa kerja salah satunya karena tidak cocok dengan budaya perusahaan, misalnya budaya perusahaan yang penuh dengan deadline.

Dalam hal ini yang bisa dilakukan perusahaan. “Pertama lihat penyebabnya, apakah ada yang memicu penurunan performa, mungkin dia bukan ditempat yang tepat jadi tidak enjoy, bisa jadi dia akan merasa enjoy jika dipindahkan di divisi lain,” pungkas Riri.

Sumber : Desinta WA / SMShyu K. (Carrer News)
  Sukses Menjadi HRD
Sumber Daya Manusia yang didalamnya terdapat pengadaan, pengembangan, kompensasi, pengintegrasian dan terakhir merupakan pemeliharaan yang merupakan serangkaian hal-hal penting yang harus dikuasai oleh perusahaan terutama dalam hal ini bagian HRD (Human Research Development).

Proses dari mulai pengadaan yaitu tentang bagaimana seharusnya perusahaan merekrut karyaWA / SMSn hingga menempatkan orang tersebut ditempat yang sesuai dengan kemampuannya, kemudian ke tahap tentang bagaimana karyaWA / SMSn-karyaWA / SMSn tersebut kemampuannya dikembangkan dengan cara diberikan pelatihan agar performanya lebih baik dan dapat memberikan keuntungan bagi perusahaan dan kemudian diberikan kompensasi yang sesuai dengan apa yang telah dikerjakannya selama di perusahaan. Pengintegrasian diakui merupakan salah satu proses tersulit karena dibutuhkan kesepakatan antara dua pihak dengan kepentingan yang berbeda sama sekali yaitu kepentingan karyaWA / SMSn yang ingin mendapat gaji dan kepentingan perusahaan yang ingin menekan biaya dengan memberikan gaji yang sekecil mungkin. Hingga yang terakhir adalah bagaimana memelihara karyaWA / SMSn tersebut hingga menjadi karyaWA / SMSn yang loyal dan tidak berpindah ke perusahaan lain.

Hal tersebut di atas haruslah dipahami oleh HRD. Dan jika memang bisa, berarti bagian HRD tersebut bisa dibilang handal. Karena berbagai kepentingan yang berhubungan terutama dengan sumber daya manusia berjalan dengan baik. Nah, bagaimana caranya agar dapat menjadi HRD yang handal dalam menangani bagian sumber daya manusia dalam perusahaan? berikut beberapa tips sebagai bahan referensi Anda yang berniat atau telah menjadi bagian HRD.

Secara perlahan, departemen HR harus melakukan transformasi dari sekedar berfungsi mengelola personnel administation kepada peran yang lebih strategik, seperti mengelola proses transformasi organisasi dan juga menjadi strategic partners top management. Peran semacam ini perlu dilakukan sebab dengan itulah, pihak departemen HR akan mampu memberikan value added yang makin besar bagi pengembangan kinerja perusahaan.

Sasaran jangka pendek HR sebaiknya difokuskan pada operational excellence. Disini fokus pekerjaan adalah membereskan beragam tugas dan pelayanan basic yang harus diberikan kepada karyaWA / SMSn, semisal pelayanan pengurusan klaim asuransi, pelayanan database karyaWA / SMSn yang akurat (data absensi, data karyaWA / SMSn, data cuti, data training, dll) dan pelayanan standard SDM lainnya. Basic services ini mesti harus dapat dijalankan dengan ekselen sebelum kita beranjak ke peran jangka menengah yang lebih strategis. Sebab bagaimana mungkin kita akan mampu menjadi partner strategis, kalau database karyaWA / SMSn saja masih acak-acakan, atau kalau job des saja belum tersusun dengan rapi.

Dalam jangka mengengah dan jangka panjang, departemen SDM harus pelan-pelan melakukan proses pengembangan SDM yang lebih strategis. Dalam fase ini, kita bisa mulai bergerak untuk melakukan pengembangan mutu SDM secara sistematis dan juga berproses meningkatkan peran strategis departemen HR dalam men-drive kinerja bisnis.

Sumber : Ian Jackson
  Meningkatkan Disiplin Kerja KaryaWA / SMSn

Sebagai pemilik usaha atau business owner, kita dituntut untuk selalu produktif dalam menjalankan bisnis kita, entah itu bisnis yang bergerak dalam bidang penjualan produk/item maupun bisnis yang bergerak dalam bidang jasa. Khususnya dalam bidang jasa, pelayanan merupakan sebuah prioritas sehingga pelayanan yang baik akan menentukan berhasil tidaknya usaha Anda dalam menarik banyak customer.

Pelayanan dan produktivitas adalah faktor penting yang tidak dapat dipisahkan dari performa karyaWA / SMSn. Membuat mereka disiplin dalam segala aspek akan menunjukkan perkembangan positif yang signifikan bagi bisnis Anda. Disipin dalam hal ini bisa dikaitkan dengan disiplin WA / SMSktu (timing), disiplin dalam hal menyelesaikan tugas- tugas yang dibebankan kepada mereka, displin sharing dan cooperating dalam tim dan lain sebagainya.

Kenali Gejala KaryaWA / SMSn Malas

Setiap orang pasti pernah mengalami fase jenuh, terutama bagi para karyaWA / SMSn. Jika beban kerja yang dikerjakan hanya itu – itu saja belum lagi bekerja dalam tekanan tentu mereka akan mudah jenuh dan semangatnya bisa memudar. Sebagai pemilik usaha, Anda pasti tak ingin hal tersebut terjadi bukan?

Jika demikian, hal pertama yang harus Anda lakukan adalah mengenali gejala karyaWA / SMSn malas. Biasanya karyaWA / SMSn yang memiliki penurunan kinerja akan menunjukkan tanda-tanda berikut :

1. Datang terlambat menjadi kebiasaan seorang karyaWA / SMSn dengan berbagai alasan yang diputar – balikkan. Umumnya karyaWA / SMSn yang mengalami penurunan kerja akan sering datang terlambat bisa lebih dari 1x selama seminggu.

2. Mengantuk dan susah konsentrasi . Dalam kondisi ini karyaWA / SMSn menunjukkan ketidak-produktifannya, bahkan ketika dibebankan pekerjaan yang sukar, ia akan sulit untuk bisa menyelesaikannya.

3. Tertangkap basah bermalas-malasan maupun melakukan pekerjaan yang bersifat hiburan, seperti mengobrol di jam kerja, bermain game, chat dengan teman atau sekedar melamun sendirian.

4. Tidak ada semangat dalam bekerja dan terkadang uring – uringan sendiri, dan lain sebagainya. Faktor Penyebab KaryaWA / SMSn Malas

Nah, setelah Anda mengenali gejala- gejalanya, Anda bisa menelusuri faktor penyebabnya. Ada beberapa factor penyebab karyaWA / SMSn malas atau mengalami penurunan kinerja, diantaranya :

1. Faktor internal – yakni merupakan faktor dari dalam lingkungan kerja seperti ruang yang tidak kondusif (kurang nyaman), tim yang tidak solid, partner yang kurang kooperatif, bos yang terlalu kaku, pekerjaan yang tidak seimbang dengan upah yang diterima atau rasa jemu dengan pekerjaan yang sama.

2. Faktor external – yakni merupakan faktor yang berasal dari luar seperti kondisi keluarga (permasalahan keluarga), kendala transportasi menuju tempat kerja, memiliki side job di luar sana dan lain sebagainya.

Sumber : Ian Jackson
  Bagaimana Meningkatkan Disiplin Kerja KaryaWA / SMSn
Bagaimana Meningkatkan Disiplin Kerja KaryaWA / SMSn Ketika banyak businessman menanyakan bagaimana meningkatkan disiplin kerja karyaWA / SMSn, sejatinya terdapat banyak solusi jitu yang dapat Anda lakukan untuk mengembalikan produktivitas dan semangat mereka, diantaranya :

1. Menciptakan Ruang Kerja Yang Kondusif
Ruang kerja yang indah, nyaman, sejuk dan kondusif merupakan cerminan ruang kerja yang banyak diidam- idamkan karyaWA / SMSn. Sebisa mungkin memberi ruang gerak yang cukup bagi karyaWA / SMSn Anda sehingga mereka bisa bebas berekspresi dan tidak merasa terkurung dalam sangkar.

Ubah view ruang kerja mereka. Buat senyaman dan sesantai mungkin untuk menghilangkan rasa ketegangan. Jika perlu sediakan tempat yang lebih luas untuk mereka. Dengan begitu, karyaWA / SMSn Anda tak hanya akan bersemangat bekerja namun juga segala kepenatan dan masalah eksternal akan hilang dengan sendirinya.

2. Disiplin Bukan Berarti Harus Banyak Aturan
Terlalu banyak peraturan tentu akan membuat karyaWA / SMSn stress, misalnya terlambat 1x akan mendapatkan SP 1, bermain game di saat kerja akan langsung mendapat SP 3 dan sebagainya. Akan lebih bijak bagi Anda untuk memberikan reWA / SMSrd atas pencapaian yang mereka lakukan meskipun bentuknya kecil, misalnya mereka mampu menyelesaikan tugas-tugas kurang dari WA / SMSktu yang sudah ditentukan, datang lebih aWA / SMSl dan penjualan (sales) meningkat.

Pujian, bonus, reWA / SMSrd dan pengangkatan jabatan akan membuat mereka merasa dihargai dan akan melakukan sesuatu dengan disiplin tanpa harus disuruh.

3. Training dan Motivasi
Bagaimana meningkatkan disiplin kerja karyaWA / SMSn juga dapat dilakukan dengan cara mengadakan monthly training and motivating season dimana para karyaWA / SMSn bisa kembali ditraining dan dimotivasi untuk dapat meningkatkan kinerja dan kedisiplinan mereka. Anda bisa menyeWA / SMS motivator dan trainer handal untuk melakukan tugas ini.

Sumber : Ian Jackson
 
   Bagaimana keadaan sistem logistic
 pada perusahaan anda
  Tips Mengelola Stok Barang dan Managemen Gudang
Mengelola sistem stock barang dalam gudang dan memperlakukannya secara baik dan tepat sebenarnya bukanlah hal yang sulit, jika kita memahami bagaimana cara memanagemen yang benar. Penting bagi setiap usahaWA / SMSn memahami hal ini jika bisnis yang dikelola mengharuskan adanya stock atas barang dagangan.

Kesalahan dalam mengelola stock barang bisa mengakibatkan kerugian yang tidak sedikit, apalagi stock yang dibuat merupakan produk atau bahan yang bernilai tinggi. Agar dapat menjaga kondisi stock barang digudang baik dalam keamanan dan kontrol perputarannya sangatlah dibutuhkan sebuah sistem yang tepat dan sesuai dengan jenis usaha yang dijalankan.

Pengertian sistem sendiri adalah serangkaian kumpulan interaksi dari sub sistem, dan Manajemen adalah ilmu mengelola sumber daya. Pengertian Gudang adalah tempat penyimpanan barang dagangan sementara. Secara ringkas sistem manajemen gudang mengandung pemahaman : Sebuah prosedur dan cara pengelolaan dari aktifitas yang saling berkaitan dalamoperasional perusahaan untuk penyimpanan barang sementara. Apa saja aktifitas penyimpanan barang di gudang itu? Dimulai dari Menerima barang dari pemasok, handling barang, pengeluaran barang ke tujuan, serta pencatatan stock barang yang up to date adalah alur aktivitas secara garis besar dari pengelolaan penyimpanan stock barang digudang.

Beberapa aktifitas di dalam gudang dapat dijelaskan secara sederhana :
1. Administrasi, merupakan proses pencatatan penerimaan dan pengeluaran barang secara akuntansi, pengendalian dokumen, authorisasi, sampai dengan pelaporan stock barang.
2. Penerimaan barang, prosuder tata cara bagaimana barang masuk kedalam gudang karena adanya proses pembelian barang dagangan.
3. Penyimpanan barang, merupakan sistem pengelolaan dan pengendalian agar barang bisa terus dalam kondisi baik. Pengaturan dan sistem penyimpanan mulai dari barang masuk hingga keluar memastikan tetap dalam kondisi baik dan aman.
4. Pengeluaran barang, meliputi sistem tata cara pengiriman dan prosedur keluarnya stock barang dari gudang karena adanya penjualan, dalam hal ini juga termasuk prosedur pengepakan barang yang dikirim.

Jika sebuah bisnis masih dalam skala operasional kecil hingga menengah bisa saja pengaWA / SMSsan langsung dilakukan oleh pemilik usaha, namun jika dalam skala besar tentu saja pengaWA / SMSsan harus bisa dipercayakan kepada sorang pegaWA / SMSi yang memiliki dedikasi dan integritas tinggi dalam posisi, manager gudang atau seorang supervisor. Seorang kepala bagian khususnya kepala gudang diharuskan menguasai SOP pengendalian pada bagiannya, pengendalian yang harus dilakukan umumnya :
- Pengendalian Operasional, mengenai sop barang masuk, barang keluar, penyimpanan, dan pelaporan ketersediaan stock dan pengadaan yang dibutuhkan.
- Pengendalian Biaya, mengendalikan biaya-biaya yang muncul dari aktivitas pergudangan serta menekan kemungkinan kerugian yang timbul akibat aktivitas operasional dan kerusakan barang dagangan.
- Pengendalian Personalia, tentu saja dalam skala besar ini sangat penting karena pengelolaan terhadap SDM yang berkerja di lokasi penyimpanan atau gudang.

Memang pada dasarnya aktivitas operasional digudang itu sendiri nampak sangat monoton dan tidak dinamis, namun pentingnya managemen gudang membuat setiap perusahaan yang mengharuskan adanya stock barang WA / SMSjib mengelola operasional ini secara baik dan tepat. Kesalahan dalam pengelolaan dan pengendalian bisa berakibat fatal dan menjadi kerugian yang sebenarnya tidak perlu terjadi, khususnya pada stock barang dagangan yang memiliki masa kadaluarsa yang singkat, atau rentan pada kondisi cuaca dan ruangan penyimpanan.

- Untuk menghindari kerugian tersebut dibutuhkan analisa yang mendukung sebagai berikut :
- Pastikan mengetahui dan mengenal jenis barang dagangan yang disimpan serta cara memperlakukannya.
- Terapkan sistem administrasi dan dokumentasi yang mampu memonitor arus keluar, masuk, dan stock barang.
- Tetapkan cara dan prosedur penyimpanan, saat barang harus tertahan digudang sebelum pengiriman.
- WA / SMSlaupun beroperasi dengan sistem komputer stock, tetap terapkan sistem manual atau kartu stock. Sehingga saat tertentu bisa membantu jika dibutuhkan.
- Terapkan sistem random check baik harian atau mingguan jika stock yang disimpan dalam beberapa jenis barang.

Sumber : Idha Susanty
  Bagaimana Cara Mengelola Logistik Dalam Perusahaan
Aktivitas kerja di perusahaan mempunyai korelasi tinggi dengan peralatan dan perlengkapan yang dapat menunjang proses pelaksanaan aktivitas kerja di perusahaan tersebut. Untuk itu agar peralatan dan perlengkapan dapat berdaya guna total, maka harus dikelola secara detail dan komprehensif, dimana harus dipertimbangkan secara rinci mulai dari perencanaan dan penganggaran dana hingga proses pengendaliannya.

Penanganan manajemen logistik yang baik akan bermuara pada terbentuknya keunggulan kompetitif perusahaan. Sumber dari keunggulan kompetitif tersebut terletak pertama-tama pada kemampuan perusahaan membedakan dirinya sendiri di depan mata konsumen dari para pesaingnya (value advantage). Kedua, dengan cara bekerja berbiaya rendah yang berarti memperoleh laba yang lebih tinggi (productivity atau cost advantage).

Productivity Advantage
Biasanya makin besar volum produksi suatu barang, biaya per satuan barang akan makin kecil karena fixed cost dibagi lebih merata dengan angka pembagi yang lebih besar. Sedangkan variable cost per satuan barang akan tetap, sehingga total cost per satuan barang akan mengecil. Oleh karena itu, kenaikan market share akan menaikkan volume produksi dan selanjutnya akan menurunkan biaya produksi per satu satuan barang. Namun, cara menurunkan biaya produksi tidak hanya dengan menaikkan market share, tetapi dapat juga dengan menurunkan biaya logistik.

Value Advantage
Sudah menjadi semacam axioma dalam marketing management bahWA / SMS konsumen tidak membeli “barang” (product) tetapi mereka membeli “faedah atau keuntungan tertentu” (benefit). Oleh karena itu, bila perusahaan tidak mampu membedakan produknya dengan produk kompetitornya, maka barang atau produknya akan menjadi “barang komoditas” biasa dan konsumen akan cenderung membeli jenis barang tersebut yang harganya paling murah. Untuk mendapatkan value advantage ini, maka perusahaan harus menciptakan nilai tertentu dan biasanya harus dilakukan pada suatu segmen pasar tertentu.

Fungsi Manajemen Logistik
Logistik merupakan suatu sistem yang terdiri atas beberapa rangkaian fungsi yang saling terkait, fungsi-fungsi tersebut yakni:
1. Fungsi Perencanaan dan Penentuan Kebutuhan
2. Fungsi Penganggaran
3. Fungsi Pengadaan
4. Fungsi Penyimpanan dan Penyaluran
5. Fungsi Pemeliharaan
6. Fungsi Penghapusan
7. Fungsi Pengendalian

Ruang Lingkup Manajemen Logistik Dalam Perusahaan
1. Peran manajemen logistik dan Pergudangan dalam kehidupan Perusahaan
- Evolusi sistem manajemen logistik
- Siklus manajemen logistik
- Pergudangan sebagai Subsistem dalam sistem logistik
- Objektif Manajemen logistik dan Pergudangan
- Fungsi fungsi manajemen logistik dan pergudangan
- Fungsi Pelayanan Sistem logistik dan Pergudangan
- Aktivitas gudang
- Struktur Pergudangan
- Pemilihan Lokasi Gudang

2. Pemeriksaan/Pengujian Barang
- Dasar Pemeriksaan Barang
- Destructive dan Non destructive test
- Kriteria Pemeriksaan total dan sampling
- Penentuan ukuran sample
- Penentuan Acceptance Level
- Pembuatan Berita Acara Pemeriksaan Barang

3. Administrasi Penerimaan Barang
- Prasyarat penerimaan barang
- Pembentukan team penerimaan barang
- Kriteria penerimaan barang
- Sistem dan Prosedur Penerimaan Barang
- Dokumen penerimaan barang
- Berita Acara Penerimaan Sementara
- Berita Acara Penerimaan Barang
- Penyusunan laporan transaksi barang
- Rekomendasi pembayaran

4. Administrasi dan Teknik Penyimpanan Barang
- Sistem dan Prosedur Penyimpanan Barang
- Dokumen yang digunakan untuk penyimpanan barang
- Tatacara Pengisian Kartu Barang
- Tatacara Pengisian Kartu Administrasi Persediaan
- Tatacara perhitungan nilai persediaan barang

5. Teknik Penyimpanan Barang Berukuran Kecil
- Aktivfitas unloading barang ukuran kecil
- Pengendalian kualitas dan kuantitas
- Packaging
- Identifikasi produk
- Teknik penyimpanan dan pelayanan pelanggan
- Pengendalian persediaan
- Authomatic identification method

6. Pengelolaan barang yang disimpan menggunakan karton (full-case)
- Manfaat penyimpanan barang menggunakan karton
- Order-pick methods
- Teknik pengaturan penyimpanan menggunakan karton
- Identifikasi posisi karton dan pallet

7. Akuntansi Persediaan
- Peran akuntansi dalam pengelolaan persediaan
- Kontrol intern dilihat dari segi organisasi serta sistem dan prosedur administrasi pergudangan
- Perhitungan biaya material dengan metoda FIFO (First in First Out), LIFO (Last in First Out), dan AVERAGE.
- Laporan persediaan yang diperlukan akuntansi

8. Laporan Sistem Pergudangan
- Laporan status persediaan
- Laporan Transaksi Barang
- Klasifikasi Barang
- Statistik Pemakaian Barang
- Laporan Perhitungan Inventory Control

9. Manajemen Pergudangan dan distribusi
- Konsep dasar Distribution Requirement Planning (DRP)
- Multi – echelon distribution system
- Pull system
- Push system
- Illustrasi order – point system
- Solusi order point
- Base – stock system
- Illustrasi perhitungan DRP
- Studi kasus DRP dengan menggunakan SoftWA / SMSre.

10. Inventory Control Techniques
- Klasifikasi persediaan
- Biaya persediaan
- Sistem pengendalian persediaan
- Economic order quantity; Reorder point dan Safety Stock untuk Independent material
- Fixed order period inventory system
- Latihan perhitungan optimasi persediaan

11. Inventarisasi dan auditing persediaan
- Manfaat inventarisasi persediaan
- Teknik inventarisasi persediaan
- Inventarisasi total dan inventarisasi sebagian
- Laporan Hasil inventarisasi

Sumber :
- http://lokerbogor.wordpress.com/2010/07/07/manajemen-logistik/
- http://aa-logistik.blogspot.com/<
  Prinsip-Prinsip WA / SMSrehousing
Gudang (WA / SMSrehouse) merupakan komponen penting dari rantai pasokan modern. Rantai pasokan melibatkan kegiatan dalam berbagai tahap: sourcing, produksi, dan distribusi barang, dari penanganan bahan baku dan barang dalam proses hingga produk jadi.

WA / SMSrehouse dapat digambarkan sebagai bagian dari suatu sistem logistik sebuah perusahaan yang berfungsi untuk menyimpan produk dan menyediakan informasi mengenai status serta kondisi material/persediaan yang disimpan di gudang, sehingga informasi tersebut selalu up-to-date dan mudah diakses oleh siapa pun yang berkepentingan.

WA / SMSrehouse merupakan bagian integral dari rantai pasokan. Tren tantangan dalam rantai pasokan, seperti peningkatan volatilitas pasar, dan kebutuhan untuk memperpendek lead time pelanggan, semua berdampak pada peran yang diharapkan dari adanya gudang.

Sasaran pengelolaan WA / SMSrehouse:
1. Speed. Kecepatan penyampaian ke pasar dan memenuhi perubahan permintaan, menjadi isu penting yang digunakan manajemen sebagai strategi dalam bersaing.
2. Efficiency. Efisiensi rantai pasok diukur dan diperbaiki secara terus-menerus oleh tim continuous improvement dari berbagai unit.
3. Effectiveness. Efektivitas yang memungkinkan pelanggan atau pengguna mendapatkan produk perusahaan dengan mudah.
4. Reliability. Keandalan informasi, komunikasi, dan eksekusi agar semua fungsi bekerja dengan baik.

Jenis WA / SMSrehouse dalam rantai pasokan sangat bervariasi, tergantung dari perannya dalam rantai pasokan (Rushton, 2010):
1. berdasarkan tahap dalam rantai pasokan, dikenal WA / SMSrehouse untuk penyimpanan bahan baku, barang dalam proses, dan barang jadi;
2. berdasarkan wilayah geografis: misalnya, regional WA / SMSrehouse untuk melayani seluruh dunia atau beberapa negara, WA / SMSrehouse nasional untuk melayani daerah-daerah di seluruh wilayah satu negara, atau WA / SMSrehouse lokal untuk melayani wilayah tertentu;
3. berdasarkan jenis produk: misalnya, WA / SMSrehouse untuk penyimpanan suku cadang, gudang perakitan (misalnya untuk perakitan mobil), makanan beku, makanan yang mudak rusah (perishable), dan barang berbahaya;
4. berdasarkan fungsi: misalnya, WA / SMSrehouse untuk penyimpanan persediaan, WA / SMSrehouse untuk sortasi (misalnya sebagai ‘hub’ dari WA / SMSrehouse pengolahan kirimanpos);
5. berdasarkan kepemilikan: WA / SMSrehouse yang dikelola sendiri milik pengguna (misalnya produsen atau pengecer) atau WA / SMSrehouse yang dikelola perusahaan penyedia jasa logistik (third-party logistics);
6. berdasarkan penggunaan perusahaan: misalnya, WA / SMSrehouse khusus untuk satu perusahaan (dedicated WA / SMSrehouse), atau WA / SMSrehouse yang digunakan bersama (share-WA / SMSrehouse);
7. berdasarkan luas: WA / SMSrehouse dengan luas mulai dari 100 meter persegi atau kurang dan WA / SMSrehouse dengan luas lebih dari 100.000 meter persegi;
8. berdasarkan tinggi: mulai dari WA / SMSrehouse sekitar 3 meter hingga WA / SMSrehouse “high-bay” dengan tinggi lebih dari 45 meter;
9. berdasarkan alat yang digunakan: dari WA / SMSrehouse yang mengoperasikan secara manual atau WA / SMSrehouse dengan operasi otomatis.

Tujuan utama dari WA / SMSrehouse adalah untuk memfasilitasi pergerakan barang melalui rantai pasokan ke konsumen akhir. Ada banyak teknik yang digunakan untuk mengurangi kebutuhan untuk mengadakan persediaan, seperti sistem manufaktur fleksibel, visibilitas rantai pasokan dan pengiriman ekspres, just-in-time (JIT ), efficient consumer response (ECR) and collaborative planning, forecasting and replenishment (CPFR).

Dalam konteks rantai pasok, WA / SMSrehouse memiliki fungsi sebagai:
1. Titik penyimpanan persediaan (inventory holding point).
2. Pusat konsolidasi (consolidation center).
3. Pusat cross-dock.
4. Pusat pemilahan (sortation center).
5. Fasilitas perakitan (assembly facility).
6. Titik penerusan kiriman barang (trans-shipment point).
7. Pusat pengembalian barang (returned goods center).

Karena WA / SMSrehouse beroperasi sebagai komponen integral dari rantai pasokan, konteks strategi bisnis yang lebih luas harus dipertimbangkan ketika membuat keputusan penting tentang fasilitas WA / SMSrehouse ini. Beberapa hal yang harus dipertimbangkan meliputi:
1. Tren pasar/industri. Beberapa industri mengalami perkembangan dan perubahan yang sangat signfikan, terutama dipicu oleh perkembangan teknologi. Hal ini berdampak pada kebutuhan desain WA / SMSrehouse, baik dari sisi teknologi WA / SMSrehouse, jenis WA / SMSrehouse, tata letak, dan lokasi WA / SMSrehouse, sesuai dengan kebutuhan pasar dan tren industri.
2. Tujuan perusahaan. Tujuan perusahaan akan menentukan pilihan desain WA / SMSrehouse. Tujuan perusahaan yang berbeda akan berdampak pada kebijakan pengelolaan WA / SMSrehouse. Tujuan perusahaan akan menentukan positioning perusahaan, value proposition yang ditaWA / SMSrkan, dan strategi pemasaran yang diimplementasikan. Semuanya akan berdampak pada pilihan desain dan kebijakan pengelolaan WA / SMSrehouse.
3. Rencana bisnis. Rencana bisnis perusahaan berisi proyeksi target market, potensi penjualan, dan pengembangan service point perusahaan, yang berdampak pada keputusan pengembangan WA / SMSrehouse dan sistem distribusi yang akan dijalankan.
4. Strategi rantai pasokan. Setiap pilihan desan dan kebijakan WA / SMSrehouse ditentukan oleh strategi rantai pasokan perusahaan. Strategi rantai pasokan akan berdampak pada jumlah, lokasi, sistem, teknologi, dan tata letak WA / SMSrehouse, sebagai bagian dari sistem rantai pasok perusahaan.
5. Tingkat layanan pelanggan. Tingkat layanan pelanggan menentukan responsitivitas perusahaan dalam melayani pelanggan, termasuk respon dalam kecepatan pemenuhan persediaan sesuai dengan kebijakan dan sistem WA / SMSrehouse yang dioperasikan.
6. Faktor eksternal. Faktor ekternal yang berpengaruh terhadap desain dan kebijakan WA / SMSrehouse, antara lain: regulasi di bidang konstruksi bangunan, kesehatan dan keselamatan, lingkungan, manual handling, jam kerja, pencegahan kebakaran, kemasan, keamanan makanan, dan sebagainya.

Keputusan manajemen tentang perencanaan WA / SMSrehouse mencakup antara lain:
1. Berapa banyak WA / SMSrehouse yang harus tersedia?
2. Di mana seharusnya WA / SMSrehouse ditempatkan?
3. Berapa banyak persediaan yang harus diisi pada setiap WA / SMSrehouse?
4. Pelanggan yang mana yang harus dilayani oleh setiap WA / SMSrehouse?
5. Bagaimana seharusnya pesanan pelanggan dari WA / SMSrehouse?
6. Bagaimana seharusnya pesanan WA / SMSrehouse dari pemasok?
7. Seberapa sering pengiriman yang harus dibuat untuk setiap pelanggan?
8. Bagaimana seharusnya tingkat pelayanan diberikan?
9. Metode transportasi seperti apa yang seharusnya digunakan?

Operasi gudang
Setiap gudang harus dirancang untuk memenuhi kebutuhan spesifik dari rantai pasokan. Namun demikian, ada operasi tertentu yang umum untuk kebanyakan gudang.

Fungsi-fungsi ini adalah sebagai berikut (Rushton, 2010):
1. Penerimaan (receiving). Aktivitas ini biasanya melibatkan pembongkaran barang dari kendaraan transportasi yang masuk, pemeriksaan terhadap pesanan pembelian, dan mencatat barang yang masuk ke dalam sistem komputer. Pemeriksaan kualitas barang dapat dilakukan sebagai bagian dari kegiatan ini. Dari sini, barang tersebut kemudian ditempatkan (put–aWA / SMSy) di gudang.
2. Penyimpanan cadangan (reserve storage). Barang biasanya dibaWA / SMS ke area penyimpanan cadangan, yang merupakan pengguna ruang terbesar di gudang. Area ini memiliki sebagian besar persediaan di lokasi gudang yang dapat diidentifikasi. Bila diperlukan, barang yang diambil dari penyimpanan cadangan secara langsung ke pengiriman (jika, misalnya, palet penuh diperlukan oleh pelanggan) atau untuk mengisi lokasi pengambilan barang.
3. Perintah pengambilan barang (order picking). Ketika order diterima dari pelanggan, barang harus diambil dari gudang dalam jumlah dan WA / SMSktu yang tepat untuk memenuhi tingkat layanan yang dibutuhkan. Order picking dapat berisi sejumlah lini order, setiap lini order memerlukan sejumlah spesifik lini produk individu. Jika lini order untuk unit beban penuh (full unit load), misalnya pallet, maka perintah ini dapat diambil langsung dari tempat penyimpanan cadangan. Namun, jika lini order kurang dari beban unit penuh (less than a unit load), misalnya sejumlah case atau item, maka barang biasanya akan diambil dari lokasi pengambilan. Jika hanya sejumlah kecil produk disimpan di gudang, maka cadangan dan pengambilan barang dapat dikombinasikan, dan barang-barang diambil dari lokasi konsolidasi ini. Picking merupakan operasi gudang utama, baik dari segi biaya dan layanan, sebagai proporsi yang signifikan dari biaya gudang biasanya diperlukan untuk fungsi ini untuk mencapai tingkat akurasi pesanan yang tinggi.
4. Sortasi (sortation). Untuk ukuran kecil, kadang-kadang lebih tepat pesanan bersama-sama dalam satu jumlah (batch) dan memperlakukan mereka sebagai satu perintah untuk tujuan pengambilan. Dalam hal ini, batch yang telah diambil harus dipilah ke perintah pengambilan barang secara individu sebelum pengiriman.
5. Penyusunan dan layanan nilai tambah (collation & value-added). Barang harus disusun menjadi pesanan pelanggan lengkap yang siap untuk pengiriman. Kecuali barang diambil langsung ke pengiriman kontainer, mereka akan dirakit atau dikemas bersama.
6. Menyusun dan pengiriman (marshalling & dispatch). Barang yang disusun bersama untuk dimuat ke kendaraan dan selanjutnya mengirimkan ke ‘simpul’ berikutnya dalam rantai pasokan.

Biaya
Pergudangan biasanya menyumbang sekitar 20 sampai 30 persen dari biaya logistik. Perincian biaya gudang bervariasi dengan sifat operasi, sebagai berikut:
1. Staf – 45 sampai 50 persen;
2. Bangunan – 25 persen, termasuk seWA / SMS atau penyusutan bangunan;
3. Jasa bangunan – 15 persen, termasuk cahaya, listrik, pemeliharaan gedung, asuransi, dan tarif;
4. Peralatan – 10 sampai 15 persen, termasuk seWA / SMS atau penyusutan, pemeliharaan peralatan dan biaya operasional;
5. Teknologi informasi – 5 sampai 10 persen, termasuk sistem dan data terminal.

Untuk gudang otomatis, angka peralatan biasanya akan jauh lebih tinggi, meskipun perlu dicatat bahWA / SMS sebagian besar gudang otomatis masih memiliki operasi manual untuk kegiatan seperti pengambilan case dan pengepakan.

Unit beban
Kebanyakan rantai pasokan disusun berdasarkan konsep satuan beban, dimana barang yang diangkut, disimpan dan ditangani dalam modul standar. Pada tingkat yang berbeda, misalnya dengan barang-barang yang ditempatkan dalam karton, yang ditempatkan pada palet, pada gilirannya dapat dimuat dalam kontainer ISO untuk pengiriman ekspor.

Penggunaan beban unit tersebut memungkinkan transportasi, penyimpanan dan penanganan sistem yang akan dirancang di sekitar modul dimensi umum. Dalam pergudangan, beberapa satuan beban yang paling sering digunakan adalah sebagai berikut (Rushton, 2010):

1. Palet.
Palet merupakan bentuk paling umum dari unit muatan yang tersimpan di gudang. Pada dasarnya, palet mengangkat platform datar, di mana barang dapat ditempatkan, dan truk garpu dapat dimasukkan untuk mengangkat dan memindahkan mereka.
Entri untuk garpu bisa di keempat sisinya, yang dikenal sebagai entri palet empat arah, atau hanya pada dua sisi, yang dikenal sebagai dua arah masuk palet.

Sebagian besar palet terbuat dari kayu, meskipun beberapa terbuat dari plastik atau fibreboard.

Ada berbagai ukuran standar palet untuk digunakan dalam industri yang berbeda. Variasi ini dapat menyebabkan masalah baik dari segi angkutan internasional dan dalam desain rak peralatan. Di benua Eropa jenis yang paling umum adalah Europallet (1.200 milimeter dengan 800 milimeter), sedangkan di Inggris ukuran standar sedikit lebih besar (1.200 milimeter dengan 1.000 milimeter), ukurannya sama dengan yang di Amerika Serikat (48 inci dengan 40 inci).

2. Cage dan kotak palet.
Ini digunakan untuk isi barang yang mungkin jatuh dari palet standar. Cage dan kotak palet memiliki sisi yang padat atau jala sisi yang dapat dibangun, misalnya, baja atau plastik. Mereka dapat di-pick-up oleh truk fork-lift dan sering dapat ditumpuk di atas satu sama lain.

3. Roll-cages. Biasanya terbuat dari baja dan sering terdiri jala baWA / SMSh, sisi dan rak. Roda dipasang ke setiap sudut sehingga roll-cages dapat didorong. Garpu dapat dimasukkan di baWA / SMSh dasar, sehingga roll-cages dapat dipindahkan dengan truk palet. Umumnya roll-cages digunakan dalam distribusi ritel untuk pengiriman ke toko-toko.

4. Tote bins. Tote bins plastik digunakan di banyak gudang untuk penyimpanan dan penanganan bagian-bagian kecil. Ukuran tote bins bervariasi: panjang 600 milimeter, lebar 400 mm, dan tinggi 300 mm. Tote bins terbuka di bagian atas atau memiliki tutup closable, dan dapat menyimpan sejumlah item atau kotak di dalamnya.

Ini terdiri dari basis dilengkapi dengan roda, di mana nampan plastik dan tote bins dapat ditumpuk. Dolly sering digunakan dalam distribusi ritel.

5. Kontainer besar intermediate (IBCs). Ini biasanya digunakan untuk menyimpan dan memindahkan cairan dan produk partikulat padat dalam unit yang banyak sekitar satu atau dua ton. IBCs menaWA / SMSrkan alternatif untuk penanganan massal untuk produk tersebut. Tergantung pada karakteristik IBCs, IBCS dapat diangkat oleh truk fork-lift, baik dari baWA / SMSh atau dari tali di atas. Beberapa dapat ditumpuk dalam blok, satu di atas yang lain.

Sumber : Dr. Zaroni, CISCP. | Senior Consultant at Supply Chain Indonesia
  Desain KPI WA / SMSrehouse
Pada saat ini disetiap perusahaan baik industri maupun jasa dan industri lainnya memiliki ruangan tertentu yang digunakan untuk menyimpan barang. Ruangan tersebut bisa dalam ukuran yang besar maupun ukuran yang kecil tergantung kepada banyaknya barang yang terdapat dalam ruangan tersebut. Didalam ruangan tersebut terdapat barang yang berharga maupun tidak berharga akan tetapi yang jelas barang tersebut memiliki nilai. Baik nilainya masih ekonomis maupun tidak.

Ruangan teserbut biasanya merupakan WA / SMSrehouse atau gudang. Dengan kondisi demikian maka WA / SMSrehouse atau gudang merupakan tempat yang sangat penting bagi perusahaan, karena digudanglah terdapat aset perusahaan yang disimpan yang akan berpengaruh kepada operasional perusahaan. Untuk itu gudang sangat penting untuk ditata dan dilihat kinerjanya setiap periode tertentu agar tidak menimbulkan kerugian atau hambatan bagi perusahaan.

Pada perkembangannya tempat penyimpanan saat ini bisa dilakukan di dalam perusahaan maupun di luar perusahaan dan bahkan ada yang dititipkan pengelolaannya kepada pihak ke tiga. Hal tersebut dilakukan agar aset yang tersimpan di dalam gudang tersebut dapat dikendalikan dari sisi jumlah maupun nilainya, sehingga bisa ditentukan berapa banyak jumlah atau nilai yang perlu di simpan. Batasan tersebut dilakukan untuk memperjelas capital yang harus disediakan atau diputar oleh perusahaan.

Proses Inti di Gudang
Mengelola gudang boleh disebut sebagai pekerjaan yang mudah karena proses besarnya hanya terdiri dari 4 proses yaitu :
1. Terima
2. Simpan
3. Serahkan atau kirim
4. Pendataan atau pelaporan

Keempat proses tersebut terkesan sederhana, dari kata yang ada akan tetapi jika dilihat dari akibat yang ditimbulkan akan membahayakan kelangsungan perusahaan.

Pertama adalah proses penerimaan. Dalam proses penerimaan yang terjadi di gudang adalah personil gudang menerima barang yang diserahkan oleh pihak lain ke bagian gudang. Sangat sederhana bukan proses penerimaan tersebu terjadi. Akan tetapi jika dalam proses penerimaan tersebut terjadi kesalahan barang yang diterima yang berhubungan dengan :
1. Jenis
2. Spesifikasi
3. Jumlah
4. Merek
5. Ukuran
6. Pencatatan
7. dll

Apabila ini terjadi maka akan mengakibatkan terjadinya masalah pada proses berikutnya yang membutuhkan barang tersebut.

Kedua adalah proses penyimpanan. Setelah proses pertama sebagai proses lanjutan yaitu penyimpanan menjadi sangat penting apabila:
1. Ketersediaan barang
2. Kelebihan atau kekurangan stok barang
3. Sulit mencari barang yang disimpan
4. Terjadi kesalahan dalam menempatkan barang
5. Tercampur yang bisa mengakibatkan kerusakan barang yang disimpan
6. Sulit mengambil barang yang disimpan
7. Pencatatan penyimpanan tidak benar :
   a. Lokasi
   b. Jumlah
   c. Umur
   d. dll.
8. Kerusakan barang yang disimpan
9. Kehilangan barang yang disimpan
10.dll

Akibat dari proses kedua adalah nilai aset yang tersimpan dan kelancaran kegiatan operasional.
Apabila nilai aset yang tersimpan tidak dapat dikendalikan maka akan mengakibatkan perputaran keuangan perusahaan tidak lancar dan mengendap dalam bentuk barang. Semakin lama barang mengendap atau tersimpan di gudang akan semakin merugikan perusahaan, kecuali jika barang tersimpan di gudang WA / SMSktu perolehannya cukup lama.

Ketiga adalah proses penyerahan atau pengiriman. Pada prinsipnya gudang tidak akan menyerahkan barang, mengeluarkan barang atau mengirimkan barang apabila tidak ada permintaan atau perintah dari pemilik barang atau yang berwenang. Pada proses penyerahan atau pengiriman barang didahului dengan proses :
1. Permintaan barang atau perintah pengiriman barang
2. Pengambilan barang
3. Proses lanjutan sebelum barang diserahkan atau dikirim, seperti; pengemasan, pemberian label,dll
4. Pencatatan barang yang akan diserahkan atau dikirim
5. Dll

Seperti halnya proses pertama, pada proses ke tiga yaitu penyerahan atau pengiriman dapat terjadi kesalahan yang berhubungan dengan :
1. Jenis
2. Spesifikasi
3. Jumlah
4. Merek
5. Ukuran
6. Pencatatan
7. dll

Akibat dari proses ke tiga adalah kelancaran kegiatan operasional, khususnya jika barang tersebut akan dilakukan untuk keperluan proses lanjutan.

Ke empat adalah proses pendataan, pencatatan atau pelaporan. Dalam proses ke empat ini dapat mempengaruhi ke 3 proses sebelumnya. Untuk itu dalam pendataan, pencatatan atau pelaporan harus 100% akurat. Apabila proses pendataan, pencatatan atau pelaporan tidak akurat akan mengakibatkan:
1. Nilai aset perusahaan menjadi semu
2. Kekurangan atau kelebihan persediaan
3. Dead stock tidak terkontrol
4. dll

Melihat pentingnya peran gudang dalam operasional perusahaan maupun kinerja perusahaan maka gudang perlu dilakukan penilaian kinerja. Menilai kinerja tidaklah mudah karena penilaian tersebut harus didasarkan pada obyektivitas hasil kerja gudang tersebut.

Terkadang dalam menilai kinerja gudang seringkali lebih menekankan pada subyektivitas yang terjadi, contohnya; SDM tidak mampu karena kurang teliti atau tidak bisa mengerjakan proses yang ada di gudang, sementara SDM tersebut tidak diinformasikan tentang ketentuan atau aturan yang harus dijalankan. Untuk menilai kinerja gudang kita dapat menggunakan Key Perfomance Indicator’s (KPI’s).

Key Performance Indicators
Key Performance Indicators, adalah indikator yang digunakan untuk mengukur hasil progres kerja dibandingkan dengan target yang telah ditetapkan. Menentukan ukuran kinerja harus searang dengan visi, misi, tujuan dan sasaran dari perusahaan. Saat ini KPI’s menjadi satu hal yang sangat penting untuk perusahaan agar kinerjanya dapat diketahui dengan ukuran yang telah disepakati. Sehingga bisa dilihat apakah personil atau SDM atau tim yang ada dalam perusahaan tersebut berprestasi atau tidak, mendukung atau tidak dengan visi, misi, tujuan dan sasaran dari perusahaan. Dengan ukuran tersebut diharapkan menilai tim, SDM atau organisasi lebih objektif.

Perlu dipahami dan diketahui bahWA / SMS membuat suatu alat ukur kinerja itu tidak mudah dan perlu penelitian dan kajian yang jelas agar alat ukur tersebut bukan menjadi sebuah cerita saja. Oleh karena itu alat ukur tersebut haruslah :
1. Spesific -> Harus jelas
2. Measurable -> Dapat diukur
3. Achievable -> Dapat dicapai
4. Relevant -> Sesuai dengan pekerjaan yang dilakukan
5. Time Base -> Memiliki ukuran WA / SMSktu

Dengan demikian maka alat ukur bisa menjadi objektif

Disamping itu dalam membuat atau mendesain alat ukur (KPI’s) tersebut haruslah :
1. Relevan dengan sasaran. Maksudnya adalah alat ukur tersebut memiliki keterkaitan dengan sasaran dan target yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Jadi jika alat ukur tersebut tidak sesuai dengan saaran atau target maka alat ukur tersebut tidak dapat digunakan

2. Mudah di kontrol. Alat ukur yang dibuat haruslah mudah dikontrol. Alat kontor yang dapat digunakan yaitu data atau dokumen. Jadi apabila kita akan membuat KPI’s tetapi tidak ada data atau dokumen atau data dan dokumen tersebut tidak dapat dibuat, maka lebih baik alat ukur tersebut tidak digunakan

3. Dapat dilakukan tindak lanjut. Maksudnya adalah untuk mencapai KPI’s tersebut masih dapat dilakukan aktivitas improvement atau perbaikan terhadap proses, akan tetapi jika kita menetapkan KPI’s tetapi KPI’s tersebut tidak bisa dicapai WA / SMSlaupun kita sudah melakukan perubahan maka lebih baik KPI’s tersebut tidak dipergunakan

4. Simple. KPI’s tersebut harus mudah untuk dijelaskan atau dimengerti oleh setiap tim yang akan diukur kinerjanya. Apabila KPI’s tersebut dapat menimbulkan persepsi yang berbeda maka KPI’s tersebut tidak dapat dipergunakan

5. Kredible. KPI’s yang disusun, haruslah tidak mudah untuk dimanipulasi dan bisa dilakukan kontrol atau cross check, sehingga diyakini kebenarannya terhadap hasil penilaian tersebut. Jika KPI’s mudah dimanipulasi dan tidak dapat dikontrol, lebih baik tidak digunakan

Langkah Menyusun KPI’s
Menyusun KPI’s perlu langkah-langkah yang jelas karena memang tidaklah semudah mengucapkan KPI’snya. Disini disampaikan gambaran untuk menyusun KPI’s agar bisa menjadi pedoman dalam pembuatannya.
1. Menentukan Sasaran dan Target
Harus diingat bahWA / SMS sasaran adalah langkah untuk mencapai tujuan. Sedangkan target adalah hasil akhir yang harus dicapai dari sasaran atau hasil kerja yang dilakukan.

Disini yang paling penting adalah ketersediaan data atau dokumen untuk melihat hasil kerjanya. Jika tidak ada atau tidak bisa dibuat jangan dimasukan dalam KPI’s tersebut.

Menentukan sasaran atau target mana yang terlebih dahulu, terserah mana yang paling mudah dikerjakan, bisa sasaran terlebih dahulu atau target terlebih dahulu.

2. Membuat KPI’s
Seperti telah disebutkan diatas bahWA / SMS KPI’s adalah alat ukur maka dalam KPI’s tersebut disampaikan bagaimana mengukur hasil kerjanya. Misalnya; jumlah, rasio, prosentase dll. Dan memang informasi tersebut tersedia data dan dokumennya

3. Menentukan Bobot
Menentukan bobot yang perlu diperhatikan adalah tingkat kesulitan untuk mencapainya memiliki bobot yang lebih besar. Jika ada penilaian yang saling berhubungan atau saling mempengaruhi maka disarankan untuk memiliki bobot yang sama

Sumber : Ir. R. Budi SetiaWA / SMSn, M.M., CISCP | Senior Consultant at Supply Chain Indonesia
  Inventory Planning: Demand Management & Sales Forecasting
Pada masa sekarang ini disaat daya saing semakin dibutuhkan dikalangan perusahaan, inventory planning untuk demand management dan sales forecasting sangat diperlukan agar suatu perusahaan dapat berjalan dengan baik, lebih efektif dan lebih efisien. Berikut adalah gambar manufacturing planning & control system dalam suatu perusahaan.

Sasaran Industri manufacturing & service terdiri dari customer dan supplier. customer meliputi barang dan jasa yang tetap, tepat kualitas, tepat quality, tepat WA / SMSktu, tepat lokasi, tepat harga, sedangkan supplier meliputi service level yang tinggi, pemakaian resource yang efisien, inventory investasi rendah.

Masalah Kunci Planning Manufacturing meliputi aliran material dari suppliers sampai distribusi, persyaratan lead time customer, pemakaian kapasitas produksi, hubungan dengan suppliers & customers.

Untuk menyeimbangkan konflik sasaran bisnis diperlukan keseimbangan antara inventory investment, customer service level dan biaya produksi.

Untuk menyeimbangkan supply and demand dibutuhkan kesimbangan sebagai berikut:
1. Supply yang terdiri dari production & distribution efficiency dan resource availability and flexibility
2. Demand yang terdiri dari forecasts & customer orders dan customer relationship management.

faktor penyebab ketidakseimbangan supply/demand dikarenakan gagal memahami demand, lead times yang panjang, tidak mampu merespon perubahan order dari customer.

Strategic Planning adalah mendefinisikan Business untuk markets yang akan kita layani, products yang akan dijual, target customer, tingkat persaingan dan dorongan untuk berubah, internal strengths dan weaknesses, posisi produk/service terhadap competitors .

Strategic planning untuk guidelines & targets meliputi pertumbuhan revenue, posisi diantara pesaing, scope & skala operasi dan persepsi dari market terhadap organisasi.

Business planning
Business planning disuatu perusahaan sangat dibutuhkan untuk:

1. Asumsi pertumbuhan revenue untuk product family/line
2. Ekspansi yang butuh lead-time panjang, eg: tambah mesin, operator dsb,
3. Strategi marketing, sales, & distribution channel
4. Rencana penambahan Labor &development
5. Kebutuhan investasi & modal kerja
6. Revenue, cost, budget, & proyeksi cash flow

Sales & Operations Planning
Sales and operations planning dalam suatu perusahaan bertujuan untuk menghubungkan business planning dengan tactical planning di MPR, menyeimbangkan supply & demand pada level product family, Perencanaan pada level volume, bukan individual product mix level (SKU & campurannya).

Sales and operations planning tersebut mempunyai siklus tiap bulannya. sales and operations planning tersebut melibatkan sales, manufacturing, logistics, finance, new product development dll.

Perencanaan resource dibutuhkan untuk menetapkan, mengukur, dan meng-adjusts kapasitas jangka panjang, identifikasi items yang lead time nya panjang, perencanaan resource tersebut membutuhkan approval management untuk capital expenditure yang besar

Master Scheduling
Tujuan dari master scheduling adalah untuk:

1. Memecah production plan dalam product family menjadi jadWA / SMSl masing2 SKU, qty & tanggal produksi.

2. Memecah volume product family menjadi end-item mix (campuran SKU), rolls up end item forecasts untuk menyesuaikan dengan volume product family.

3. Menghasilkan master production schedules (MPS) untuk masing2 individual end items/SKU.

4. Menyeimbangkan MPS dengan capacity

Distribution planning
Distribution planning dalam suatu perusahaan bertujuan untuk dipakai dalam inventory finished goods, merencanakan kapasitas logistics untuk kebutuhan S&OP, merencanakan replenishment order ke factory supply.

Demand Forecasting
Demand forecasting diperlukan untuk pemenuhan order customer lebih lama dari lead time produksi, perlu WA / SMSktu untuk menambah /mengurangi kapasitas (mesin, labor, supplier, WA / SMSrehouse), untuk perencanaan budget keuangan

Petunjuk Evaluasi Forecasts
Petunjuk evaluasi forecast, meliputi forecasts secara alami tidak sempurna, forecasts yang baik mendekati rata-rata aktual, forecasts secara alami pasti mengandung kesalahan, perlu mengukur forecast error, perhatikanlah bias: demand yang secara konsisten selalu diatas atau dibaWA / SMSh forecast, identifikasi variasi demand yang besar nilainya, identikasi peluang improvement forecast.

Hasil Evaluasi Forecast
Hasil evaluasi forecast ini digunakan untuk perbaiki bias melalui forecasts yang realistis & teknik yang lebih baik, improvement forecasts untuk mengurangi forecast error, identifikasi process improvements yang akan mengurangi demand variation, bekerjasama dengan dengan customers untuk antisipasi demand, menggunakan deviasi forecast error untuk menghitung safety stock, mengurangi inventory & memperbaiki customer service.

Forecast Error
Beberapa cara untuk mengurangi forecast error yaitu meningkatkan akurasi dengan cara fokus untuk mengurangi forecast error (cara paling baik), forecast error memiliki bias, terminology forecast error dapat menggunakan teknik quality control untuk mengatasinya.

Distribution Replenishment
Berikut ini beberapa permasalahan dalam distribution replenishment dalam suatu perusahaan adalah:

1. Kapan, dimana, dan berapa banyak distribution inventory yang dibutuhkan?
2. resources apa yang dibutuhkan agar dapat dikirim tepat WA / SMSktu?

IWA / SMSn Nova, MBA, CPIM, CSCP. | Senior Consultant at Supply Chain Indonesia
  --
--
  --
--
 
   Menjadi engineering yang handal
 dan proffessional
  Tugas dan tanggung jaWA / SMSb Site Engineer
1. Memberikan petunjuk kepada tim, dalam melaksanakan pekerjaan pengaWA / SMSsan teknis segera setelah kontrak fisik ditandatangani.

2. Memberikan petunjuk kepada tim dalam melaksanakan pekerjaan, untuk menyiapkan rekomendasi secara terinci atas usulan desain, termasuk data pendukung yang diperlukan.

3. Menjamin bahWA / SMS semua isi dari kerangka acuan pekerjaan ini akan dipenuhi dengan baik yang berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan major serta pemeliharaan jalan.

4. Bekerjasama dengan pihak pemberi tugas sehubungan dengan pekerjaan

5. Menjamin semua pelaksanaan detail teknis untuk pekerjaan major tidak akan terlambat selama masa mobilisasiuntuk masing-masing paket kontrak dalam menentukanlokasi, tingkat serta jumlah dari jenis-jenis pekerjaan yang secara khusus disebutkan dalam dokumen kontrak.

6. Membantu tim di lapangan dalam mengendalikankegiatan-kegiatan kontraktor, termasuk pengendalian pemenuhan WA / SMSktu pelaksanaanpekerjaan.

7. Membantu dan memberikan petunjuk kepada tim di lapangan dalam mencari pemecahan-pemecahan atas permasalahan yang timbul baik sehubungan dengan teknis maupun permasalahan kontrak.

8. Mengendalikan semua personil yang terlibat dalam pekerjaan penyelidikan bahan/material baik di lapangan maupun laboratorium serta menyusun rencana kerjanya.

9. Memeriksa hasil laporan pengujian serta analisanya.

10. Bertanggung jaWA / SMSb atas pengujian dan penyelidikan material/bahan di lapangan.Membantu Chief Supervision Engineer dalam melaksanakan tugas.Mengikuti petunjuk -petunjuk dan persyaratan yang telah ditentukan terutama sehubungan dengan :Inspeksi secara teratur ke paket-paket pekerjaan untuk melakukan monitoringkondisi pekerjaan dan melakukan perbaikan-perbaikan agar pekerjaan dapat direalisasikan sesuai dengan ketentuan dan persyaratan yang telah ditentukan.Pemahaman terhadap spesifikasi. Metode pelaksanaan untuk setiap jenis pekerjaan yang disesuaikan dengan kondisi dilapangan.

11. Membantu Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan dalam penyelesaian administrasi kemajuan proyek. Bantuan ini termasuk mengumpulkan data proyek seperti kemajauan pekerjaan, kunjungan pekerjaan, kunjungan lapangan, rapat-rapat koordinasi dilapangan, data pengukuran kuantitas, pembayaran kepada kontraktor. Semuanya dikumpulkan dalam dalam bentuk laporan kemajuan bulanan dan memberikan saran-saran untuk mempercepat pekerjaan serta memberikan penyelesaian terhadap kesulitan yang timbul baik secara teknis maupun kontraktual untuk menghindari keterlambatan pekerjaan.
  Engineering dalam Industri Manufaktur
Engineering adalah suatu ilmu keteknikan yang dipraktekkan ke dalam kehidupan kita untuk mempermudah kita dalam melakukan sesuatu. Engineering mampu mengatasi permasalahan yang ada di sekitar kehidupan sehari-hari dari hal yang terkecil hingga besar dan membuat peralatan yang bertujuan untuk memudahkan pekerjaan manusia, itulah konsep dasarnya.

Bahtera nabi Nuh, Bangunan Stonehenge yang dibuat pada tahun 2500-2000 SM, Pembangunan Pyramida Giza oleh bangsa Mesir kuno sekitar tahun 2560 SM yang berlangsung selama 20 tahun, pembangunan Candi Borobudur pada Abad 9, Prakitan komputer generasi pertama pada tahun 1941, Peluncuran WA / SMShana antariksa Galileo yang mampu menjelajah atmosfer Jupiter, dan banyak fakta lainnya, yang membuktikan bahWA / SMS engineering mengiringi sejarah kehidupan manusia mulai jaman purba.

Sejak penemuan Mesin uap oleh James WA / SMStt tahun 1764 dan menjadi pendorong terjadinya Revolusi Industri pada Abad 18, Engineering menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam perkembangan manufacture dunia. Sejak saat itu, penggunaan mesin-mesin dalam industri menjadi kebutuhan mutlak dalam aktivitas produksi dan manufacturing.

Peran Engineering dalam Perusahaan Manufaktur
Bisa dipastikan setiap perusahaan manufaktur (perusahaan yang memproduksi barang) memiliki fungsi engineering. Beberapa Perusahaan menggunakan istilah Maintenance, dalam konteks manufacturing, istilah-istilah ini memiliki arti yang kurang lebih sama. Jadi dalam artikel ini, saya akan menggunakan kedua istilah ini.

Engineering dalam Industri manufakture nasional memiliki nasib yang sedikit berbeda dibanding saudara kandungnya “ bagian produksi “, Coba tebak, dimana biasanya ruang maintenance di dalam layout pabrik. Di belakang bukan ? Mirip denah rumah di jaWA / SMS, Ruang tamu didepan, dapur dibelakang. (beda lagi kalau di Bali, Dapur yang di depan). Tidak semua memang. Beberapa perusahaan Jepang yang menerapkan Total Produktif Maintenance (TPM) memiliki gaya yang berbeda. Mereka biasanya menggabungkan struktur Maintenance dengan produksi. Imbasnya, ruang maintenance benar-benar di dalam lingkup area produksi. Kondisi ini seperti tuntutan, dalam TPM, hampir semua personel produksi memiliki fungsi maintenance, tentunya dengan ruang lingkup yang kecil dan sudah ditentukan, tidak heran hampir disemua mesin bertebaran SOP peraWA / SMStan mesin standard yang biasa dilakukan oleh operator, tidak perduli dia laki-laki, perempuan, anak muda, sampai “dadong-dadong” (Bahasa Bali, arti : nenek-nenek), menjadi keWA / SMSjiban mreka untuk menjalankannya.

Meskipun memiliki Maintenance dalam setiap divisi produksi, tetap saja perusahaan jenis ini memerlukan Maintenane Central. (Dan tetap posisinya dibelakang. Lho …) koq masih perlu ? bukannya mereka sudah terapkan TPM ???? Eittt, tunggu dulu, Memang struktur Maintenance dalam Produksi efektif untuk menunjang ativitas produksi dalam menangani fungsi-fungsi maintenance reguler. Seperti : 1)aktivitas Inspection, 2) lubrication,3) parts replacement, 4) Overhoul, 5) Regular machine problem solving, dan 5) Technical Improvement.

Akan tetapi, Jika terkait dengan pembuatan spare parts/machining yang memerlukan mesin-mesin workshop dan memerlukan lead time pengerjaan yang relatif lama, sangat tidak efisien jika setiap divisi produksi memilikinya. Untuk itu maintenance central/factory tetap diperlukan.

Dalam perkembangannya, seiring dengan perkembangan perusahaan, aktivitas workshop ini dapat berevolusi menjadi sebuah divisi machinery (perusahaan permesinan), tidak hanya sebagai parts making, tapi menjelma menjadi machine maker atau pembuat mesin. Machinery, tidak hanya membuat mesin-mesin “standard”, namun mampu merancang dan merakit (design & Assembling) type-type permesinan yang sudah ter-upgrade, dalam memenuhi kebutuhan divisi produksi, up-grading ini meliputi; 1) kapasitas yang semakin besar, 2) tingkat presisi produk yang semakin tinggi, 3) kemudahan dalam peraWA / SMStan, 4) keamanan dan kemudahan dalam pengoperasian, 5) Ketahanan mesin / Realibility yang semakin baik, 6) Design yang menarik, modern, bahkan futuristik, 7) Terintegrasi dengan Sistem Informasi . Machinery Division biasanya dimiliki oleh perusahaan yang memiliki skala pasar dan operasi yang besar.

Posisi Bagian Maintenance dalam lay out perusahaan tadi, anggap saja tidak penting (dan memang tidak penting), posisi ruang di bagian belakang saya pikir jauh lebih pas, karena bagian ini identik dengan penyimpanan mesin/parts tidak terpakai, dan "terlihat tidak bersih/clean". Namun gambaran perusahaan Jepang yang saya ceritakan tadi, mudah-mudahan memberikan sedikit masukan bagi kita, bahWA / SMS ruang maintenance tidak identik dengan ' tidak clean", tetapi bisa menjadi bagian integral dalam layout produksi, meski untuk kategori food manufacturing. Bahkan pernah saya jumpai, seorang Teknisi dari luar, melakukan overhoul besar dengan menggunakan wearpack serba putih, dengan tangan yang clean.Sekali lagi, tidak ada pembenaran jika seorang teknisi maintenance identik dengan kerja kotor dan berlumuran oli.

Bisa dipastikan bahWA / SMS setiap perusahaan manufacture memiliki fungsi engineering, meskipun dengan format dan size yang berbeda. Meski berbeda, engineering/maintenance perusahaan pada umumnya memiliki 6 Lingkup fungsi sebagai berikut :
1. Mechanical
2. Electrical
3. Installation
4. Utility
5. Instrumentation
6. Workshop

Mechanical skill, meliputi peraWA / SMStan dan perbaikan diantaranya ;
1) sistem mekanis (komponen-komponen yang dengan sinkron melakukan dua jenis gerakan mekanis, yaitu translasi dan rotasi),
2) sistem hidrolik,
3) sistem pneumatik,
4) sistem burner/pengapian

Eletrical Skill, Saya cenderung mengartikannya kedalam pengertian electric arus kuat. Basic Skill personelnya meliputi ; Meliputi
1)pemahaman akan logical electrical control,
2) memahami jenis-jenis parts electric arus kuat ( komponen input,seperti stabilizer, capacitor bank, Trafo, Safety/Fuse/MCB, komponen kontrol seperti Push botton, contactor, Relay, Switch, all kind of sensor, dll, hingga komponen output seperti motor listrik, robotic cilinder, solenoid valve, dll ),
3) Mengerti electrical safety standard

Installation, Personel yang melakukan fungsi ini, umumnya memiliki kemampuan dalam
1) menginstall dan melakukan set up mesin. Beberapa suplier memberikan jasa instalasi komplet dengan biaya pembelian. Tapi jauh lebih baik, jika interaksi antara personel maintenance dan mesin sudah ada sejak instalasi aWA / SMSl. Karena dengan menginstall satu persatu, akan memberikan gambaran teknis yang lebih detail mengenai sistem operasi mesin. Akan sangat membantu dalam analisa dan problem solving. Fungsi ini memiliki skill complete dalam mechanical, electrical dan instrumentasi. Tidak hanya install mesin baru,

2) installasi jalur pipa angin, pipa air, pipa steam yang masuk dalam Main Pipe, juga masuk dalam lingkup kerjanya. Semakin banyak divisi-divisi produksi, jika masing-masing divisi ini memerlukan suplay udara bertekanan, WA / SMSter suplay, Steam, dll. Maka fungsi installation ini yang memastikan jalur distribusinya ready. Mustahil jika masing-masing divisi mengelola jalur piping ini secara independen.

Utility, fungsi ini terkait dengan mesin-mesin sumber tenaga, dan mesin transfer energi. Diantaranya; Diesel Generator Set / Genset, Compressor, Boiler, Sistem pendingin ( Chiller, Frezzer, Blast Frezeer, Super Frezeer ).

Instrumentation, fungsi ini lebih pada sistem electronic arus lemah / DC. Tentunya personel maintenance harus memahami bahasa pemograman untuk PLC, seperti omron, mitsubishi, allen bradley, dll. Tidak hanya memahami beberapa bahasa pemrograman untuk bisa berinteraksi dengan PLC. Tingkat logika dalam mendevelope hingga menganalisa permasalahan yang dimiliki personel ini, benar-benar sangat sistematis dan terstruktur. Saya tidak menyebut spesies ini hebat, tapi lebih senang menyebutnya “sangat unik”, tidak heran perusahaan harus mengeluarkan biaya besar untuk merekrut orang-orang ini.

Workshop, Saya sudah menyinggung dalam alinea sebelumnya. Dari pengalaman, workshop atau biasa disebut Bengkel tidak terbatas sebagai pensuplai parts secara internal prusahaan. Ini benar-benar terkait langsung dengan maintenance cost. Bukan hal yang mengherankan, ketergantungan mesin-mesin industri kita terhadap parts import sangat tinggi, oh bukan … tetapi sangat sangat tinggi. Terkadang saya berpikir, Suplier Mesin ini tidak hanya menjual mesin, tapi kontinuitas order spare parts menjadi pemasukan yang menguntungkan. Jika kita Import Spare Parts, kita tidak hanya bayar harga spare parts, tapi kita harus keluarkan lebih dari 20% dari harga jualnya untuk keluarkan makhluk-makhluk ini dari Custom. Jadi benar-benar sangat meringankan jika beberapa parts bisa dibuat secara mandiri di workshop. Tidak hanya itu, meskipun parts ini kita buat di bengkel-bengkel atau machinery di dalam negeri, harga material dan jasa pembuatannya kadang tidak masuk akal ( dan menjengkelkan ). Ada perlengkapan dasar yang harus dimiliki di workshop. Diantaranya Mesin Bubut, Welding, Gerinda, Bor, Miling, Plate Cutting. Dan tentunya operator multi skill untuk mengoperasikannya. Jika demand semakin besar, tinggal pertambah saja quantitynya. Jika berada di level Departemen, Install CNC perlu dipertimbangkan. Intinya, workshop tidak hanya sangat membantu dalam suplay spare parts tapi memiliki kontribusi yang sangat besar dalam menekan biaya maintenance.

Setiap perusahaan memiliki strategi yang berbeda yang berpengaruh pada struktur organisasi maintenance/engineeringnya-nya. Tepat atau tidak nya suatu format organisasi maintenance tentunya harus dilihat dari efektivitas supportingnya terhadap bagian yang menjadi customernya. Saya ambil contoh, bagian Produksi, sebagai customer dari Bagian Maintenance. Yang termudah yaitu pencapaian target volume produksi, target quality produksi. Sedang di tingkat perusahaan, bisa dilihat kontribusi maintenance cost terhadap Harga Pokok Produksi (HPP). Implementasi Teknik Statistik Dasar (Check List, Pareto, Histogram, Fish Bone Diagram) akan sangat membantu jika diterapkan dengan benar.

Berbicara format struktur organisasinya, Industri minyak, gas dan pertambangan tentu berbeda dengan Industri makanan, obat-obatan. Masing-masing bidang manufacturing memiliki standard yang spsific terkait denan kendali proses. Disamping memperhitungkan strategi utama perusahaan, adanya standard proses ini secara tidak langsung juga berkontribusi dalam membentuk format engineering di setiap perusahaan. SOP Teknisi Pengeboran lepas pantai ( Rig off shore ), memiliki standard yang lebih ketat dari on shore dalam hal safety. Dan engineering dalam industri farmasi memiliki standard higienis dan sanitasi yang lebih tinggi dibanding industri otomotif, dan seterusnya. Tidak ada standard format baku dalam hal ini.

Problem Turn Over pada Teknisi
Sepintas Bagian Engineering atau Maintenance berisi orang-orang multi high skill. Untuk pernyataan ini, saya setuju, meski tidak sepenuhnya. Orang-orang dibagian ini terbiasa bekerja secara one man show. Begitu pula dengan bagian engineering, orang-orang dengan keahlian khusus ini terkadang lebih nyaman jika bekerja sendiri.

Tidak pas sebenarnya kalau saya katakan engineer lebih nyaman bekerja sendiri. Tapi ini adalah realitanya, saat mmerlukan teknisi lain. Teknisi ini lebih pada sebagai Helper atau teknisi pembantu, dengan pertimbangan safety saat kerja dan operasionalnya.

Dari sisi mentalitasnya, ada dua type teksnisi. Type Engineer dan Type Tukangnya Engineer / Helper.
Type kesatu yaitu Engineer tidak berarti harus insinyur sajana teknik, tapi memiliki konsep kerja seorang engineer, diantaranya memiliki minat dalam rekayasa teknik, dan termotivasi untuk menjaga dan meningkatkan performance mesin. Teknisi yang masuk di type ini, melihat knowledge dan skill sebagai modal, ada minat yang sangat besar untuk memperdalam spesialisasinya dan berusaha menguasai bidang keilmuan lain yang dapat menunjang kerja mereka meski di tingkat basic. Misal seorang Teknisi mekanik, juga menguasai electric, instrumentasi, drawing design, manajemen peraWA / SMStan, dll. Jadi benar-benar dasar ilmunya menunjang untuk melakukan rekayasa teknik dan koordinasi lintas bidang keilmuan.

Type kedua yaitu Type Tukangnya Engineer/Helper, jangan salah lho, Sarjana Teknik-pun memiliki karakter seperti ini. Teknisi yang masuk di kategori ini ; 1)lebih mengutamakan pengalaman dibanding dengan kedalaman proses berpikir dalam analisa masalah, 2) melihat bidang keilmuan dari sisi yang sangat sempit Mekanik ya mekanik, electric ya electric, dst. Tidak ada minat untuk mempelajari bidang lain, sehingga memiliki banyak keterbatasan dalam melakukan rekayasa teknik. Meskipun bisa tidak lebih dari menjadi "Helper".

Yang saya maksud orang dengan keahlian khusus, yaitu Teknisi yang masuk Type satu. Perusahaan tidak akan segan memberikan penaWA / SMSran tinggi untuk merekruitnya, apalagi mereka berada di rentang usia muda yaitu usia 27 - 30 tahun.

Disinilah masalahnya, yaitu “ Pembajakan tenaga kerja “.Faktor Ekonomi menjadi alasan utama, ahli-ahli mesin berkeahlian khusus ini berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya.

Apa yang kemudian terjadi, perusahaan yang ditinggal harus mencari ahli pengganti dan mulai dari dari aWA / SMSl untuk proses adaptasi. Dan Perusahaan yang dituju, WA / SMSs-WA / SMSs jika ditinggal pergi meski dengan resiko “ new boss, new rule”, strategi lama terputus dan mulai dengan strategi baru. Kenyataannya dunia Engineering menaWA / SMSrkan kesempatan untuk mengenal berbagai teknologi baru, berimprovisasi dan mengupgrade skill, dimana dari sudut pandang individu apa yang didapat (experience, kowledge, skill) akan berdampak langsung pada nilai jual. industri konvensional sangat tergantung pada individu, namun industri modern lebih tergantung pada sistem. Sistem yaitu interaksi sinergis antara semua komponen terkait, ada didalamnya human resources, metode kerja ini akan menjadi permasalahan pastinya. Tapi tetap ada solusinya. Saya menyarankan denga;1) Dokumentasi, 2) Penerapan Sistem Penilaian Performance Berbasis obyektivitas Kinerja.

Dokumentasi jelas, semua permasalahan permesinan di mapping setelah itu menetapkan standard perbaikan. Jika semua terdokumentasi, mulai dari Drawing Parts Mesin, Sistem operasional mesin, Problem, langkah Perbaikan, dan lain-lain terkait hal teknis lainnya, Budaya One Man Show berangsur akan hilang, dan bergeser pada model kerja kolektive. Perklu diingat, dokumentasi maintenance banyak menyangkut hal yang sangat rahasia ( very confidential ), anda WA / SMSjib memiliki mekanisme untuk menjamin kerahasiaannya.

Penerapan Sistem Penilaian Performance Berbasis obyektivitas Kinerja. Dengan adanya sistem ini, Gap atau Selisih antara Skill standard dengan actual yang dimiliki akan terlihat secara obyektif. Kuncinya pada data, umumnya semua orang sudah merasa bekerja dengan baik dan benar, jika tidak berbicara data obyektif, akan banyak sekali misskomunikasi. Sistem TPM menyediakan formulasinya, tinggal diolah dengan MBO atau Performance Approval system lainnya. Setelah itu lakukan Trainning rutin untuk pembekalan Basic Skill, melatih urutan kerja, kemampuan analisa masalah, dll.

Sumber : http://dedylondong.blogspot.co.id/2012/03/memahami-engineering-dalam-industri.html
  Engineering Dan Permasalahannya
Dalam pembangunan fisik bangsa dan negara, peranan para pakar teknik sipil merupakan hal yang krusial dan tidak terelakkan. Dapat dikatakan Engineer merupakan salah satu pilar utama dalam membangun kekayaan fisik suatu bangsa. Karena itu Engineer selalu dituntut untuk bersikap kritis, efisien dan kompetitif. Sungguh tantangan profesi yang menarik, namun harus kita akui bahWA / SMS tidak mudah untuk menjalaninya. Banyak sekali hambatan-hambatan non teknis yang dihadapi.

Kelangkaan proyek, ketiadaan lapangan kerja yang menarik dan memadai, akibat krisis ekonomi yang berkepanjangan, perubahan dalam tatanan kehidupan nasional dan dunia dengan laju yang sangat cepat, tuntutan kebutuhan materi yang semakin meningkat, mengakibatkan banyak Engineer yang meninggalkan profesinya. Dunia profesi dan berbisnis dalam bidang lain nampak lebih menjanjikan… Rumput di rumah tetangga nampak lebih hijau

Mungkin tidak salah kalau dikatakan bahWA / SMS semasa sekolah dahulu, kita yang bersekolah dalam bidang Ilmu Pasti dan kuliah dalam bidang teknik, pada umumnya, sadar atau tidak, merasa lebih ‘pandai’ dari teman-teman yang bersekolah dibidang ilmu-ilmu sosial dan ekonomi. Kini, dalam kenyataannya, banyak engineer yang ramai-ramai exodus keluar dari dunia teknik dan mencari nafkah di bidang yang jauh dari ilmu-ilmu teknik yang notabene telah ditekuninya bertahun-tahun.

Sementara yang tetap bertahan, baik karena cinta pada profesinya ataupun karena tidak punya pilihan lain, terpaksa berkecimpung dengan segala realitas permasalahan non teknis yang sering terasa tidak enak untuk dihadapi.

PERMASALAHAN
Profesi seorang Engineer, baik dalam dunia teknik sipil, struktur ataupun geoteknik, mengalami banyak sekali permasalahan dan hambatan (Worsak, 2000; Chiang A.,2003), diantaranya:

1. Produk seorang Engineer sangat unik. Sangat sukar untuk membandingkan karya dua orang Engineer secara adil dan objektif. Namun seringkali pekerjaan atau proyek didapat melalui ‘koneksi’. Seorang engineer yang dapat bersikap ’manis dan menyenangkan’ mendapatkan kesempatan dan proyek yang lebih banyak daripada Engineer yang bersikap tegas dan objektif.

2. Faktor keamanan yang tinggi dan penerapan peraturan-peraturan konstruksi (code) membantu ‘menyembunyikan’ engineer yang berkemampuan kurang. Teori/teknik canggih dan terbaru sangat jarang diterapkan dalam praktek.

3. Peraturan (code of practice), keterbatasan WA / SMSktu dan peralatan canggih mematikan kreativitas, sering kali Engineer hanya menjadi operator yang hanya mengulang apa yang sudah pernah ada dan sudah pernah dikerjakan.

4. Banyak Engineer, terpaksa ataupun tidak, menjadi ”yes-man” yang melakukan segala permintaan para investor / pemilik proyek. Sering kali Engineer hanya menjadi ‘alat’ sang investor, (dengan terpaksa atau tidak) merencanakan dan membangun proyek yang sesungguhnya mengakibatkan kerusakan lingkungan dan tatanan kehidupan sosial.

5. Engineer tidak mampu mempresentasikan aspirasi dan pengetahuannya terhadap para investor. Sebaliknya, sang Arsitek dan/atau Pemilik Modal jauh lebih mampu mempresentasikan kehendaknya, sekalipun hal itu diluar pengetahuannya. Engineer bekerja, orang lain yang mendapatkan pujian.

6. Karir seorang Engineer di negara berkembang berumur pendek. Katanya: Tidak ada yang tidak dapat dikerjakan Engineer kecuali tetap bekerja dalam bidang Engineering! (Nothing under the sun engineers cannot do, except continuing to do engineering!). Pekerjaan lain lebih menjanjikan, mengapa tidak??

7. Diluar Engineering, pengetahuan Engineer sering kali sangat terbatas. Di era gobalisasi ini pengetahuan akan Engineering saja tidaklah cukup!

8. Proses tender yang selalu mencari penaWA / SMSran terendah membaWA / SMS dampak yang merusak. Sistem tender yang menciptakan suasana sangat-sangat kompetitif itu membuat Engineer bergulat demi mempertahankan kelangsungan profesi dan perusahaannya. Sang Engineer tidak hanya membanting tulang, tetapi juga banting membanting harga dan sering kali kualitas terpaksa menjadi korban. Pemilik perusahaan terpaksa menekan honor Engineer. Pada gilirannya suasana ini akan mematikan Kreativitas dan Etika sang Engineer. Atau paling tidak, memaksa sebagian besar Engineer meninggalkan dunia Engineering. Singkatnya, kecuali kita selaku Engineer bersedia berubah, mengubah sikap kita terhadap permasalahan ini, maka pada akhirnya kita hanya menjadi KOMODITI dalam dunia konstruksi dan tidak lagi sebagai Engineer yang bernilai dan ber-kredibilitas tinggi apalagi sebagai Pilar Pembangunan Bangsa dan Negara.

SOLUSI-NYA
Dalam pembicaraan-pembicaraan sesama Engineer sering kali terdengar kata-kata: “Problem sudah kita ketahui, bagaimana seorang engineer ideal bersikap juga sudah kita ketahui. Namun apa yang bisa kita lakukan? Sistemnya memang sudah demikian! Semua hal memerlukan dana, memasang tarif tertentu untuk menaikkan engineering fee? Percuma! Akan dilanggar juga oleh sesama Engineer!”

Tidak bisa dipungkiri, persoalan yang pada akhirnya terkait pada masalah uang ini, atau meminjam istilah anak-anak muda sekarang: UUD = Ujung-Ujungnya Duit, memang sangat peka dan sulit. Namun, fakta juga tidak bisa dipungkiri, bahWA / SMS kita perlu dan memerlukan perubahan… tentunya ke arah yang lebih baik.

Nothing is constant, only the changes is constant! Tidak ada yang abadi, yang abadi hanyalah perubahan. Dr. J. Spencer dalam bukunya Who Moved My Cheese menekankan pentingnya mengantisipasi dan proaktif terhadap perubahan. Old beliefs do not lead you to new cheese, the quicker you let go of old cheese, the sooner you find new cheese. Dengan kata lain: keyakinan lama tidak akan membaWA / SMS kemajuan. Semakin cepat kita melepaskan keyakinan lama, semakin cepat kita menuju hal-hal baru.

Dalam kesempatan ini, penulis ingin mengajak teman-teman se-profesi untuk mengkaji permasalahan-permasalahan diatas dan memikirkan langkah-langkah yang bisa kita lakukan, baik secara individu maupun selaku anggota komunitas Engineer, demi kemajuan profesi kita bersama yaitu selaku: Engineer. Tanpa ber-pretensi lebih tahu, di baWA / SMSh ini penulis ingin memberikan beberapa sumbang saran

ETIKA
Penulis pernah membaca literatur yang membahas masalah Etika Profesi, disana dibahas bagaimana kata-kata Etika, yang dalam bahasa Inggris itu ditulis ETHICS, diuraikan huruf per huruf menjadi jabaran kode etik profesi yang sangat menarik dan yang bisa mengangkat harkat profesi kita. DibaWA / SMSh penulis menyajikan bahasan tersebut yang penulis sesuaikan untuk profesi Engineering yang kita geluti bersama ini,

E = Excellence = Keunggulan
Selaku profesional, seorang Engineer, harus bersikap terus menerus memperbaiki pengetahuannya, selalu mencari solusi yang terbaik. Tidak boleh bergantung kepada code of practice secara membuta. Engineer tidak boleh bersikap pasif, melainkan harus pro-aktif untuk beradaptasi dengan era globalisasi yang serba cepat ini. Engineer yang tidak selalu pro-aktif memperbarui diri dengan pengetahuan dan teknologi baru akan tertinggal jaman.

Dalam era globalisasi ini hanya bermodalkan disiplin pengetahun Engineering itu sendiri tidaklah cukup, seorang Engineer perlu melengkapi dirinya dengan pentetahuan dasar akan ilmu-ilmu sosial, ekonomi, keuangan, humas, dan lain-lain yang terkait dengan pekerjaannya. Pengetahuan dan keahlian mana diperlukan untuk secara efektif mengkomunikasikan proses engineering. Untuk menganalisa, untuk berpikir secara lateral (dalam keterkaitan dengan bidang diluar engineering) dan vertikal (dalam bidang engineering secara mendalam), men-sintesa, memformulasikan permasalahan, dan menyelesaikannya.

T = Trustworthy = Terpercaya
Pengetahuan Engineering merupakan pengetahuan yang sangat khusus, tidak banyak orang yang menguasai disiplin ilmu ini. Karenanya seorang Engineer harus mempunyai kebanggaan diri dalam merefleksikan kepercayaan. Setiap kata dan tindakan dalam menjalankan profesi-nya harus dapat diandalkan. Seorang Engineer WA / SMSjib memberikan dan menerapkan solusi yang terbaik yang diketahuinya. Sesama Engineer harus juga bisa saling menghormati, saling dipercaya dan mempercayai. Serta tidak saling menjatuhkan satu sama lain.

H = Honesty = Kejujuran
Agar dapat dipercaya seorang Engineer harus jujur terhadap profesinya, terhadap diri sendiri, terhadap sesama Engineer dan terhadap client-nya.

Diperlukan sikap lapang dada dalam menerima saran dan kritik dari sesama Engineer demi kemajuan bersama. Jujur dalam mengemukakan keuntungan dan kerugian alternatif-alternatif solusi yang diajukannya.

Kejujuran merupakan pangkal dari prilaku etikal. Kejujuran berarti mengatakan sesuatu apa adanya. Kejujuran berarti selalu menjaga untuk tidak membohongi orang lain, baik secara sengaja ataupun dengan bersikap diam. Contoh: Bilamana sang Engineer bahWA / SMS solusi dengan menggunakan suatu teknik perbaikan tanah merupakan solusi yang terbaik dan termurah, namun sang Engineer bersikap diam karena solusi tersebut berarti pekerjaan akan jatuh ke tangan Engineer lain. Sebuah dilemma bukan? Namun, disinilah sikap etikal itu akan sangat menentukan.

Kejujuran juga berarti bersikap adil, menerima dan memberi apa yang menjadi hak orang lain, menerima keWA / SMSjiban dan menolak hal-hal yang tidak merupakan hak dan yang berada diluar otoritas-nya. Menerima dan mengerjakan tugas yang memang bisa dikerjakannya, dan tidak mengerjakan tugas yang berada diluar bidang keahliannya. WA / SMSlaupun sering kali kita ditempatkan dalam kesulitan untuk bersikap jujur sejujur-jujurnya, namun bila kita selaku Engineer dapat menjaga dan memelihara sikap jujur tersebut, maka pada akhirnya akan mengangkat nilai sang Engineer dan profesi Engineering itu sendiri.

I = Integrity = Integritas
Engineer selayaknya menjunjung tinggi integritas pribadi dan bidang keahliannya dengan berlaku tegas dan tegar terutama sekali dalam menegakkan dan menerapkan pengetahuannya. Keputusan seyogyanya diambil dengan juga mempertimbangkian dampak lingkungan dan tidak semata-mata demi kepentingan pribadi dan/atau pemberi tugas. Berani menegakkan integritasnya dengan jalan mengedepankan kepentingan umum dan menolak segala bentuk insentif dan paksaan yang bisa mengakibatkan kerusakan lingkungan.

Keputusan hendaknya diambil dengan tidak mengutamakan keuntungan materi, tetapi berdasarkan pertimbangan engineering dan dampak lingkungan. Bilamana diperlukan harus dapat mengatakan: “Tidak” kepada pemberi tugas. Tidak bersikap menjadi “Yes-man” dan tidak mengambil sikap asal “menyenangkan” pemberi tugas. Tentunya disini diperlukan teknik penyampaian kata TIDAK yang baik. Jelas bahWA / SMS Engineer juga memerlukan pengetahuan Human Relation.

Integritas berarti tidak saja bersikap jujur tapi juga berarti tahan untuk tidak bersikap korup. Engineer dengan integritas tinggi mengerjakan dan berkata benar, sekalipun hal itu berakibat kehilangan proyek. Tentunya cobaan untuk bersikap seperti itu sangatlah besar, semakin besar nilai proyek semakin sulit mengambil sikap dengan integritas tinggi. Menolak terlibat dalam proyek yang nyata-nyata diketahui berdampak negatif namun bernilai besar merupakan cobaan yang sangat besar terhadap Integritas sang Engineer. Namun, itulah essensi dari nilai Integritas.

Diperlukan kemampuan komunikasi yang tinggi untuk bersikap jujur dan ber-integritas, karenapengetahuan Engineering saja tidaklah cukup, diperlukan pengetahuan human relation dan sedikit psychology.

C = Caring = Perduli
Setiap buah karya Engineer seyogyanya juga dilandasi dengan pemikiran yang berdasarkan keperdulian terhadap lingkungan dan masyarakat. Berusaha agar dampak negatif terhadap lingkungan dan masyarakat sekecil mungkin. Dan sebaliknya agar karyanya itu bahkan berdampak positif terhadap kehidupan. Disinilah letak keanggunan dari karya sang Engineer.

Ini berarti bersikap perduli. Bekerja tidak hanya bermotifkan kepentingan pribadi dan kepentingan pemberi tugas tetapi juga mempertimbangkan kepentingan masyarakat luas dan lingkungan.

Perduli terhadap kepentingan rekan-rekan se-profesi. Sikap memper-timbangkan kepentingan rekan se-profesi pada akhirnya akan membaWA / SMS dampak positif terhadap profesi engineering itu sendiri.

Abraham Lincoln berkata: Orang yang membiarkan kesalahan berlalu dihadapannya, sama salahnya dengan orang yang membuat kesalahan.

S = Selflessness = Tidak Egois
Tidak bersikap egois, tidak mengedepankan kepentingan diri pribadi. Tidak bersikap seperti economic animal yang menilai semua dari sudut kepentingan ekonomi semata.

Enam huruf ETHICS yang dijabarkan sebagai akronim dari enam kata: Excellence, Trustworthy, Honesty, Integrity, Caring dan Selflessness itu saling kait mengait, merupakan suatu kesatuan kode etik prilaku yang tidak mudah dijalankan.

Bersikap etikal seringkali memerlukan sebuah harga yang mahal, menimbulkan kerugian jangka pendek, tidak jarang membaWA / SMS sang Engineer dalam posisi berhadapan terhadap pemberi tugas, terhadap sesama rekan seprofesi, terhadap atasan, bahkan terhadap anggota keluarga kita yang tidak bersedia menanggung kerugian materi akibat mengedepankan etika. Tekad saja tidaklah cukup. Tanpa tindakan, semua maksud baik tinggal maksud dan tidak bermakna sama sekali. Diperlukan keberanian dan ketegasan untuk bertindak etis. WA / SMSlaupun ada kerugian jangka pendek, namun keberanian menegakkan prinsip-prinsip etika pada akhirnya akan memenangkan rasa hormat rekan seprofesi, atasan, pemberi tugas dan juga anggota keluarga sang Engineer.

Engineer tidak boleh membiarkan dirinya dipergunakan sebagai alat dari pemberi tugas atau alat dari profesi lain, tetapi harus memposisikan diri kita untuk menjadi pemikir, pemecah permasalahan(problem solver), dan salah satu leader dalam masyarakat.

HOW TO SELL OURSELVES ?
Era globalisasi membaWA / SMS perubahan tatanan sosial yang amat cepat dan dunia ekonomi yang semakin kompetitif. Teknologi internet membuat dunia semakin kecil, email, world wide web, internet phone dan video conferencing membuat Engineer dapat melakukan tugasnya dari mana saja, tanpa perlu melakukan banyak tatap muka langsung. Ini berarti persaingan dengan Engineer dari luar negeri juga semakin terbuka lebar. Jelas bahWA / SMS dunia Engineering yang menjadi salah satu pilar penting dalam pembangunan bangsa dan negara juga mengalami dampak yang sangat besar, baik dari segi teknologi maupun dalam sisi ekonomi.

Di suatu sisi perkembangan teknologi dan kompetisi ketat membaWA / SMS dampak positif dalam peningkatan efisiensi. Namun, TERLAMPAU KOMPETITIF, membaWA / SMS dampak negatif, membuat sebagian besar Engineer mengambil posisi survival dengan akibat marjin keuntungan yang terlampau rendah atau bahkan tanpa keuntungan, tidak bisa berinvestasi untuk belajar, apalagi berinvestasi untuk teknologi dan peralatan baru. Bila keadaan seperti ini terus berlangsung, pada saatnya nanti (atau bahkan sekarang sudah terjadi?), Engineer local betul-betul hanya akan menjadi ‘alat’ dari para pemilik modal, ‘pembantu’ dari para konsultan luar negeri. Kasarnya, mengutip apa pernah terlontar dari mulut seorang konglomerat dan seorang pemilik alat-alat berat: “Sebenarnya, kalian Engineer sama saja dengan kuli, hanya bedanya kalian adalah kuli pintar yang tidak bisa berbisnis.” Sepintas terasa sangat-sangat menyinggung dan merendahkan. Namun, bila sejenak kita melepaskan professional pride kita selaku Engineer dan melihat bagaimana banyak dari antara kita bersikap saling membanting harga, dan untuk men-justify tindakan itu kita berkata: “Habis bagaimana lagi? Sistemnya sudah begitu? Kalau kita tidak mau ada orang lain yang mau!” atau “Membuat kartel? Melangggar etika bisnis! Menentukan harga? Percuma akan dilanggar sendiri!”

Terasa sekali ada hal yang sangat kurang disini? Apa yang kurang? Kasarnya, seperti kata sang konglomerat tadi: Engineer tidak bisa berbisnis! Halusnya, seperti yang penulis kutip dari kalangan agen asuransi jiWA / SMS (profesi yang sering kali dijauhi orang dan bahkan sering dianggap pes), kita harus belajar: How to sell ourself (with pride and honor)? Yah, Bagaimana kita menjual diri kita? (maaf, jangan diartikan menjual diri seperti pelacur). Intinya adalah bagaimana kita memposisikan diri dalam menjual jasa kita, dengan kebanggaan dan secara terhormat?

Tengoklah, Mengapa dokter bisa menetapkan harga tanpa ditaWA / SMSr? Karena mereka berurusan dengan jiWA / SMS manusia sehingga pasiennya tidak berani menaWA / SMSr. Baik, lalu bagaimana dengan notaris? Bagaimana dengan salon, bengkel mobil, super market dll? Apakah persaingan mereka kurang ketat? Oh, itu karena konsumen mereka jauh lebih luas, demikian jaWA / SMSb kita. Benarkah?? Sebagai masukan: Penulis pernah mendampingi beberapa orang businesman dalam berbisnis, satu jenis sisir WA / SMSnita dibeli dengan harga S$0.8 atau sekitar Rp. 4.000,- di supplier dari Singapore, dalam grosiran dijual dengan harga Rp. 18.000,- di Jakarta, tiba di department store harga menjadi Rp. 28.000,-? Kita lalu berdalih, karena dia tidak ada saingan, coba tengok ke Pasar Pagi, Mangga Dua, banyak sekali toko yang menjual sisir itu!! Contoh lain: Berapa biaya yang kita keluarkan setiap kali membetulkan ac mobil kita? Agar diketahui penulis melihat dengan mata kepala sendiri salah satu spare part dengan modal dasar sekitar Rp. 80.000,- dibeli via Singapore, bisa dijual dengan harga Rp. 250,000.- di bengkel!! Masih kurang yakin? Berapa harga sebotol coca cola di super market? Dan berapa harga minuman yang sama di hotel berbintang lima?? Toh, tetap saja orang datang dan minum disana.

Ingin contoh dari dunia kita sendiri? Konsultasi perbaikan tanah, satu orang engineer bisa mendapatkan dengan harga Rp. 60.000.000,- sementara untuk pekerjaan yang sama engineer lain mengerjakan dengan harga 7 kali lipat dibaWA / SMSh itu. Padahal harga yang 60 juta itu sudah didapatkan SPK via tender.

Mengapa? Jelas sekali ada yang kurang pada diri kita. Apa? Kembali kepada ucapan dari kalangan agen asuransi jiWA / SMS: HOW TO SELL OURSELF? Kita perlu belajar Selling Tehcnique atau teknik menjual. Kita perlu belajar Professional Salesmanship. Intinya: Bagaimana kita memposisikan diri, bagaimana kita menilai diri kita sendiri, bagaimana kita menjual jasa kita berdasarkan apa yang disebut SPIN – Situation, Problems, Implication dan Needs Pay-off. Suatu teknik menjual dengan memahami situasi, problem yang dihadapi client, implikasi dari problem yang dihadapinya, dan manfaat dari solusi yang ditaWA / SMSrkan. Jelasnya bisa dibaca dari buku: SPIN Selling (Rackham N., 1995).

PENDIDIKAN ENGINEERING
Dalam hemat penulis, pendidikan Engineering juga harus dikaji ulang. Tidak cukup dengan hanya mengajarkan materi engineering itu sendiri. Mendidik tidak sama dengan mengajar. Mendidik membaWA / SMS konotasi peningkatan kualitas mental dan cara berpikir, tidak hanya materi pelajaran. Karena itu perlu sekali para calon Engineer dididik dengan etika moral. Dan dilengkapi juga dengan dasar-dasar ilmu ekonomi dan hubungan masyarakat. Dengan demikian diharapkan Engineer tidak menjadi komoditi, alat atau pengikut investor, tetapi menjadi Engineer yang mempunyai kemampuan sebagai Komunikator, Penerap teknologi maju, Inovator, dan salah satu Leading Factor dalam pembangunan. Dan dalam skala kecil, yang mampu hidup dari dunia engineering dan tidak akan meninggalkan dunia engineering itu sendiri hanya karena dunia lain lebih menjanjikan secara keuangan.

Sumber : GOUW Tjie-Liong
  --
--
  --
--
  --
--
  --
--
 
   Ingin mengetahui tentang
 project management proffessional
  Apa itu Manajemen Proyek
Manajemen proyek adalah sebuah disiplin keilmuan dalam hal perencanaan, pengorganisasian, pengelolaan (menjalankan serta pengendalian), untuk dapat mencapai tujuan-tujuan proyek. Proyek adalah sebuah kegiatan yang bersifat sementara yang telah ditetapkan aWA / SMSl pekerjaannya dan WA / SMSktu selesainya (dan biasanya selalu dibatasi oleh WA / SMSktu, dan seringkali juga dibatasi oleh sumber pendanaan), untuk mencapai tujuan dan hasil yang spesifik dan unik, dan pada umumnya untuk menghasilkan sebuah perubahan yang bermanfaat atau yang mempunyai nilai tambah. Proyek selalu bersifat sementara atau temporer dan sangat kontras dengan bisnis pada umumnya (Operasi-Produksi), dimana Operasi-Produksi mempunyai sifat perulangan (repetitif), dan aktifitasnya biasanya bersifat permanen atau mungkin semi permanen untuk menghasilkan produk atau layanan (jasa/servis). Pada prakteknya, tipe manajemen pada kedua sistem ini sering berbeda, dengan kemampuan teknis dan keputusan manajemen strategis yang spesifik.

Tantangan utama sebuah proyek adalah mencapai sasaran-sasaran dan tujuan proyek dengan menyadari adanya batasan-batasan yang telah dipahami sebelumnya. Pada umumnya batasan-batasan itu adalah ruang lingkup pekerjaan, WA / SMSktu pekerjaan dan anggaran pekerjaan. Dan hal ini biasanya disebut dengan "triple constrains" atau "tiga batasan". Dengan semakin meningkatnya kesadaran akan harkat dan martabat individu dalam menjalankan proyek, maka batasan ini kemudian berkembang dengan ditambahkan dengan batasan keempat yaitu faktor keselamatan. Tantangan selanjutnya adalah bagaimana mengoptimasikan dan pengalokasian semua sumber daya dan mengintegrasikannya untuk mencapai tujuan proyek yang telah ditentukan.

Sejarah
Tidak ditemukan sumber yang pasti mengenai bagaimana sejarah manajemen proyek yang sebenarnya. Namun, bukti terhadap diimplementasikannya ilmu manajemen proyek sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya piramid raksasa di kota Mesir. Piramida yang secara umum merupakan sebuah bangunan yang berfungsi sebagai makam raja-raja dan juga sebagai sarana tempat peribadahan, merupakan bukti yang paling menakjubkan dari penerapan ilmu manajemen proyek pada masa lalu. Pembangunan piramid yang tidak dilakukan sembarangan membuktikan bahWA / SMS desain dari setiap sudut bangunan diperhitungkan dengan sangat teliti. Hampir setiap piramid dibangun dengan memperhitungkan jarak piramid dengan matahari, karena matahari merupakan elemen terpenting bagi kehidupan masyarakat kuno. Pembangunan piramid ini tidak mungkin dapat terlaksana jika tidak ada orang yang melakukan perencanaan, pengorganisasian dan menggerakkan para pekerja serta melakukan pengontrolan dalam pembangunannya. Dan sejarah pun mencatat bahWA / SMS bangsa Indonesia juga mempunyai catatan gemilang dalam Manajemen Proyek, salah satunya adalah Borobudur yang dibangun pada kurun WA / SMSktu antara 760 dan 830 AD pada masa puncak kejayaan WA / SMSngsa Syailendra di JaWA / SMS Tengah.

Sebagai sebuah dispilin keilmuan, Manajemen Proyek dikembangkan dari beberapa bidang aplikasi termasuk didalamnya konstruksi sipil, teknik rekayasa, dan juga aktivitas di bidang HANKAM (pertahanan-keamanan). Manajemen Proyek telah diterapkan dari aWA / SMSl perabadan manusia. Di antaranya misalnya Vitruvius (1 abad SM), Christopher Wren (1632-1723), Thomas Telford (1757-1834) dan Isambard Kingdom Brunel (1806-1859)

Kemudian baru pada tahun 1900 an Manajemen Proyek dengan proses sistematiknya diterapkan pada proyek rekayasa yang kompleks. Dua tokoh yang fenomenal dari manajemen proyek. Adalah Henry Gantt, disebut ayah dari teknik perencanaan dan kontrol yang terkenal dengan penggunaan tentang Gantt chart sebagai alat manajemen proyek;. dan kemudian Henri Fayol untuk ciptaan-Nya dari 5 fungsi manajemen yang membentuk dasar dari tubuh pengetahuan yang terkait dengan proyek dan manajemen program Gantt dan Fayol, keduanya adalah mahasisWA / SMS Frederick Winslow Taylor untuk memperdalam teori manajemen ilmiah. Karyanya adalah pelopor alat manajemen proyek modern termasuk rincian struktur kerja (WBS - Work Breakdown Structure) dan alokasi sumber daya.

Tahun 1950 menandai aWA / SMSl era Manajemen Proyek modern datang bersama-sama dengan bidang Rekayasa Teknis (Enjinering) sebagai satu kesatuan. Manajemen proyek menjadi dikenal sebagai suatu disiplin ilmu yang berbeda yang timbul dari disiplin ilmu manajemen dengan model rekayasa Di Amerika Serikat [9]. Sebelum tahun 1950-an secara garis besar, proyek dikelola dengan menggunakan Grafik Gantt, sebagai suatu alat dan teknik informal. Pada saat itu, dua model penjadWA / SMSlan proyek dengan model matematis sedang dikembangkan. Yang pertama adalah Metode Jalur Kritis (CPM - Critical Path Method) yang dikembangkan pada suatu proyek sebagai usaha patungan antara DuPont Corporation dan Remington Rand Corporation untuk mengelola proyek-proyek pemeliharaan tanaman. Dan yang kedua adalah "Evaluasi Program dan Tinjauan Teknik" (atau PERT - Program Evaluation and Review Technique), dikembangkan oleh Booz Allen Hamilton sebagai bagian dari Angkatan Laut Amerika Serikat (dalam hubungannya dengan Lockheed Corporation) dalam pengembangan Program rudal kapal selam Polaris; Perhitungan teknik matematis ini kemudian cepat menyebar ke perusahaan-perusahaan sWA / SMSsta untuk diterapkan. Dalam WA / SMSktu yang sama, model penjadWA / SMSlan-proyek juga sedang dikembangkan, teknik menghitung biaya proyek, manajemen biaya, dan ekonomi teknik terus berkembang, dengan kepeloporannya oleh Hans Lang dan lain-lain.

Pada tahun 1956, American Association of Cost Engineers (AACE), yang sekarang disebut AACE Internasional; Asosiasi Internasional untuk ahli Teknik Biaya yang pada aWA / SMSlnya dibentuk oleh praktisi manajemen proyek dan spesialisasi terkait dengan perencanaan dan penjadWA / SMSlan, perkiraan biaya , dan pengenadalian jadWA / SMSl proyek (Pengendali Proyek - Project Control). AACE terus bekerja sebagai perintis dan pada tahun 2006 pertama kali merilis proses yang terintegrasi untuk manajemen portofolio, program dan proyek (Total Cost Management Framework). AACE meneaWA / SMSrkan beberapa sertifikasi seperti CCE, PSP dan lain sebagainya.

Pada tahun 1967, International Project Management Association (IPMA) didirikan di Eropa, sebagai sebuah federasi dari beberapa asosiasi manajemen proyek nasional. IPMA memelihara struktur federal hari ini dan sekarang termasuk asosiasi anggota pada setiap benua kecuali Antartika. IPMA menaWA / SMSrkan Sertifikasi Tingkat Empat program yang berdasarkan Baseline IPMA Kompetensi (ICB). ICB ini mencakup kompetensi teknis, kompetensi kontekstual, dan kompetensi perilaku.

Pada tahun 1969, Project Management Institute (PMI) dibentuk di Amerika Serikat.PMI menerbitkan buku Panduan yang sering disebut dengan PMBOK Guide (Project Management Body of Knowledge Guide), yang menggambarkan praktek manajemen proyek yang umum untuk "hampir semua proyek dan hampir semua WA / SMSktu". PMI juga menaWA / SMSrkan beberapa sertifikasi seperti PMP, CAMP dan lain sebagainya.

Di Indonesia sendiri Manajemen Proyek berkembang pada era tahun 1970-1990 an diaWA / SMSli dengan semakin banyaknya berkembang proyek-proyek infrastruktur yang banyak memerlukan profesional di bidang Manajemen Proyek. Salah satunya yang berdiri pertama kali adalah Project Management Institut Chapter Jakarta (yan sekarang disebut PMI - Indonesia). PMI Indonesia didirikan pada tahun 1996 dan merupakan organisasi yang didedikasikan untuk meningkatkan, konsolidasi dan penyaluran manajemen proyek Indonesia dan bekerja untuk pengembangan pengetahuan dan keahlian untuk kepentingan semua stakeholder. Organisasi ini adalah salah satu cabang dari Project Management Institute (PMI), sebuah organisasi, nirlaba profesional di seluruh dunia terkemuka.

Dan pada tanggal 16 Juli 1999 didirikanlah Ikatan Ahli Manajemen Proyek Indonesia (IAMPI) yang merupakan asosiasi dari para Ahli Manajemen Proyek Indonesia dan didirikan di Jakarta, sebagai salah satu asosiasi profesi anggota LPKJ. Lembaga IAMPI ini juga menaWA / SMSrakan sertifikasi yang betaraf nasional di Indonesia.

Dan terakhir adalah lembaga ITAPPI (Ikatan Tenaga Ahli Pengendali Proyek Indonesia) yang didirikan pada tahun 2008 dan merupakan organisasi profesional dengan bidang pengendali proyek (Project Control).

Proses
Pendekatan mengenai tahapan proyek secara umum adalah mengidentifikasi urutan langkah yang harus diselesaikan. Dalam "pendekatan tradisional" ini, lima komponen perkembangan proyek dapat dibedakan (empat tahap ditambah kontrol) dan ditambah lagi tahapan penyelesaian proyek, yang dapat juga dapat disebut "Siklus Kehidupan Proyek" (Project Life Cycle). Secara umum, siklus hidup proyek merupakan suatu metode yang digunakan untuk menggambarkan bagaimana sebuah proyek direncanakan, dikontrol, dan diaWA / SMSsi sejak proyek disepakati untuk dikerjakan hingga tujuan akhir proyek tercapai. Terdapat lima tahap kegiatan utama yang dilakukan dalam siklus hidup proyek yaitu :

inisiasi;
1. perencanaan dan desain;
2. pelaksanaan dan konstruksi;
3. pemantauan dan sistem pengendalian;
4. penyelesaian.

Tahap Inisiasi
Tahap inisiasi proyek merupakan tahap aWA / SMSl kegiatan proyek sejak sebuah proyek disepakati untuk dikerjakan. Pada tahap ini, permasalahan yang ingin diselesaikan akan diidentifikasi. Beberapa pilihan solusi untuk menyelesaikan permasalahan juga didefinisikan. Sebuah studi kelayakan dapat dilakukan untuk memilih sebuah solusi yang memiliki kemungkinan terbesar untuk direkomendasikan sebagai solusi terbaik dalam menyelesaikan permasalahan. Ketika sebuah solusi telah ditetapkan, maka seorang manajer proyek akan ditunjuk sehingga tim proyek dapat dibentuk.

Tahap Perencanaan dan Desain
Ketika ruang lingkup proyek telah ditetapkan dan tim proyek terbentuk, maka aktivitas proyek mulai memasuki tahap perencanaan. Pada tahap ini, dokumen perencanaan akan disusun secara terperinci sebagai panduan bagi tim proyek selama kegiatan proyek berlangsung. Adapun aktivitas yang akan dilakukan pada tahap ini adalah membuat dokumentasi project plan, resource plan, financial plan, risk plan, acceptance plan, communication plan, procurement plan, contract supplier dan perform phare review.

Tahap Eksekusi (Pelaksanaan proyek dan/atau Konstruksi)
Dengan definisi proyek yang jelas dan terperinci, maka aktivitas proyek siap untuk memasuki tahap eksekusi atau pelaksanaan proyek. Pada tahap ini, deliverables atau tujuan proyek secara fisik akan dibangun. Seluruh aktivitas yang terdapat dalam dokumentasi project plan akan dieksekusi.

Tahap Pemantaun dan sistem Pengendalian
Sementara kegiatan pengembangan berlangsung, beberapa proses manajemen perlu dilakukan guna memantau dan mengontrol penyelesaian deliverables sebagai hasil akhir proyek.

Tahap Penutupan
Tahap ini merupakan akhir dari aktivitas proyek. Pada tahap ini, hasil akhir proyek (deliverables project) beserta dokumentasinya diserahkan kepada pelanggan, kontak dengan supplier diakhiri, tim proyek dibubarkan dan memberikan laporan kepada semua stakeholder yang menyatakan bahWA / SMS kegiatan proyek telah selesai dilaksanakan. Langkah akhir yang perlu dilakukan pada tahap ini yaitu melakukan post implementation review untuk mengetahui tingkat keberhasilan proyek dan mencatat setiap pelajaran yang diperoleh selama kegiatan proyek berlangsung sebagai pelajaran untuk proyek-proyek dimasa yang akan datang.

Organisasi Proyek
Tahapan ini merupakan tahapan sebuah proyek sebelum kemudian ditutup (penyelesaian). Namun tidak semua proyek akan melalui setiap tahap, artinya proyek dapat dihentikan sebelum mereka mencapai penyelesaian. Beberapa proyek tidak mengikuti perencanaan terstruktur dan / atau proses pemantauan. Beberapa proyek akan melalui langkah 2, 3 dan 4 beberapa kali.

Banyak industri menggunakan variasi pada tahap-tahapan proyek ini. Sebagai contoh, ketika bekerja pada sebuah perencanaan desain dan konstruksi, proyek biasanya akan melalui tahapan dengan nama yang berbeda-beda seperti pada tahapan Perencanaan dengan nama: Pra-Perencanaan, Desain Konseptual, Desain Skema, Pengembangan Desain, Gambar Konstruksi (atau Dokumen Kontrak), dan/atau Administrasi Konstruksi.

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen_proyek
  Kompetensi Yang Harus Dimiliki Seorang Manajer Proyek
Seorang manager proyek merupakan seorang professional dalam bidang manajemen proyek. Manajer proyek memiliki tanggung jaWA / SMSb untuk melakukan perencanaan, pelaksanaan dan penutupan sebuah proyek yang biasanya berkaitan dengan bidang industri kontruksi, arsitektur, telekomunikasi dan informasi teknologi. Untuk menghasilkan kinerja yang baik, sebuah proyek harus dimanage dengan baik oleh manajer proyek yang berkualitas baik serta memiliki kompetensi yang disyaratkan. Seorang manajer proyek yang baik harus memiliki kompetensi yang mencakup unsur ilmu pengetahuan (knowledge), kemampuan (skill) dan sikap (attitude). Ketiga unsur ini merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan keberhasilan proyek. Sebuah proyek akan dinyatakan berhasil apabila proyek dapat diselesaikan sesuai dengan WA / SMSktu, ruang lingkup dan biaya yang telah direncanakan. Manajer proyek merupakan individu yang paling menentukan keberhasilan / kegalan proyek. Karena dalam hal ini manajer proyek adalah orang yang memegang peranan penting dalam mengintegrasikan, mengkoordinasikan semua sumber daya yang dimiliki dan bertanggung jaWA / SMSb sepenuhnya atas kenberhasilan dalam pencapaian sasaran proyek. Untuk menjadi manajer proyek yang baik, terdapat 9 ilmu yang harus dikuasai. Adapun ke sembilan ilmu yang dimaksud antara lain :

Manajemen Ruang Lingkup;
Manajemen WA / SMSktu;
Manajemen Biaya;
Manajemen Kualitas;
Manajemen Sumber Daya Manusia;
Manajemen Pengadaan;
Manajemen Komunikasi;
Manajemen Resiko;
Manajemen Integrasi.

Seorang manajer proyek yang baik juga harus mempersiapkan dan melengkapi kemampuan diri sendiri yang bisa diperoleh melalui kursus manajemen proyek. Adapun panduan referensi standart internasional yang kerap dipergunakan dalam bidang manajemen proyek adalam PMBOK (Project Management Body Of Knowledge). Setelah seorang manajer proyek dirasa cukup menguasai bidang pekerjaan yang sedang dijalani, maka disarankan untuk dapat mengambil sertifikasi manajemen proyek. Mereka yang berhasil mendapatkan sertifikasi ini akan memperoleh gelar PMP (Project Management Professional) dibelakang namanya sebagai bukti dimilikinya kemampuan terkait.

Tipe Organisasi di dalam Proyek
Proyek merupakan suatu kegiatan usaha yang kompleks, sifatnya tidak rutin, memiliki keterbatasan terhadap WA / SMSktu, anggaran dan sumber daya serta memiliki spesifikasi tersendiri atas produk yang akan dihasilkan. Dengan adanya keterbatasan-keterbatasan dalam mengerjakan suatu proyek, maka sebuah organisasi proyek sangat dibutuhkan untuk mengatur sumber daya yang dimiliki agar dapat melakukan aktivitas-aktivitas yang sinkron sehingga tujuan proyek bisa tercapai. Organisasi proyek juga dibutuhkan untuk memastikan bahWA / SMS pekerjaan dapat diselesaikan dengan cara yang efisien, tepat WA / SMSktu dan sesuai dengan kualitas yang diharapkan.

Secara umum, terdapat 4 jenis organisasi proyek yang biasa digunakan dalam menyelesaikan suatu proyek. Adapun jenis-jenis organisasi proyek yang dimaksud antara lain :

Organisasi Proyek Fungsional
Dalam organisasi proyek fungsional, susunan organisasi proyek dibentuk dari fungsi-fungsi yang terdapat dalam suatu organisasi. Organisasi ini biasanya digunakan ketika suatu bagian fungsional memiliki kepentingan yang lebih dominan dalam penyelesaian suatu proyek. Top manajer yang berada dalam fungsi tersebut akan diberikan wewenang untuk mengkoordinir proyek. Adapun beberapa kelebihan yang terdapat dalam organisasi proyek ini antara lain proyek dapat diselesaikan dengan struktur dasar fungsional organisasi induk, memiliki fleksibilitas maksimum dalam penggunaan staf, adanya pembauran berbagai jenis keahlian bagi tiap-tiap fungsi serta peningkatan terhadap profesionalisme pada sebuah divisi fungsional. Sedangkan beberapa kelemahan yang ditemui dalam organisasi proyek fungsional antara lain proyek biasanya kurang fokus, terdapat kemungkinan terjadinya kesulitan integrasi antar tiap-tiap fungsi, biasanya membutuhkan WA / SMSktu yang lebih lama serta motivasi orang-orang yang terdapat dalam organisasi menjadi lemah.

Organisasi Proyek Tim Khusus
Dalam organisasi proyek tim khusus, organisasi akan membentuk tim yang bersifat independen. Tim ini bisa direkrut dari dalam dan luar organisasi yang akan bekerja sebagai suatu unit yang terpisah dari organisasi induk. Seorang manajer proyek full time akan ditunjuk dan diberi tanggung jaWA / SMSb untuk memimpin tenaga-tenaga ahli yang terdapat dalam tim. Adapun beberapa kelebihan yang terdapat dalam organisasi proyek tim khusus yakni tim akan terbentuk dengan bagian-bagian yang lengkap dan memiliki susunan komando tunggal sehingga tim proyek memiliki wewenang penuh atas sumber daya yang ada untuk mencapai sasaran proyek, sangat dimungkinkan ditanggapinya perubahan serta dapat diambil sebuah keputusan dengan tepat dan cepat karena keputusan tersebut dibuat oleh tim dan tidak menunda hierarki, status tim yang mandiri akan menumbuhkan identitas dan komitmen anggotanya untuk menyelesaikan proyek dengan baik, jalur komunikasi dan arus kegiatan menjadi lebih singkat, mempermudah koordinasi maupun integrasi personel serta orientasi tim akan lebih kuat kepada kepentingan penyelesaian proyek. Sedangkan beberapa kelemahan yang ditemukan dalam organisasi proyek ini adalah biaya proyek menjadi besar karena kurang efisien dalam membagi dan memecahkan masalah dalam penggunaan sumber daya, terdapat kecendrungan terjadinya perpecahan antara tim proyek dengan organisasi induk serta proses transisi anggota tim proyek untuk kembali ke fungsi semula jika proyek telah selesai akan terasa sulit karena telah meninggalkan departemen fungsionalnya dalam WA / SMSktu yang lama.

Organisasi Proyek Matriks
Organisasi proyek matriks merupakan suatu organisasi proyek yang melekat pada divisi fungsional suatu organisasi induk. Pada dasarnya organisasi ini merupakan penggabungan kelebihan yang terdapat dalam organisasi fungsional dan organisasi proyek khusus. Beberapa kelebihan yang terdapat dalam bentuk organisasi ini yaitu manajer proyek bertanggung jaWA / SMSb penuh kepada proyek, permasalahan yang terjadi dapat segera ditindaklanjuti, lebih efisien karena menggunakan sumber daya maupun tenaga ahli yang dimiliki pada beberapa proyek sekaligus serta para personel dapat kembali ke organisasi induk semula apabila proyek telah selesai. Adapun beberapa kekurangan yang terdapat dalam bentuk organisasi proyek ini antara lain manajer proyek tidak dapat mengambil keputusan mengenai pelaksanaan pekerjaan dan kebutuhan personel karena keputusan tersebut merupakan wewenang dari pada departemen lain, terdapat tingkat ketergantungan yang tinggi antara proyek dan organisasi lain pendukung proyek serta terdapat dua jalur pelaporan bagi personel proyek karena personel proyek berada dibahWA / SMSh komando pimpinan proyek dan departemen fungsional.

Organisasi Proyek Virtual
Organisasi proyek virtual adalah suatu bentuk organisasi proyek yang merupakan aliansi dari beberapa organisasi dengan tujuan untuk menghasilkan suatu produk tertentu. Struktur kolaborasi ini terdiri dari beberapa organisasi lain yang saling bekerjasama dan berada disekelilin perusahaan inti. Adapun beberapa kelebihan yang terdapat dalam susunan organisasi proyek virtual ini antara lain terjadi pengurangan biaya yang signifikan, cepat beradaptasi dengan pesatnya perkembangan teknologi serta adanya peningkatan terhadap fleksibilitas usaha. Sedangkan beberapa kekurangan yang terdapat dalam organisasi ini yakni proses koordinasi keprofesionalan dari berbagai organisasi yang berbeda dapat menjadi hambatan, terdapat potensi terjadinya kehilangan kontrol pada proyek serta terdapat potensi terjadinya konflik interpersonal.

Jenis-jenis Proyek
Proyek merupakan aktivitas yang bersifat temporer. Dalam pengerjaannya, selalu ada batasan (time, scope dan budget) yang mempengaruhi kesuksesan pelaksanaan proyek. Perubahan terhadap salah satu faktor akan mempengaruhi faktor yang lain. Seluruh aktivitas yang terdapat pada proyek merupakan sebuah mata rantai yang dimulai sejak dituangkannya ide, direncanakan, kemudian dilaksanakan, sampai benar-benar memberikan hasil yang sesuai dengan perencanaannya semula.

Dalam kehidupan sehari-hari, dapat terlihat berbagai jenis kegiatan proyek. Jenis-jenis kegiatan proyek tersebut secara garis besar terkait dengan pengkajian aspek ekonomi, keuangan, permasalahan lingkungan, desain engineering, marketing, manufaktur, dan lain-lain. Namun, pada kenyataannya, tidaklah dapat membagi-bagi proyek pada satu jenis tertentu saja, kerena pada umumnya kegiatan proyek merupakan kombinasi dari beberapa jenis kegiatan sekaligus. Akan tetapi, jika ditinjau dari aktivitas yang paling dominan yang dilakukan pada sebuah proyek, maka kita dapat mengkategorikan proyek sebagai berikut :

Proyek Engineering Kontruksi
Dalam kegiatannya, aktivitas yang paling dominan yang dilakukan dalam proyek ini adalah pengkajian kelayakan, desain engineering, pengadaan dan konstruksi.

1. Proyek engineering Manufacture
Secara garis besar, kegitan proyek ini meliputi seluruh kegitan yang bersifat untuk menghasilkan produk baru.

2. Proyek Pelayanan Manajemen
Dalam pengerjaannya, aktivitas utama dalam proyek ini adalah merancang system informasi manajemen, merancang program efisiensi dan penghematan, diversifikasi, penggabungan dan pengambilalihan, memberikan bantuan emergency untuk daerah yang terkena musibag, merancang strategi untuk mengurangi kriminalitas dan penggunaan obat-obat terlarang dan lain-lain.

3. Proyek Penelitian dan Pengembangan
Adapun aktivitas utama yang dilakukan dalam pelaksanaan proyek ini meliputi melakukan penelitian dan pengembangan suatu produk tertentu.

4. Proyek Kapital
Secara umum, kegiatan yang dilakukan dalam proyek ini biasanya digunakan oleh sebuah badan usaha atau pemerintah, misalnya pembebasan tanah, penyiapan lahan dan pembelian material.

Berdasarkan penjelasan di atas dapat juga ditarik suatu kesimpulan yaitu bahWA / SMS dalam suatu jenis proyek yang memiliki beberapa aktivitas sekaligus, maka pembagiannya merupakan kombinasi. Proyek pembuatan sumur minyak dan gas, jika ditinjau dari segi pembangunannya dapat dikategorikan sebagai proyek engineering konstruksi. Namun, dari seluruh tahapan dan biaya yang dibutuhkan pada pelaksanaannya dapat dikategorikan sebagai proyek capital.

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen_proyek
  --
--
  --
--
  --
--
  --
--
  --
--
 
   Mekanisme pekerjaan pada management
 keuangan secara baik dan benar
  Manajemen Keuangan Pada Sebuah Perusahaan
Perusahaan tentu memerlukan manajemen yang baik dalam perusahaan dan sesuai standart juga memenuhi kode etik yang berlaku. Hal-hal yang menyangkut peraturan dari perusahaan ini dikarenakan perusahaan membutuhkan manajemen ,manajemen inilah yang menjadi pondasi bagi sebuah perusahaan. Dimana manajemen adalah pilar tertinggi bagi sebuah perusahaan ,makanya dalam peraturan sebuah manajemen keuangan pun biasanya sebuah perusahaan tak main-main dalam mengatur manajemen yang ada, termasuk mencari pelaku manajemen untuk mengembangkan sebuah perusahaan. Pelaku manajemen adalah seseorang yang memberi keputusan (decision making) dalam setiap masalah yang muncul sehari-hari ,dan memberi peraturan yang dianggap paling benar sebagai pemecah solusi yang ada. Dalam topik kali ini saya akan membahas tentang Manajemen Keuangan dalam sebuah perusahaan, semoga bermanfaat.

PENGERTIAN MANAJEMEN KEUANGAN
Manajemen keuangan adalah suatu kegiatan/perilaku bisnis pengambilan keputusan,perencanaan, penganggaran, pemeriksaan, pengelolaan, pengendalian, pencarian dan penyimpanan dana/aset yang dimiliki oleh suatu organisasi bisnis atau perusahaan.

Seorang pelaku manajemen contoh;manajer keuangan dalam suatu perusahaan harus mengetahui bagaimana mengelola segala unsur dan segi keuangan, hal ini WA / SMSjib dilakukan karena keuangan merupakan salah satu fungsi penting dalam mencapai tujuan perusahaan.

Tujuan manajemen keuangan berkaitan dengan keputusan dibidang keuangan untuk memaksimalkan nilai perusahaan,secara lebih luas tujuan ini merupakan salah satu tujuan perusahaan,maka dari itu nilai perusahaan akan tercermin dari nilai pasar sahamnya semakin tinggi juga nilai perusahaan.

PELAKU MANAJEMEN KEUANGAN
Manajer Keuangan

Aktivitas perusahaan ditinjau dari sudut manajemen keuangan menjadi tugas manajer keuangan. Tugasnya antara lain adalah
1. Perolehan dana/aset dengan biaya sesuai budget perusahaan.
2. Penggunaan dana efektif dan efisien
3. Analisis laporan keuangan
4. Analisis lingkungan Internal dan eksternal yang berhubungan dengan keputusan rutin.

Berdasarkan tugas tersebut, manajemen keuangan memiliki tujuan antara lain adalah ;
1. Memaksimalkan nilai perusahaan
2. Membina relasi dengan pasar modal dan pasar uang
3. Sifat Dasar Perusahaan

Maka, fungsi manajer keuangan meliputi hal-hal sebagai berikut :
1. Melakukan pengaWA / SMSsan biaya-biaya
2. Menetapkan kebijaksanaan harga
3. Meramalkan laba yang akan datang
4. Mengukur atau menjajaki biaya modal kerja

KODE ETIK MANAJEMEN KEUANGAN
Dalam usahanya memperoleh laba manajemen harus berprilaku:

1. Memaksimumkan nilai perusahaan, artinya manajemen harus mengahasilkan laba lebih besar dari biaya modal yang digunakannya.
2. Tanggung jaWA / SMSb sosial, artinya dalam mencari laba, manajemen tidak boleh merusak lingkungan alam,sosial, dan budaya.
3. Etika, artinya manajemen dalam mengusahakan laba harus tunduk pada norma-norma sosial di lingkungan mereka bekerja dan tidak boleh menipu masyarakat konsumen.

FUNGSI MANAJEMEN KEUANGAN
Berikut ini adalah penjelasan singkat dari fungsi Manajemen Keuangan :

1. Perencanaan Keuangan: membuat rencana pemasukan dan pengeluaraan serta kegiatan-kegiatan lainnya untuk periode tertentu.

2. Penganggaran Keuangan: tindak lanjut dari perencanaan keuangan dengan membuat detail pengeluaran dan pemasukan.

3. Pengelolaan Keuangan: menggunakan dana perusahaan untuk memaksimalkan dana yang ada dengan berbagai cara.

4. Pencarian Keuangan: mencari dan mengeksploitasi sumber dana yang ada untuk operasional kegiatan perusahaan.

5. Penyimpanan Keuangan: mengumpulkan dana perusahaan serta menyimpan dan mengamankan dana tersebut.

6. Pengendalian Keuangan: melakukan evaluasi serta perbaikan atas keuangan dan sistem keuangan pada perusahaan.

7. Pemeriksaan Keuangan: melakukan audit internal atas keuangan perusahaan yang ada agar tidak terjadi penyimpangan.

8. Pelaporan Keuangan: penyediaan informasi tentang kondisi keuangan perusahaan sekaligus sebagai bahan evaluasi.

AKTIVITAS MANAJEMEN KEUANGAN
Manajemen keuangan berhubungan dengan 6 aktivitas, yaitu :

1. Aktivitas pengambilan keputusan terhadap suatu masalah keuangan,yaitu sebagai seseorang yang paling berperan dalam perkembangan keuangan perusahaan.

2. Aktivitas perencanaan dana/aset,yaitu aktivitas dimana manajer melakukan evaluasi kembali dan analisis dana/asset pereusahaan.

3. Aktivitas pencarian dana/aset,yaitu dimana seorang manajer berperan penting dalam pengambilan keputusan dalam pilihan mencari dana/asset yang tepat demi keberlangsungan perusahaan.

4. Aktivitas penggunaan dana, yaitu aktivitas untuk menginvestasikan dana pada berbagai aktiva.

5. Aktivitas perolehan dana, yaitu aktivitas untuk mendapatkan sumber dana, baik dari sumber dana internal maupun sumber dana eksternal perusahaan.

6. Aktivitas pengelolaan aktiva, yaitu setelah dana diperoleh dan dialokasikan dalam bentuk aktiva, dana harus dikelola seefisien mungkin.

PERENCANAAN MANAJEMEN KEUANGAN
Perencanaan Keuangan adalah panduan atau pedoman yang disusun perusahaan untuk mencapai tujuan dan membantu meningkatkan nilai perusahaan. Untuk itu biasanya perusahaan melakukannya dengan cara memperkirakan jumlah dan penetapan WA / SMSktu investasi dan pembiayaan yang diperlukan. Dalam membuat rencana keuangan, seorang pengusaha atau wirasWA / SMSsta harus memiliki sikap positif sehingga dalam aktivitasnya merencanakan keuangan mengikuti langkah berikut :

1. Menetapkan tujuan perencanaan keuangan perusahaan secara tepat.

2. Menggunakan perencanaan keuangan sebagai motivator dan berusaha mengkomunikasikannya dengan pihak terkait.

3. Memastikan bahWA / SMS proses perencanaan diikuti pula oleh pengendalian dan selalu mengkomunikasikannya oleh pihak terkait.

4. Mengevaluasi strategi-strategi keuangan alternatif.

5. Mengumpulkan dan menetapkan target efisiensi baik jangka pendek maupun jangka panjang.

6. Mengembangkan sebuah perencanaan dengan membandingkan terhadap prestasi standar yang sudah ditetapkan.

7. Memeriksa kebenaran perencanaan keuangan secara menyeluruh.

8. Meninjau kembali perencanaan keuangan serta merevisinya sehingga lahir kombinasi strategi yang tepat.

Jika perencanaan keuangan telah dilakukan dengan baik maka masalah keuangan perusahaan akan dapat dikelola dengan baik pula. Hal ini sesuai dengan tujuan dari perencanaan keuangan yaitu :
1. Meningkatkan investasi dalam usaha.
2. Perubahan imbalan untuk para wirausaha.
3. Meningkatkan kemampuan laba dalan usaha.
4. Dapat memberikan harapan terhadap oertumbuhan usaha.
5. Meningkatkan efisiensi usaha.

Selanjutnya untuk mengetahui apakah perencanaan keuangan benar-benar dapat mencapai tujuan tersebut, lakukan evaluasi dan analisislah rencana keuangan tersebut,berikut antara lain cara perhitungannya dan analisisnya:

1.Dana Perusahaan
Setiap perusahaan membutuhkan dana untuk tetap beroperasi, karena kegagalan dalam membayar pemasok dapat dapat membuat bangkrutnya usaha. Manajer harus dapat membedakan dua jenis pengeluaran :
- Pengeluaran Jangka Pendek (Short Term / Operatinge Xpenditures)
- Pengeluran Jangka Panjang (Long Term / Capital Xpenditures)

2.Pembiayaan Perusahaan (Corporate Financing)
Untuk memenuhi kebutuhan akan pengeluaran jangka pendek maupun panjang, perusahaan membutuhkan dana yang tidak saja dapat dipenuhi oleh kemampuan modal aWA / SMSl dari pemilik serta kemampuannya dalam menghasilakn laba, tetapi juga dana dari luar perusahaan seiring dengan perkembangan kemajuan usahanya.

3.Sumber Dana Jangka Pendek.
Sumber dana jangka pendek meliputi :
- Trade Credit (Utang Dagang), berfungsi sebagai sumber dana bagi perusahaan barang telah dapat diterima tetapi pembayarannya diserahkan kemudian.

- Pinjaman Bank Jangka Pendek Dengan Jaminan (Scured Short Term Loan), merupakan sumber dana jangka pendek yang sangat penting.

- Pinjaman Jangka Pendek Tanpa Jaminan (Unsecured Short Term Loan), Pinjaman ini merupakan sumber dana jangka pendek yang penting bagi perusahaan. Dengan jenis pinjaman ini, perusahaan tidak perlu menyerahkan jaminan kepada bank.

- Letter Of Credit, Adalah janji tertulis dari bank bagi pihak pembeli untuk membayar sejumlah uang kepada perusahaan yang dituju (penjual) bila sejumlah kondisi telah terpenuhi.

- Commercial Paper, adalah surat berharga yang diterbitkan dan dijual oleh perusahan besar dan terpercaya untuk memenuhi kebutuhan jangka pendeknya.

- Factoring. Perusahaan dapat memperoleh dana dengan cepat melalui factoring yaitu dengan menjual piutang perusahaan kepada perusahaan 5faktor (perusahaan pembeli piutang) yang biasanya adalah lembaga keuangan.

4.Sumber Dana Jangka Panjang.
Pada umumnya perusahaan membutuhkan dana jangka panjanguntuk memenuhi pengeluaran jangka panjangnya, seperti pembelian aktiva tetap. Agar bias memulai usahanya perusahaan harus mengeluarkan dana untuk bangunan dan peralatan. Pencarian dana jangka panjang diperoleh dari :

Pembiayaan Melalui Utang :
- Utang jangka panjang
- Obligasi perusahaan

Pembiayaan Dengan Modal Sendiri (Equity Financing) :
- Saham biasa
- Laba ditahan

Bila dikaitkan dengan tujuan ini, maka fungsi manajer keuangan meliputi hal-hal sebagai berikut :
- Melakukan pengaWA / SMSsan atas biaya
- Menetapkan kebijaksanaan harga
- Meramalkan laba yang akan datang
- Mengukur atau menjajaki biaya modal kerja

5.Penganggaran Modal ( Capital Budgeting)
Istilah penganggaran modal digunakan untuk melukiskan tindakan perencanaan dan pembelanjaan pengeluaran modal, seperti untuk pembelian equipment baru untuk memperkenalkan produk baru, dan untuk memodernisasi fasilitas pabrik.

Penganggaran Modal sebagai Suatu Konsep Investasi
Dikatakan sebagai suatu konsep investasi, sebab peng anggaran modal melibatkan suatu pengikatan (penanaman) dana di masa sekarang dengan harapan memperoleh keuntungan yang dikehendaki di masa mendatang.

Investasi membutuhkan dana yang relatif besar dan keterika tan dana tersebut dalam jangka WA / SMSktu yang relatif panjang, serta mengandung resiko.

Jenis Investasi
- Investasi dapat diklasifikasikan menjadi 4 (empat) golongan, yakni sebagai berikut :
- Investasi yang tidak menghasilkan laba (non profit investemen).
- Investasi yang tidak dapat diukur labanya (non measurable profit investment)
- Investasi dalam penggantian ekuipmen (replacement investment).
- Investasi dalam perluasan usaha (expansion investment).

Penjelasan Masing-masing Jenis Investasi di atas
- Investasi yang tidak menghasilkan laba.
- Investasi yang tidak dapat diukur labanya.
- Investasi dalam Penggantian Mesin dan Equipment.
- Investasi dalam Perluasan Usaha

6.Penggolongan Investasi Dalam Pemilihan Alternatif Investasi
Ada beberapa kriteria dalam penilaian investasi yakni dapat menggunakan beberapa metode :
- Payback Method.
- Average Return on Investment
- Present Value
- Discounted Cash Flows.
7.Metode Penilaian Inverstasi
Metode ini sering pula disebut dengan istilah lain seperti payoff method dan pay out method.

Faktor yang menentukan penerimaan atau penolakan suatu usulan investasi adalah jangka WA / SMSktu yang diperlukan untuk menutup kembali investasi.

8.Arus Kas Masuk
Menurut pernyataan standar akuntansi Keuangan (PSAK) No. 2, laporan arus kas adalah memberi informasi histories mengenai perubahan kas dan setara kas dari laporan arus kas yang mengklasifikasikan arus kas berdasarkan aktivitas investasi, maupun pendanaan (financing) selama suatu periode akuntansi.

9.Average Return on Investment Method ( Metode Rata-rata Kembalian Investasi)
Metode ini juga disebut Accounting method atau Financial Statement method.
Rumus. : Rata-rata kembalian Investasi
Rata-Rata Kembalian = Laba Sesudah Pajak = … %
Rata Rata Investasi
Kriteria Penilaian.
- Suatu investasi akan diterima jika tarif kembalian investasinya dapat memenuhi batasan yang ditetapkan manajer.
- Jika Pengambilan Keputusan belum memiliki batasan tarif kembalian investasi, maka dari beberapa investasi yang diusulkan dipilih adalah yang memberikan tingkat kembalian yang terbesar.

Kebaikan Metode Rata-rata Kembalian Investasi.
Metode ini telah memperhitungkan aliran kas selama umur proyek investasi.

Kelemahan Metode Rata-rata Kembalian Investasi
- Tidak memperhitungkan nilai WA / SMSktu uang.
- Dipengaruhi oleh penggunaan metode depresiasi.
- Metode tidak dapat diterapkan jika investasi dilakukan dalam beberapa tahap.

10.Metode Net Present Value
Metode Net Present Value adalah selisih uang yang diterima dan uang yang dikeluarkan dengan memperhatikan time value of money. Gunakan rumus time value of money yang present value untuk mengetahui nilai uang saat ini. Oleh karena uang tersebut akan diterima di masa depan, kita harus mengetahui berapa nilainya jika kita terima sekarang. Jika selisihnya positif maka bisnis tersebut diterima. JIka negative, bisnis tersebut tidak layak. Jika 0, bisnis tetap dijalankan jika bisnis tersebut digunakan untuk kepentingan public. NPV semakin besar semakin layak. Untuk independent projects pilih yang positif. Untuk mutually eksklusif pilih yang positifnya paling besar.

11.Metode Profitability Index
Metode ini menghitung perbandingan antara nilai arus kas bersih yang akan datang dengan nilai investasi yang sekarang. Profitability Index harus lebih besar dari 1 baru dikatakan layak. Semakin besar PI, investasi semakin layak.

12.Metode Internal Rate of Return
Metode Internal Rate of Return adalah adopsi dari NPV. Satuannya menggunakan %. Tingkat bunga dimana arus kas masuk yang sudah di-presentvaluekan = Initial Investment-nya. IRR > K diterima, IRR < K ditolak. Semakin besar IRR, proyek semakin layak.

HAK-HAK KARYAWA / SMSN DALAM SEBUAH PERUSAHAAN
KaryaWA / SMSn memiliki fungsi dan peranan yang sangat penting dalam perkembangan suatu usaha atau bisnis. KaryaWA / SMSn/pekerja adalah lokomotif penggerak suatu entitas bisnis yang tergabung dalam suatu manajemen perusahaan yang artinya tanpa adanya karyaWA / SMSn atau pekerja tidak mungkin suatu perusahaan dapat melakukan operasional bisnisnya untuk mewujudkan tujuan perusahaan dalam mendapatkan laba.

Dalam kondisi normal dan perusahaan masih dapat beroperasi dengan baik, kepentingan dan hak-hak karyaWA / SMSn/pekerja masih dapat diakomodir oleh manajemen perusahaan. Tetapi ketika perusahaan tersebut mendapatkan terpaan krisis atau masalah keuangan (pailit) seringkali hak-hak karyaWA / SMSn/pekerja tidak bisa diakomodir lagi dan bahkan dilupakan oleh manajemen perusahaan dan pihak-pihak yang diperintahkan untuk mengurusi masalah keuangan dan aset perusahaan.

Ketika terjadi Pailit pembayaran upah karyaWA / SMSn/pekerja dilakukan oleh Kurator(manajer/supervisor) yang dalam hal ini menggantikan posisi Perusahaan. Sehingga hak buruh dalam hal ini upah dan tunjangan lainnya menurut Undang-Undang Ketenagakerjaan akan berubah menjadi utang yang didahulukan pembayarannya. Dan penjelasannya menyebutkan yang dimaksud didahulukan pembayarannya adalah upah karyaWA / SMSn/pekerja harus dibayar lebih dahulu daripada utang-utang lainnya. Dalam pasal 39 ayat (2) Undang –Undang No. 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan KeWA / SMSjiban Pembayaran Utang telah ditentukan bahWA / SMS upah buruh untuk WA / SMSktu sebelum dan sesudah pailit termasuk utang harta pailit artinya upah buruh harus dibayar lebih dahulu daripada utang-utang lainnya.

Manajemen keuangan bukan hanya berkutat seputar pencatatan akuntansi. Dia merupakan bagian penting dari manajemen program dan tidak boleh dipandang sebagai suatu aktivitas tersendiri yang menjadi bagian pekerjaan orang keuangan. Manajemen keuangan lebih merupakan pemeliharaan suatu kendaraan, apabila kita tidak memberinya bahan bakar dan oli yang bagus serta service teratur, maka kendaraan tersebut tidak akan berfungsi secara baik dan efisien. Lebih parah lagi, kendaraan tersebut dapat dirusak ditengah jalan dan gagal untuk mencapai tujuan yang ditetapkan. Jadi, manajemen keuangan adalah aktivitas pemilik dan manajemen perusahaan untuk memperoleh sumber modal yang semuah-murahnya dengan menggunakanya seefektif, seefisien, dan seproduktif mungkin untuk menghasilkan laba.

Dalam prakteknya, Manajemen Keuangan adalah tindakan yang diambil dalam rangka menjaga kesehatan keuangan organisasi. Untuk itu, dalam membangun sistem manajemen keuangan yang baik maka diperlukan pengidentifikasian prinsip-prinsip manajemen keuangan yang baik pula. Adapun 7 prinsip dari manajemen keuangan yang harus diperhatikan:

1. Konsistensi (Consistency) : Sistem dan kebijakan keuangan dari organisasi harus konsisten dari WA / SMSktu ke WA / SMSktu. Ini tidak berarti bahWA / SMS sistem keuangan tidak boleh disesuaikan apabila terjadi perubahan di organisasi. Pendekatan yang tidak konsisten terhadap manajemen keuangan merupakan suatu tanda bahWA / SMS terdapat manipulasi di dalam pengelolaan keuangan.

2. Akuntabilitas (Accountability) : Akuntabilitas adalah keWA / SMSjiban moral atau hukum yang melekat pada individu, kelompok, atau organisasi untuk menjelaskan bagaimana dana, peralatan, atau kewenangan yang diberikan pihak ketiga telah digunakan. Organisasi harus dapat menjelaskan bagaimana dia menggunakan sumber dayanya dan apa yang telah dia capai sebagai pertanggungjaWA / SMSban kepada pemangku kepentingan dan penerima manfaat. Semua pemangku kepentingan berhak untuk mengetahui bagaimana dana dan kewenangan digunakan.

3. Transparansi (Transparency) : Organisasi harus terbuka dengan pekerjaannya, menyediakan informasi berkaitan dengan rencana dan aktivitasnya kepada para pemangku kepentingan. Termasuk di dalamnya menyiapkan laporan keuangan yang akurat, lengkap, dan tepat WA / SMSktu serta dapat dengan mudah diakses oleh pemangku kepentingan dan penerima manfaat. Apabila organisasi tidak transparan, hal ini mengindikasikan ada sesuatu hal yang disembunyikan.

4. Kelangsungan Hidup (Viability) : Agar keuangan terjaga, pengeluaran organisasi di tingkat strategic maupun operasional harus sejalan/disesuaikan dengan dana yang diterima. Kelangsungan hidup (viability) merupakan suatu ukuran tingkat keamanan dan keberlanjutan keuangan organisasi. Manager organisasi harus menyiapkan sebuah rencana keuangan yang menunjukkan bagaimana organisasi dapat melaksanakan rencana strategiknya dan memenuhi kebutuhan keuangannya.

5. Integritas (Integrity) : Dalam melaksanakan kegiatan operasionalnya, individu yang terlibat harus mempunyai integritas yang baik. Selain itu, laporan dan catatan keuangan juga harus dijaga integritasnya melalui kelengkapan dan keakuratan pencatatan keuangan.

6. Pengelolaan (SteWA / SMSrdship) : Organisasi harus dapat mengelola dengan baik dana yang telah diperoleh dan menjamin bahWA / SMS dana tersebut digunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Secara praktek, organisasi dapat melakukan pengelolaan keuangan dengan baik melalui berhati-hati dalam perencanaan strategic, identifikasi resiko-resiko keuangan, dan membuat sistem pengendalian dan sistem keuangan yang sesuai dengan organisasi.

7. Standar Akuntansi (Accounting Standards) : Sistem akuntansi dan keuangan yang digunakan organisasi harus sesuai dengan prinsip dan standar akuntansi yang berlaku secara umum. Hal ini berarti bahWA / SMS setiap akuntan di seluruh dunia dapat mengerti sistem yang digunakan organisasi.

Tujuan perusahaan adalah mencari laba dan mempertahankan kelangsungan hidupnya. Dalam kegiatannya mencari laba, pemilik memberi wewenang kepada manajemen untuk melaksanakannya. Dalam usahanya memperoleh laba, manajemen harus berperilaku:

1. Memaksimumnkan nilai perusahaan, artinya manajemen harus menghasilkan laba lebih besar dari biaya modal yang digunakannya.

2. Tanggung jaWA / SMSb sosial, artinya dalam mencari laba, manajemen tidak boleh merusak lingkungan alam, sosial, dan budaya.

3. Etika, artinya manajemen dalam mengusahakan laba harus tunduk pada norma-norma sosial di lingkungan mereka bekerja dan tidak boleh menipu masyarakat sebagai konsumen.

KESIMPULAN
1. Manajemen keuangan adalah suatu kegiatan/perilaku bisnis pengambilan keputusan,perencanaan, penganggaran, pemeriksaan, pengelolaan, pengendalian, pencarian dan penyimpanan dana/aset yang dimiliki oleh suatu organisasi bisnis atau perusahaan.

2. Perencanaan Keuangan adalah panduan atau pedoman yang disusun perusahaan untuk mencapai tujuan dan membantu meningkatkan nilai perusahaan,meliputi analisis : sumber dana perusahaan,pengganggaran perusahaan,dana jangka panjang dan pendek,nilai rata-rata dst.

3. KaryaWA / SMSn memiliki fungsi dan peranan yang sangat penting dalam perkembangan suatu usaha atau bisnis. Sehingga harus terjamin keberadaannya diperusahaan serta fasilitas yang diberikan kepada karyaWA / SMSn,termasuk perusahaan membayar upah tepat WA / SMSktu kepada buruh/karyaWA / SMSn.

Sumber : http://widyasachi.blogspot.co.id/2013/11/manajemen-keuangan-pada-sebuah.html
  --
--
  --
--
  --
--
  --
--
  --
--
  --
--
 
   Apa itu office management.....!
  --
--
  --
--
  --
--
  --
--
  --
--
  --
--
  --
--